• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Vaksin COVID-19 Dosis ke-4?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Penting Vaksin COVID-19 Dosis ke-4?

Seberapa Penting Vaksin COVID-19 Dosis ke-4?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 28 Juli 2022

“Menurut sebagian ahli, tiga dosis vaksin COVID-19 tidak cukup untuk lansia berusia 50 tahun ke atas, dan orang dengan sistem imun yang lemah. Itulah sebabnya diperlukan vaksinasi dosis keempat.”

Seberapa Penting Vaksin COVID-19 Dosis ke-4?

Halodoc, Jakarta – Demi memutus rantai penularan COVID-19, pemerintah Indonesia kian gencar menerapkan program pemberian vaksin booster atau dosis ketiga. Namun, belakangan ini muncul perdebatan baru, terkait apakah vaksin dosis keempat perlu diberikan atau tidak. Pasalnya, sejumlah negara di dunia mulai gencar menawarkan pemberian vaksin dosis keempat. 

Salah satu negaranya adalah Amerika Serikat yang telah mengizinkan suntikan dosis keempat. Lantas, kira-kira seberapa penting pemberian vaksin COVID-19 dosis keempat? Yuk, ketahui penjelasannya di sini! 

Dikabarkan Penting untuk Kondisi Tertentu 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, tiga dosis vaksin tidak cukup untuk lansia berusia 50 tahun ke atas, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Alhasil, CDC merekomendasikan kalangan tersebut untuk mendapatkan vaksinasi dosis keempat demi perlindungan optimal terhadap COVID-19. 

Melansir dari media daring internasional, pada Senin (2/5/2022), Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, sejauh ini telah mengizinkan suntikan keempat bagi mereka yang memenuhi kriteria CDC. Namun, CDC berpendapat kalau pemberian dosis keempat bagi orang dewasa yang sehat belum tentu optimal. 

Para ahli berpendapat bahwa orang dengan gangguan kekebalan harus mendapat vaksin booster kedua karena berisiko lebih tinggi terinfeksi. Meskipun mereka telah menjalani dosis vaksinasi lengkap, kelompok ini juga lebih berisiko mengalami komplikasi COVID-19 yang parah. Bahkan, berpotensi menyimpan mutasi dengan strain yang lebih ganas.

Sementara itu, Profesor kedokteran Paul Goepfert di University of Alabama at Birmingham (UAB), Amerika Serikat, berpandangan bahwa pemberian dosis keempat tidak akan berdampak secara signifikan pada tubuh. “Dosis keempat tidak benar-benar melakukan banyak hal,” ujarnya, seperti yang dikutip dari media daring internasional. 

Sebenarnya, CDC telah mengeluarkan panduan yang merekomendasikan dosis keempat pada Oktober 2021. Dengan panduan yang diperbarui, CDC menyatakan orang dengan sistem kekebalan lemah harus menunggu dalam waktu yang lebih singkat, untuk mendapatkan dosis booster tambahan di tengah pandemi COVID-19.

Bagaimana dengan Indonesia? 

Di Indonesia sendiri, juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengklarifikasi, saat ini pemerintah belum merencanakan vaksinasi dosis keempat atau booster kedua. “Untuk koreksi dan konfirmasi, saat ini pemerintah kita masih memprioritaskan vaksin booster pertama atau vaksin ketiga,” ujar Syahril, dikutip dari salah satu media daring nasional, Senin (25/7/2022).

Dirinya juga menambahkan kalau pemerintah saat ini masih fokus untuk memenuhi target vaksin booster atau vaksin ketiga menjadi 50 persen terlebih dahulu. Terkait kabar vaksinasi booster kedua, Syahril mengatakan kalau hal itu hanya masukan dari beberapa pihak seperti tenaga kesehatan. Ia saat ini masih menampung proposal tersebut, dan belum langsung merealisasikannya. 

“Masih ditampung, karena harus dibahas dengan ITAGI, dari kelompok ITAGI ini yang nantinya akan memberikan masukan kepada pemerintah untuk diusulkan program,” ujar Syahril. Bilamana ITAGI sudah memberikan masukan, maka Kemenkes harus mendapatkan vaksin untuk vaksin booster kedua yang sudah mendapatkan rekomendasi BPOM. 

Jadi, dapat dikatakan bahwa vaksinasi keempat masih dalam proses yang panjang di Indonesia. Untuk itu, pemerintah fokus dalam meningkatkan cakupan vaksin booster atau ketiga terlebih dahulu. 

Itulah penjelasan mengenai pertanyaan seberapa penting vaksin COVID-19 dosis keempat. Hal ini sebenarnya masih abu-abu karena para ahli masih memiliki pandangan yang berbeda terkait efektivitasnya. Selain itu, setiap negara juga memiliki kebijakan yang berbeda terkait penggunaan dosis tersebut. 

Mengingat kenaikan kasus COVID-19 kembali terjadi, penting untuk senantiasa, menjaga prokes dan menjaga sistem kekebalan tubuh dengan baik. Karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan vitamin setiap harinya. 

Jika saat ini kamu membutuhkannya, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre lama di apotek. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

CDC.gov. Diakses pada 2022. CDC Recommends Additional Boosters for Certain Individuals. 
Tempo. Diakses pada 2022. Perlukah Dosis ke-4 Vaksin Covid-19?
CNBC. Diakses pada 2022. Penerapan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat, Apakah Perlu?
CNBC. Diakses pada 2022. CDC recommends fourth Pfizer and Moderna Covid vaccine doses for people age 50 and older. 
Kompas. Diakses pada 2022. Benarkah Akan Ada Vaksinasi Dosis Keempat? Ini Penjelasan Kemenkes.