• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Anak untuk Melakukan Tes Kolesterol?

Seberapa Penting Anak untuk Melakukan Tes Kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kolesterol tinggi memang identik dengan orang dewasa, lanjut usia, atau yang kelebihan berat badan. Padahal, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak, lho. Bahayanya? Tentu sama seperti pada orang dewasa. Kolesterol tinggi pada anak juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit terkait kolesterol, termasuk stroke dan penyakit jantung. 

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan anak sejak kecil, agar terhindar dari risiko kolesterol tinggi. Biasakan anak untuk memiliki pola makan sehat dan bergizi seimbang setiap hari, agar jika pun ada risiko kolesterol tinggi, bisa dicegah dan dikontrol dengan baik. Lalu, apa anak juga perlu menjalani tes kolesterol?

Baca juga: Ini Batas Kadar Kolesterol yang Normal Bagi Wanita

Anak-Anak Perlu Melakukan Tes Kolesterol

Tes kolesterol adalah prosedur yang dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dan lemak lainnya dalam tubuh. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu melakukan tes kolesterol secara rutin. Menurut The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), American Academy of Pediatrics, anak-anak sebaiknya mulai menjalani tes kolesterol rutin pada usia 9-11 tahun dan 17-21 tahun. 

Pemeriksaan ini jadi meningkat urgensinya, pada anak yang memiliki faktor seperti:

  • Memiliki orangtua yang mengidap kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung. 
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Memiliki faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau memiliki kebiasaan merokok.

Lalu, bagaimana bisa tahu jika kadar kolesterol anak tinggi? Menurut National Cholesterol Education Program (NCEP), kadar kolesterol total anak yang normal adalah kurang dari 170 mg/dL, dengan kadar LDL kurang dari 110 mg/dL. Sementara itu, anak dikatakan mengidap kolesterol tinggi, jika kadar kolesterol totalnya sama atau lebih dari 200 mg/dL, dengan kadar LDL sama atau lebih dari 130 mg/dL.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kadar Kolesterol Saat Liburan

Jika kadar kolesterol anak setelah dilakukan pemeriksaan menunjukkan angka total 170-199 mg/dL, dengan LDL 110-129 mg/dL, orangtua perlu mulai waspada. Mulai ubah pola makan anak dan batasi asupan makanan berlemak, serta ajak anak berolahraga teratur. Jika tidak, kadar kolesterol anak bisa saja terus meninggi.

Kalau bingung soal langkah apa lagi yang perlu dilakukan untuk mencegah atau mengatasi kolesterol tinggi pada anak, konsultasikan pada dokter. Agar mudah dan cepat, download saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat, kapan dan di mana saja. 

Penyebab Kolesterol Tinggi pada Anak

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi pada anak. Berikut beberapa di antaranya:

  • Faktor genetik. Anak yang memiliki orangtua dengan riwayat kolesterol tinggi memiliki risiko untuk mengidap kondisi serupa.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan. 
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Pola makan tidak sehat dan tinggi lemak.

Jika anak memiliki salah satu atau beberapa faktor tersebut, sebaiknya orangtua waspada akan risiko kolesterol tinggi pada anak. Biasakan anak untuk makan makanan bergizi dan melakukan olahraga setiap harinya. Jika anak sulit diatur untuk berolahraga, cobalah beri ia banyak aktivitas yang melibatkan fisik dan batasi penggunaan gawai, agar anak tidak betah berdiam diri saja. 

Baca juga: Menurunkan Kolesterol atau Berat Badan, Mana yang Lebih Dahulukan?

Pada dasarnya, kolesterol tinggi adalah kondisi yang bisa dikontrol. Misalnya dengan pola makan sehat, aktif berolahraga, dan rutin melakukan tes kolesterol. Jika dikontrol dengan baik, risiko kolesterol untuk memicu berbagai penyakit serius bisa ditekan. Dengan fakta bahwa anak-anak juga bisa mengalami kolesterol tinggi, mulai sekarang, jangan anggap remeh kondisi ini, ya!

Referensi:
Kid’s Health. Diakses pada 2020. Cholesterol and Your Child.
WebMD. Diakses pada 2020. High Cholesterol in Children.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. High Cholesterol in Children.