• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Remaja untuk Dapatkan Vaksin Rubella?

Seberapa Penting Remaja untuk Dapatkan Vaksin Rubella?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin melalui suntikan maupun diteteskan dalam mulut untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mencegah terinfeksi penyakit. Vaksin yang diberikan umumnya mengandung virus atau bakteri yang dilemahkan untuk melawan infeksi pada kemudian hari. Ada beberapa jenis vaksin yang diberikan satu kali seumur hidup. Ada juga jenis vaksin yang perlu diberikan secara berkala, termasuk bagi para remaja maupun dewasa.

Baca juga: Ketahui Prosedur dan Pentingnya Imunisasi MR pada Anak

Para remaja atau dewasa perlu melakukan vaksinasi yang diberikan secara berkala. Ada berbagai vaksin yang diberikan oleh para remaja, di antaranya vaksin measles atau campak dan rubella (MR) dan vaksin measles, mumps atau gondongan, dan rubella (MMR). Vaksin MR merupakan bagian dari vaksin MMR. 

Pentingnya Vaksin MMR bagi Remaja

Indonesia mewajibkan masyarakatnya mendapatkan beberapa jenis vaksin, seperti hepatitis B, BCG, polio, MMR, dan DPT. Lima jenis vaksin ini membuat daya tahan tubuh menjadi lebih kuat terhadap satu jenis penyakit, salah satunya penyakit rubella. 

Masyarakat Indonesia lebih mengenal vaksin MR. Campak dan rubella menjadi penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, penting untuk memastikan kamu mendapatkan vaksin MR. Penyakit rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dapat sangat mudah menular dari pengidap rubella ke orang lain. Mendapatkan vaksin MR menghindari kamu dari penyakit rubella dan mencegah penyebaran penyakit rubella.

Melansir dari Mayo Clinic, penularan rubella terjadi akibat terkena percikan air liur pengidap rubella yang keluar saat batuk atau bersin. Selain itu, barang-barang yang terpapar air liur pengidap rubella juga bisa meningkatkan risiko penyebaran. Tidak hanya mengurangi angka penyebaran dan penularan, melakukan vaksin rubella pada anak remaja menghindari komplikasi pada kesehatan. Melansir National Health Service UK, virus rubella meningkatkan risiko seseorang alami penyakit meningitis maupun gangguan pendengaran. Maka dari itu, vaksin rubella penting untuk didapatkan semua golongan usia.

Baca juga: Ini Bahaya Virus Rubella bagi Anak-Anak

Saat mendapatkan vaksin rubella, tubuh memiliki kekebalan terhadap virus rubella. Bagi para remaja wanita, tidak ada salahnya memastikan kamu sudah mendapatkan virus MR atau belum. Hal ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat melalui tes darah. Jika ingin melakukan pemeriksaan, bisa membuat janji dengan dokter terlebih dulu melalui aplikasi Halodoc.

Kapan Remaja Perlu Vaksin MMR?

Anak remaja dapat mendapatkan vaksin MMR ketika sewaktu bayi mereka belum mendapatkan jenis vaksin ini. Tidak hanya itu, para remaja yang akan berpergian ke luar negeri atau ke tempat yang pernah menjadi wabah rubella perlu mendapatkan vaksin rubella sebelum keberangkatan. Hal ini menjadi salah satu tindakan pencegahan yang cukup efektif untuk menghindari penyakit rubella. 

Sebelum melakukan vaksinasi jangan lupa untuk berikan informasi seputar riwayat alergi atau memiliki riwayat keluarga dengan gangguan sistem imun tubuh. Bukan tanpa risiko, vaksin rubella dapat menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman pada tubuh setelah mendapatkan vaksinasi.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, kemerahan dan rasa nyeri akan muncul pada area penyuntikan vaksin rubella untuk beberapa saat. Selain itu, demam dan pembengkakan pada kelenjar getah bening sekitar leher juga menjadi hal yang normal terjadi sesaat setelah kamu mendapatkan vaksin rubella.

Baca juga: Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Rubella

Pada kondisi yang jarang terjadi, vaksin rubella dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius pada remaja maupun wanita dewasa, seperti nyeri yang terasa berkepanjangan atau sakit pada bagian otot. Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami pusing yang disertai gangguan penglihatan setelah melakukan vaksin rubella.

Referensi
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Rubella
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Pregnancy and Rubella
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. MMR VIS
National Health Service UK. Diakses pada 2020. MMR Vaccine