• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Efektif Vaksinasi Tifoid untuk Mencegah Tifus?

Seberapa Efektif Vaksinasi Tifoid untuk Mencegah Tifus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Jangan sepelekan kondisi demam yang kamu alami selama beberapa hari dan disertai dengan tanda lain, seperti nyeri otot, sakit perut, hingga muncul ruam pada kulit. Kondisi ini bisa menandakan adanya penyakit tifus dalam tubuh. Penyakit tifus sendiri merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Thypi.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Orang Dewasa Terkena Tifus

Tifus merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan pengidap, menggunakan toilet yang terkontaminasi bakteri tifus, hingga sanitasi yang buruk. Penyakit tifus dapat dicegah dengan berbagai cara, salah satunya adalah melakukan vaksinasi tifoid. Tidak ada salahnya cari tahu seberapa efektif vaksinasi tifoid untuk cegah tifus, di sini.

Ketahui Seberapa Efektif Vaksin Tifoid untuk Cegah Tifus

Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit yang dapat menular dengan cepat. Salmonella typhi dapat menular melalui kontak langsung dengan pengidap tifus atau mengonsumsi makanan serta minuman yang telah terpapar bakteri. Tidak hanya itu, buruknya sanitasi juga dapat meningkatkan risiko penyebaran dan penularan penyakit tifus. 

Selain itu, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko paparan penyakit tifus, seperti orang-orang yang melakukan travelling menuju lokasi endemik penyakit tifus dan juga para pekerja rumah sakit yang sering melakukan kontak dengan pengidap tifus. Untuk itu, ketahui beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit ini.

Melansir Cleveland Clinic, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan atau minuman dengan tingkat kematangan yang tidak optimal. Selain itu, pastikan kamu mengonsumsi air minum yang steril dan matang. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. Tidak hanya itu, penyakit tifus juga bisa dicegah dengan melakukan vaksin tifoid. Namun, seberapa efektifkah vaksin tifoid untuk cegah tifus?

Baca juga: Mitos atau Fakta, Tifus adalah Penyakit Kambuhan?

Ikatan Dokter Anak Indonesia sendiri merekomendasikan anak-anak mendapatkan vaksin tifoid sejak usia 2 tahun dan diulang kembali setiap 3 tahun hingga anak mencapai usia 18 tahun. Ada dua jenis vaksin tifoid yang dapat diterima, yaitu vaksin oral yang dapat digunakan minimal usia 6 tahun dan vaksin suntik yang dapat diberikan pada anak usia 2 tahun.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, vaksin tifoid memang dapat mencegah penyakit tifus, tetapi tidak sepenuhnya efektif tanpa melakukan pencegahan lainnya, seperti menjaga kebersihan diri serta tangan. Hal ini disebabkan vaksin tifoid dapat menghilang keefektifannya seiring waktu. Untuk itu, kamu memerlukan vaksin ulang pada setiap jadwal yang telah diberikan. Vaksin suntik membutuhkan vaksin ulangan setiap 2 tahun, sedangkan vaksin oral membutuhkan vaksin ulang setiap 5 tahun. 

Kenali Gejala Penyakit Tifus

Tidak ada salahnya mengenali gejala penyakit tifus agar kamu dapat segera menangani kondisi ini. Umumnya, gejala tifus akan dialami oleh pengidap tifus setelah 7–14 hari terpapar oleh bakteri Salmonella typhi. Biasanya, pengidap akan mengalami demam yang meningkat pada malam hari. Tidak hanya itu, pengidap tifus juga akan mengalami beberapa gejala lainnya, seperti nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan. 

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Selain itu, ruam pada kulit juga akan dialami oleh pengidap tifus. Segera kunjungi rumah sakit sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang kamu alami. Penyakit tifus yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat sebabkan berbagai komplikasi pada saluran pencernaan karena bakteri Salmonella typhi berkembang biak pada saluran pencernaan.



Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2020. Jadwal Imunisasi 2017.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.