• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sebelum Tes COVID-19, Ketahui Urutan Tes Paling Akurat

Sebelum Tes COVID-19, Ketahui Urutan Tes Paling Akurat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Pandemi corona telah memaksa para ilmuwan bergerilya membuat penemuan untuk menghentikan penyebaran virus. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan teknik pengujian orang yang terinfeksi melalui tes COVID-19. 

Pasti kamu sudah sering mendengar beberapa jenis tes COVID-19 dan bertanya-tanya mana yang paling akurat? PCR Swab, Rapid Test Antigen/Swab Antigen, dan Rapid Test Antibodi adalah jenis tes COVID-19 yang paling umum digunakan. Berikut ini adalah urutan tes COVID-19 paling akurat!

Baca juga: Jangan Salah Istilah, Ini Bedanya Rapid Test Antigen dan Antibodi

1. PCR Swab

Menurut Centers Disease Control and Prevention, PCR Swab (Polymerase Chain Reaction Swab) adalah standar paling akurat untuk pengujian COVID-19. Tes ini mendeteksi penyakit dengan mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang dikumpulkan melalui usap hidung atau tenggorokan. 

Tes PCR digunakan untuk mendeteksi secara langsung keberadaan antigen, bukan kehadiran respons imun tubuh, ataupun antibodi. Dengan mendeteksi RNA virus yang ada di dalam tubuh sebelum membentuk antibodi atau gejala penyakit muncul, tes ini dapat mengetahui apakah seseorang memiliki virus sejak dini. PCR memberikan indikasi yang tentang siapa yang terinfeksi.

Walaupun dinilai paling akurat, hasil yang salah bisa saja terjadi dengan risiko kesalahan sebesar 30 persen. Bisa jadi inilah alasan kenapa terkadang di beberapa kondisi pemeriksaan perlu dilakukan PCR Swab berulang.

Baca juga: Demam, Pilih Rapid Test Antigen atau Rapid Test Antibodi

Makanya ketika seseorang mendapatkan hasil PCR Swab negatif, tetapi memiliki gejala virus Corona atau baru-baru ini berinteraksi dengan orang yang terkena virus, tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri sampai gejala mereda.

2. Tes Antigen

Seperti tes PCR, tes antigen juga membutuhkan usap hidung atau tenggorokan. Namun, tidak seperti tes PCR yang mencari materi genetik dari virus COVID-19, tes antigen mencari protein yang hidup di permukaan virus. 

Proses ini kurang akurat ketimbang pengujian PCR, karena selain tidak banyak bahan kimia yang terlibat, juga kurang sensitif. Karenanya hasilnya bisa jadi salah, misalnya ketika saat tes yang terambil ataupun terdeteksi adalah protein yang terlihat mirip dengan COVID-19. 

Baca juga: Akses Layanan Rapid Test Drive Thru Bisa Dilakukan Melalui Halodoc

Jika hasil tes negatif tetapi menunjukkan gejala atau mengalami paparan yang berisiko, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan tes PCR guna memastikan hasilnya. Namun bila dibandingkan dengan Rapid Test Antibodi, tes antigen tetap lebih akurat.

3. Rapid Test Antibodi

Rapid test antibodi dinilai sebagai jenis pemeriksaan COVID-19 yang kurang akurat soalnya tes antibodi yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk mendeteksi infeksi COVID-19. Sebaliknya pemeriksaan ini justru mencari antibodi dalam darah sebagai respons terhadap infeksi.

Ketika seseorang terinfeksi COVID-19, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari kemudian, dan inilah yang dideteksi oleh Rapid Test Antibodi. Tes antibodi mungkin memberikan hasil yang cepat, tetapi sebaiknya tidak digunakan untuk mendiagnosis infeksi aktif. 

Tes antibodi hanya mendeteksi antibodi yang dikembangkan sistem kekebalan sebagai respons terhadap virus, bukan virus itu sendiri. Kalau kamu butuh informasi selengkapnya mengenai pemeriksaan tes COVID-19 jenis apa yang sebaiknya dilakukan, bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Time. Diakses pada 2020. What to Know About COVID-19 Tests, From PCR to Antigen to Antibody
Medical Device Network. Diakses pada 2020. Different paths to the same destination: screening for Covid-19
US Food and Drug. Diakses pada 2020. Coronavirus Testing Basics