• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Banyak Pendarahan Akibat Selaput Dara?

Seberapa Banyak Pendarahan Akibat Selaput Dara?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Banyak orang yang selalu mengaitkan keperawanan dengan robeknya selaput dara akibat penetrasi saat hubungan intim. Selaput dara sendiri adalah jaringan serabut yang terdapat dalam Miss V. Bagian ini terdiri dari jaringan ikat dan serat otot yang mengandung pembuluh darah serta ujung saraf. Manfaat dari selaput dara sendiri adalah sebagai batas antara organ genital eksternal dan internal.

Selain itu, selaput dara setiap wanita dapat berbeda-beda layaknya bagian tubuh lainnya. Setiap wanita memiliki bentuk, ketebalan, elastisitas, hingga jumlah pembuluh darah yang berbeda. Beberapa selaput dara mungkin sangat elastis, tetapi beberapa lainnya tidak. Maka dari itu, ada wanita yang bagian selaput daranya tidak robek meski sudah mendapat penetrasi dari Mr P, karena sangat elastis.

Baca juga: Benarkah Bercak Darah adalah Tanda Keperawanan?

Berapa Banyak Pendarahan yang Terjadi Karena Selaput Dara?

Memang normal jika wanita mengalami perdarahan saat pertama kali melakukan hubungan intim secara vaginal. Meski begitu, beberapa lainnya tidak mengalami perdarahan sama sekali dan terbilang normal juga. Perdarahan terjadi karena selaput dara yang meregang dan biasanya hanya sejumlah kecil darah yang dihasilkan. Meski begitu, ada juga wanita dengan jaringan selaput dara yang lebih tebal, sehingga cenderung mengeluarkan lebih banyak darah. 

Selain itu, kamu juga mungkin secara tidak sadar mengalami menstruasi hari pertama sehingga darah yang keluar lebih banyak. Penyebab lainnya yang dapat membuat kamu mengalami pendarahan ringan setelah berhubungan intim adalah luka pada Miss V. Hal tersebut terjadi akibat peregangan yang lebih besar dari biasanya. Kondisi tersebut biasanya terjadi akibat kurang pelumasan atau disebabkan alergi.

Baca juga: Mitos Mengenai Keperawanan dan Selaput Dara yang Sering Keliru

Maka dari itu, jika dirasa darah yang keluar terlalu banyak, ada baiknya untuk memeriksakan diri. Jangan sampai ternyata hal tersebut disebabkan oleh gangguan yang berbahaya. Perdarahan yang terlalu banyak dapat disebabkan oleh penyakit kelamin, seperti klamidia atau gonore. Jika kamu mendapat diagnosis awal terkait penyakit tersebut, penanganannya akan lebih mudah.

Namun, dapatkah selaput dara rusak tanpa melakukan hubungan intim? Jawabannya bisa. Seseorang dapat mengalami selaput dara yang robek tanpa penetrasi disebabkan oleh masturbasi, pemeriksaan medis, operasi, hingga menggunakan tampon dengan ukuran yang salah. Penyebab lainnya ketika wanita mengalami robek pada selaput dara adalah saat mengalami cedera, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, terkena suatu benda, hingga berolahraga.

Setelah mengetahui hal tersebut, sebagai pria, kamu tidak dapat langsung menuduh jika pasanganmu sudah pernah melakukan hubungan intim dengan pria lain. Faktanya, tidak ada satu pun cara yang dapat dilakukan untuk memastikan seseorang sudah pernah melakukan hubungan intim atau belum. Sekalipun kamu melakukan tes keperawanan.

Baca juga: 7 Hal Ini Terjadi pada Tubuh saat Berhubungan Intim

Jika kamu mempunyai pertanyaan tentang hal ini, jangan ragu untuk menanyakannya pada dokter di Halodoc. Komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan kapan dan di mana saja melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa lho beli obat melalui aplikasi ini. Tanpa perlu repot, pesananmu akan diantar ke tempat tujuan kurang dari satu jam. Tunggu apa lagi? Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Planned Parenthood. Diakses pada 2020. Is it normal to have a small amount of bleeding after sex?
Flo. Diakses pada 2020. 12 Questions About Virginity and Your Hymen Answered by Doctors.