• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Balita Minum Susu?

Seberapa Penting Balita Minum Susu?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Seberapa Penting Balita Minum Susu?

Halodoc, Jakarta - Mungkin masih banyak orangtua dari balita hingga anak-anak yang meyakini bahwa susu bermanfaat bagi tubuh. Meskipun susu menjadi sumber protein, kalsium, dan vitamin D yang baik, namun sebenarnya sumber makanan lain juga menyediakan nutrisi ini. 

Jika pertanyaannya, apakan balita benar-benar membutuhkan susu? Maka, jawabannya tidak. Menurut Amy Lanou, seorang profesor nutrisi di University of North Carolina di Asheville, kebanyakan orang di dunia tidak minum susu setelah disapih dari ASI, namun tetap mendapatkan nutrisi yang cukup. 

Baca juga: Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Dipertimbangkan Orangtua



Batasan Jumlah Konsumsi Susu pada Balita

Perlu diketahui, balita tidak benar-benar membutuhkan susu dengan jumlah yang terlalu banyak. Namun, apabila Si Kecil merupakan pemilih makanan (picky eater), maka pemberian susu bisa mencegah mereka dari kekurangan gizi. Pada balita, susu diposisikan sebagai makanan pendamping, bukan makanan utama. Sebab, nutrisi utamanya ada pada makanan padat yang bergizi. 

American Academy of Pediatrics merekomendasikan balita 12 hingga 12 bulan untuk mengonsumsi 2 - 3 cangkir susu perhari dan anak-anak usia 2 hingga 5 tahun minum 2 - 2,5 cangkir susu rendah lemak atau susu skim per hari. 

Perlu dipahami, susu bukan kunci utama untuk tumbuh kembang anak yang sehat. Banyak anak tumbuh sehat tanpa meminumnya. Tentu saja dengan selalu memberikan makanan sehat, bergizi, dan bernutrisi tinggi sebagai makanan utama. 

Jika balita dibesarkan dalam lingkungan tanpa susu karena alergi, maka orangtua dapat memenuhi kebutuhan gizinya dengan cara lain. Kalsium bisa ditemukan dalam sayuran tertentu, dan lemak serta protein ditemukan di banyak bahan makanan. Cara memastikan kecukupan kalsium dalam makanan balita, tawarkan berbagai jenis ikan, sayuran berdaun hijau tuan, atau sereal yang diperkaya. 

Untuk lemak ekstra, kacang-kacangan, minyak nabati, dan alpukat adalah pilihan yang enak. Dan ikan daging, telur, dan tahu semuanya memberikan banyak protein untuk balita yang tidak minum susu. 

Baca juga: Pola Asuh yang Tepat untuk Anak Usia 5-10 Tahun

Risiko Jika Balita Terlalu Banyak Minum Susu

Meskipun susu adalah minuman bergizi untuk balita, mengonsumsi susu terlalu banyak justru bisa jadi tidak sehat. Di bawah ini adalah risiko utama jika terlalu banyak minum susu:

1. Sembelit

Salah satu masalah umum yang terjadi saat balita terlalu banyak minum susu adalah sembelit. Susu memang mengenyangkan, namun tidak mengandung serat. Hal ini membuat anak-anak mengalami sembelit karena terlalu banyak minum susu dan mengonsumsi lebih sedikit makanan yang mengandung serat. Masalah bisa terjadi jika balita mengonsumsi susu lebih dari 500 gram setiap hari. 

2. Anemia Susu

Balita yang minum susu dalam jumlah berlebihan juga berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Susu hanya mengandung sedikit zat besi dan tidak dapat menggantikan makanan kaya zat besi dalam makanan. Jika anemia parah, suplemen zat besi mungkin diperlukan. 

Baca juga: Pola Pengasuhan Anak yang Tepat untuk Balita

3. Kebiasaan Makan yang Buruk

Kekhawatiran lain jika balita terlalu banyak minum susu adalah asupan kalori yang berlebihan. Masalah ini diperburuk jika balita terus minum susu utuh melewati usia 2 tahun. Kalori ekstra ini biasanya menyebabkan anak kenyang dan tidak ingin makan makanan yang bergizi lainnya. Atau jika balita masih makan dengan baik, maka kalori ekstra bisa menyebabkan penambahan berat badan. 

Itulah yang perlu diketahui mengenai seberapa penting balita minum susu. Jika ayah dan ibu khawatir tentang asupan nutrisi yang didapatkan anak serta tumbuh kembangnya, berdiskusilah pada dokter spesialis gizi anak melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. How Much Milk Does a Toddler Need?
Fatherly. Diakses pada 2021. Do Toddlers Really Need All That Milk?
Very Well Family. Diakses pada 2021. How Much Milk Should a Toddler Drink?