• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Efektif Vaksin Rabies Menghentikan Penularan terhadap Manusia?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Efektif Vaksin Rabies Menghentikan Penularan terhadap Manusia?

Seberapa Efektif Vaksin Rabies Menghentikan Penularan terhadap Manusia?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 28 September 2022

“Vaksin rabies merupakan cara ampuh untuk menghentikan penularan penyakit tersebut pada manusia. Namun, tingkat keefektivitasannya masih dipertanyakan oleh banyak orang.”

Seberapa Efektif Vaksin Rabies Menghentikan Penularan terhadap Manusia?Seberapa Efektif Vaksin Rabies Menghentikan Penularan terhadap Manusia?

Halodoc, Jakarta – Rabies adalah salah satu penyakit serius yang berisiko tinggi untuk menyebabkan kematian. Virus penyebabnya dapat menginfeksi sistem saraf pusat dan menimbulkan berbagai macam gejala, seperti delirium, halusinasi, hidrofobia, dan insomnia.

Maka dari itu, untuk mencegah dan menghentikan penularan penyakit ini pada manusia, vaksin rabies diberikan. Namun, banyak orang yang mempertanyakan efektivitas dan efikasi dari vaksin tersebut, terkait pemberian perlindungan dari gangguan yang disebabkan gigitan anjing ini.

Tingkat Efektivitas dari Vaksin Rabies untuk Perlindungan

Seseorang yang terkena gigitan hewan atau bekerja di sekitar hewan, memiliki risiko tinggi terhadap rabies. Beberapa contohnya, yaitu dokter hewan, mahasiswa kedokteran hewan, para peneliti hewan, dan lainnya.

Maka dari itu, orang-orang tersebut perlu diberikan vaksin rabies untuk mencegah masalah yang besar saat kejadian. Seseorang yang terpapar dan belum pernah divaksin harus mendapatkan 4 dosis vaksin rabies. Bahkan, orang-orang ini juga perlu mendapatkan suntikan lain, yaitu rabies immunoglobulin (RIG).

Seseorang yang berisiko tinggi untuk terpapar penyakit ini harus mendapatkan vaksinasi. Berikut hal yang perlu diperhatikan:

  • Seseorang harus menerima 2 dosis vaksin rabies yang diberikan pada hari ke-0 dan ke-7.
  • Tergantung risikonya, seseorang disarankan menjalani tes darah atau menerima dosis booster 3 tahun setelah 2 dosis pertama diberikan.

Lalu, seberapa efektif vaksin rabies dalam memberikan perlindungan?

Sejauh ini, telah dilakukan pengujian dan pembelajaran secara mendalam terkait perlindungan yang diberikan oleh vaksin ini. Ternyata, tingkat kemanjuran atau efikasi dari vaksin rabies ini sudah hampir 100%. Artinya, suntikan ini dapat merangsang tubuh untuk membuat antibodi yang ampuh dalam memberikan perlindungan.

Pemberian Vaksin Rabies untuk Memberikan Perlindungan Pasca Kejadian

Seseorang yang terkena gigitan dari hewan, termasuk anjing, perlu diberikan suntikan vaksin rabies. Awalnya, lokasi luka harus dibersihkan secara menyeluruh dengan sabun dan air. 

Setelah mendapatkan pemeriksaan dari dokter dan mendapatkan rekomendasi vaksinasi, vaksin harus diberikan sesegera mungkin setelahnya, tetapi bisa efektif kapan saja sebelum gejala dirasakan. Apabila gejala sudah timbul, vaksin tidak lagi membantu dalam mencegah penyakit ini.

Pada seseorang yang belum pernah mendapatkan vaksin rabies, 4 dosis suntikan dapat diberikan selama 2 minggu. Pemberiannya pada hari ke-0, 3, 7, dan 14. Selain itu, kamu juga harus mendapatkan obat immunoglobulin rabies setelah menerima dosis pertama atau sesegera mungkin.

Jika pernah menerima vaksinasi rabies di masa lalu, seseorang biasanya hanya membutuhkan 2 dosis vaksin rabies setelah alami paparan. Dokter akan memperhatikan kondisi secara rutin dan segera memberikan penanganan jika gejala rabies sudah timbul.

Itulah pembahasan mengenai efektivitas dari vaksin rabies untuk menghentikan penularan penyakit ini pada manusia. Jika kamu memelihara anjing di rumah, ada baiknya juga mendapatkan suntikan perlindungan ini. Sebab, dampak buruk dari penyakit rabies sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian.

Jika ingin tahu lebih jauh tentang vaksin rabies dan efektivitasnya, fitur tanya dokter dari Halodoc bisa digunakan untuk berinteraksi langsung dengan ahlinya. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan melalui smartphone. Makanya, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2022. Rabies VIS.
Voyage Medical. Diakses pada 2022. Rabies Vaccines.