• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Segala Hal Tentang Diet Fleksitarian yang Perlu Diketahui

Segala Hal Tentang Diet Fleksitarian yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Berbagai cara bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh, salah satunya dengan melakukan pola makan sehat. Vegetarian menjadi salah satu pola makan yang banyak digemari karena dinilai cukup efektif untuk menghindari tubuh dari berbagai gangguan kesehatan. Namun, mengubah pola makan menjadi vegetarian nyatanya tidak semudah itu. Jangan khawatir, kamu bisa menjalani diet fleksitarian sebagai solusi untuk mencoba gaya hidup yang lebih sehat.

Baca juga: Langsing dengan Diet Fleksitarian

Diet fleksitarian merupakan gabungan dari dua kata, yaitu fleksibel dan vegetarian. Dengan begitu, menjalani diet fleksitarian artinya mengurangi porsi makan daging dan berlemak, tetapi memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Tidak ada salahnya mengetahui lebih banyak mengenai diet fleksitarian yang bisa kamu jalani, di sini!

Kenali Diet Fleksitarian

Diet fleksitarian menjadi salah satu pola makan yang ditemukan oleh ahli diet Dawn Jackson Blatner. Diet fleksitarian bertujuan untuk membantu orang-orang yang ingin mencoba menjalani pola makan vegetarian, tetapi masih mengonsumsi protein hewani dalam jumlah yang sedikit. Itulah mengapa jenis diet ini memiliki nama gabungan fleksibel dan vegetarian.

Namun, karena masih mengonsumsi protein hewani, maka seseorang yang menjalani diet fleksitarian belum bisa dibilang vegetarian atau vegan. Diet vegetarian sendiri merupakan pola makan di mana seseorang tidak mengonsumsi daging saja. Sedangkan diet vegan, sepenuhnya membatasi pengonsumsian daging, hingga ikan, susu, telur, dan semua produk hewani.

Selain itu, diet fleksitarian tidak memiliki aturan dalam jumlah kalori maupun nutrisi dan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Untuk itu, banyak yang mengatakan fleksitarian merupakan gaya hidup dibandingkan diet. 

Baca juga: Banyak Daging atau Sayur Agar Lebih Kuat Puasa?

Pola Makan Diet Fleksitarian

Berikut ini cara yang bisa kamu lakukan untuk memulai diet fleksitarian:

  1. Perbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian.
  2. Fokuslah pada protein nabati dibandingkan dengan protein hewani.
  3. Kurangi konsumsi daging atau protein hewani lainnya secara perlahan. Dalam hal ini, bersikaplah fleksibel untuk menghindari gangguan kesehatan yang akan terjadi.
  4. Konsumsilah makanan yang diproses dengan cara yang aman, misalnya dikukus atau direbus.
  5. Sebaiknya perhatikan jenis dan jumlah makanan yang kamu konsumsi daripada membatasi makanan yang dikonsumsi.
  6. Batasi gula dan pemanis buatan.

Ketika kamu menjalani diet fleksitarian, maka kamu akan fokus untuk memperbanyak makanan nabati dibandingkan daging atau hewani. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat menjalani diet fleksitarian, seperti sayuran, buah, gandum, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan.

Seseorang yang menjalani diet fleksitarian masih diperbolehkan mengonsumsi susu dan telur yang menjadi asupan protein saat kamu tidak mengonsumsi daging. Susu juga dinilai baik untuk menjaga asupan kalsium dan vitamin D dalam tubuh.

Manfaat dan Efek Samping Diet Fleksitarian

Menjalani diet fleksitarian nyatanya dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, menghindari penyakit diabetes, membantu kamu menurunkan berat badan, hingga menurunkan risiko penyakit kanker.

Baca juga: 3 Jenis Diet untuk Turunkan Berat Badan Usai Libur Lebaran

Namun, perhatikan juga beberapa efek samping bagi seseorang yang menjalani diet fleksitarian. Mengurangi pengonsumsian daging atau produk hewani dapat menyebabkan kamu mengalami kekurangan zat besi yang berakibat pada penyakit anemia. Untuk mencegah kondisi ini, sebaiknya perhatikan beberapa jenis makanan nabati yang memiliki kandungan zat besi, seperti kacang kedelai, gandum, hingga sayuran hijau.

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter seputar diet fleksitarian yang akan kamu jalani. Selain untuk mencegah gangguan kesehatan yang mungkin terjadi, kamu juga bisa mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. The Flexitarian Diet: A Detailed Beginner's Guide.
Very Well Fit. Diakses pada 2020. What Is the Flexitarian Diet.