• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Efektif Vaksin Booster Cegah Omicron?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Efektif Vaksin Booster Cegah Omicron?

Seberapa Efektif Vaksin Booster Cegah Omicron?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 Januari 2022

“Vaksin booster untuk menangkal COVID-19 serentak dilakukan di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia yang sudah memenuhi syarat mencapai 70 persen vaksin dosis pertama dan 60 persen dosis kedua. Sebenarnya, apakah vaksin booster efektif untuk mencegah omicron?”

Seberapa Efektif Vaksin Booster Cegah Omicron?

Halodoc, Jakarta – Indonesia serentak melaksanakan vaksin booster COVID-19 di semua wilayah kabupaten dan kota yang telah memenuhi syarat, yaitu telah mencapai 70 persen pemberian vaksin dosis pertama dan mencapai 60 persen pemberian vaksin dosis kedua. 

Pelaksanaan vaksin tambahan ini dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah, seperti rumah sakit atau Puskesmas dan pos pelayanan vaksin yang disediakan dan dilakukan oleh dinas kesehatan setempat. 

Tentunya, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka penularan virus corona varian baru Omicron. Kabarnya, varian baru virus corona ini telah menginfeksi beberapa orang di Indonesia dan mengakibatkan angka positif COVID-19 di Tanah Air kembali meninggi selama beberapa waktu terakhir. 

Seiring dengan kebijakan tersebut, tentu muncul pertanyaan dari masyarakat. Apakah pemberian vaksin tambahan ini efektif untuk mencegah penularan virus corona varian Omicron? 

Perlunya Vaksin Tambahan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, vaksin tambahan yang sedang berlangsung merupakan komitmen dan bentuk upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan pada masyarakat dari bahaya infeksi virus corona varian terbaru ini. Sementara itu, Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 menyebutkan, ada tiga alasan utama pentingnya mendapatkan vaksinasi tambahan, yaitu:

  • Pertama, terdapat kecenderungan menurunnya jumlah antibodi pada tubuh terhitung 6 bulan setelah vaksinasi dilakukan. Terlebih mengetahui banyaknya varian virus corona yang baru, tak terkecuali Omicron. 
  • Kedua, pemberian vaksin tambahan sebagai salah satu bentuk usaha penyesuaian masyarakat untuk hidup di masa pandemi demi menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
  • Ketiga, pemberian vaksin tambahan dilakukan untuk memenuhi hak masing-masing orang untuk bentuk perlindungan diri. 

Tak hanya itu, pandemi yang masih belum diketahui kapan akan berakhir tentu membuat masyarakat harus terus menjaga imunitas tubuh tetap dalam kondisi optimal. Nah, salah satu caranya adalah rutin melakukan vaksin. 

Efektifkah Cegah Omicron?

Sejumlah peneliti di Inggris ternyata telah melakukan analisis kemungkinan dampak pemberian vaksin tambahan terhadap varian baru Omicron. Berdasarkan informasi dari Imperial College London, disebutkan bahwa pemberian vaksin booster bisa memberikan sekitar 85 persen perlindungan terhadap terjadinya masalah kesehatan yang berbahaya. 

Memang benar, perlindungan yang diberikan sedikit lebih rendah, dibandingkan dengan varian virus corona sebelumnya. Meski demikian, tetap saja mendapatkan vaksin tambahan bisa melindungi tubuh dari infeksi berbahaya virus corona Omicron. Setidaknya, tubuh bisa terhindar dari parahnya gejala yang bisa terjadi saat varian Omicron menginfeksi. 

Vaksin membantu mengajari tubuh cara melawan COVID-19. Akan tetapi, pilihan vaksin yang digunakan saat ini tidak dirancang untuk memerangi varian Omicron yang sangat mudah bermutasi. Artinya, vaksin yang sudah didapatkan masyarakat sebelumnya tidak cukup kuat untuk memberikan perlindungan pada tubuh terhadap varian Omicron. 

Sebagai salah satu solusinya, masyarakat disarankan untuk memiliki dosis booster untuk membangun tingkat antibodi yang lebih tinggi untuk melawan virus. Antibodi dapat menempel pada virus untuk menghentikannya memasuki sel dan bereplikasi.

Jenis Vaksin Booster yang Diberikan di Indonesia

Berkaitan dengan pemberian vaksin tambahan, Menteri Budi menambahkan akan memberikan vaksin booster dengan pertimbangan ketersediaan jenis vaksin dan berbagai hasil penelitian yang dilakukan baik dari dalam maupun luar negeri. Sekarang, vaksin tambahan diberikan dengan kombinasi berikut ini. 

  • Jika mendapatkan vaksin pertama dan kedua jenis Sinovac, jenis vaksin yang diberikan untuk tambahan yaitu setengah dari AstraZeneca dan Pfizer.
  • Jika mendapatkan vaksin pertama dan kedua jenis AstraZeneca, jenis vaksin yang diberikan untuk tambahan yaitu setengah dari Moderna. 

Menteri Budi menambahkan, semua kombinasi yang ditentukan tadi telah mendapatkan rekomendasi dari BPOM dan ITAGI. Pun, telah sesuai dengan standar atau rekomendasi yang ditetapkan oleh WHO. 

Meski telah diberlakukan pemberian vaksin tambahan, kamu tetap diwajibkan untuk disiplin melakukan protokol kesehatan 5M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dengan orang lain, mengurangi kerumunan, dan membatasi mobilitas. Nah, terkait dengan munculnya varian baru Omicron di Indonesia, kamu sebaiknya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak memiliki kepentingan khusus. 

Pasalnya, tingginya kasus Omicron di Tanah Air sebagian besar berasal dari masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Pun, sebaiknya kamu tetap menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi vitamin. Beli sekarang lebih mudah melalui aplikasi Halodoc, tepatnya dengan menggunakan fitur pharmacy delivery. Jadi, jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc di ponselmu, ya!

Referensi:
BBC News. Diakses pada 2022. Booster at least 80% effective against severe Omicron.
Liputan6. Diakses pada 2022. HEADLINE: Vaksin Booster COVID-19 Gratis untuk Masyarakat Indonesia, Efektif Adang Omicron?
Alexandra B. Hogan, et al. 2021. Diakses pada 2022. Report 48 – The value of vaccine booster doses to mitigate the global impact of the Omicron SARS-CoV-2 variant. Imperial College London.