Sedang Demam, Bolehkah Mandi Air Dingin?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Sedang Demam, Bolehkah Mandi Air Dingin?

Halodoc, Jakarta – Demam merupakan respon tubuh untuk melawan infeksi. Naiknya suhu tubuh adalah bagian dari mekanisme pertahanan, sehingga virus dan bakteri yang menyerang tidak akan bertahan hidup. Suhu tubuh yang normal berkisar 36,5–37,5 derajat Celsius, di atas angka tersebut boleh dikatakan seseorang sedang mengalami demam.

Demam terjadi ketika bagian otak yang disebut hipotalamus menggeser titik setel suhu tubuh normal ke atas. Ketika ini terjadi, seseorang mungkin merasa kedinginan dan mulai menggigil untuk menghasilkan lebih banyak panas tubuh. Terdapat beberapa kondisi penyebab yang memicu demam yang umumnya gejala dari suatu penyakit, seperti:

Baca Juga: Inilah 4 Penyakit yang Sering Ditandai dengan Demam

  • Flu, pilek, atau radang tenggorokan.

  • Anak-anak yang telah mendapatkan imunisasi, seperti difteri, tetanus, campak atau MMR

  • Tumbuhnya gigi pada anak.

  • Penggumpalan darah.

  • Sengatan matahari yang ekstrim.

  • Keracunan makanan.

  • Konsumsi antibiotik tertentu.

  • Dan, berbagai macam penyakit lainnya.

Biasanya kondisi demam disertai pula dengan berkeringat, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, hilang nafsu makan, dan lemas. Gejala-gejala tersebut wajar dan akan hilang sendirinya ketika panas sudah mulai menurun. Apabila demam membuat kamu atau Si Kecil tidak nyaman, ada beberapa hal yang dapat lakukan untuk mengurangi gejala dan ada pula beberapa hal yang tidak boleh dilakukan. Berikut tips untuk mengurangi gejala demam.

1. Konsumsi Obat Penurun Demam

Salah satu cara sederhana untuk menurunkan demam adalah mengonsumsi obat penurun demam, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Acetaminophen bisa diberikan kepada bayi yang berumur dua bulan. Tapi untuk alasan keamanan, sebaiknya tanya dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat apa pun untuk Si Kecil.

Sedangkan ibuprofen, boleh diberikan kepada anak berusia di atas enam bulan. Hindari memberikan aspirin kepada anak-anak dibawah usia 18 tahun. Aspirin hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa saja.

Baca Juga: Langsung Minum Obat Saat Demam, Bolehkah?

2. Minum Banyak Cairan

Menjaga jumlah cairan tubuh sangat penting untuk menghindari dehidrasi. Suhu tubuh yang cenderung naik menyebabkan pengidap demam mengeluarkan banyak keringat. Nah, untuk mengganti cairan yang telah keluar melalui keringat ini adalah dengan mengonsumsi cairan.  Selain untuk mencegah dehidrasi, meminum cairan juga membantu mendinginkan tubuh.

3. Kompres Hangat

Kompres mungkin sudah familiar untuk menurunkan demam, terutama untuk anak-anak.  Tahukah kamu bahwa kompres demam yang benar adalah menggunakan air dingin bukan air hangat? Kompres dingin malah bisa menghambat proses dalam melawan infeksi, sebab alih-alih menurunkan panas, suhu tubuh malah akan semakin meningkat. Kompres dingin lebih tepat dilakukan untuk mengobati nyeri otot bukan menurunkan demam.

Saat mengalami demam, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat yang cenderung membuat kita tidak nyaman karena badan terasa lengket. Nah, mandi mungkin menjadi hal yang tepat untuk membersihkan tubuh. Lantas, apakah boleh mandi pakai air dingin saat demam?

Baca Juga: 3 Hal yang Mesti Ibu Lakukan Bila Si Kecil Terkena Demam

Bolehkah Mandi Air Dingin Saat Mengalami Demam?

Mandi diduga dapat membantu menurunkan demam, tapi lebih baik hindari menggunakan air dingin saat mandi. Seperti halnya kompres, kompres air dingin saja tidak dianjurkan apalagi mandi yang akan membilas seluruh tubuh kita? Mandi air biasa atau dingin malah akan membuat tubuh menggigil karena ada perubahan suhu secara tiba-tiba pada tubuh.

Panasnya tubuh yang bertemu dinginnya air malah akan memperburuk demam. Maka dari itu, saat mengalami demam sebaiknya mandi dengan air hangat yang bisa membuat tubuh rileks dan membuka pori-pori tubuh yang membantu membuang panas tubuh, sehingga demam bisa segera turun.

Kalau kamu mengalami kondisi medis di atas, sebaiknya segera buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!