Segala Hal tentang Radiologi Anak yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Radiologi

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan radiologi tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada anak, terutama jika ada indikasi yang menyertainya. Karena peserta pemeriksaan adalah anak-anak, otomatis dosis radiasi yang digunakan juga sangat kecil, supaya tidak membahayakannya. Berikut beberapa pemeriksaan radiologi yang dilakukan pada anak:

Baca juga: Ini Prosedur Melakukan Rontgen Dada

1. Rontgen

Rontgen merupakan pemeriksaan dengan melakukan pemindaian menggunakan alat dengan nama Basic X-ray Unit (BXU) sebagai sumber radiasi. Hasil rontgen dengan alat ini akan berupa film rontgen (film X-Ray). Sebelum melakukan proses pemindaian, sebaiknya hindari anak dari benda-benda yang menghalangi proses diagnostik, seperti kalung, gelang, atau benda lainnya. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh anak dengan gejala berikut:

  • Anak dengan pembentukan lubang anus yang tidak sempurna. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan dan mengetahui penyebab tersumbatnya feses yang keluar.

  • Anak dengan kecurigaan mengidap DBD. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat cairan pada paru-paru. Jika memang ditemukan, maka tingkat keparahan penyakit sudah dipastikan tinggi.

  • Anak dengan pertumbuhan yang tidak sesuai. Pemeriksaan ini dilakukan jika ada kecurigaan adanya ketidakseimbangan pertumbuhan pada anak.

2. USG

USG atau ultrasonografi merupakan pemindaian yang dilakukan dengan bantuan gelombang ultrasonik untuk mengetahui bentuk, ukuran, gerakan serta hubungan dengan jaringan sekitarnya. USG dianggap pemeriksaan paling aman karena tidak menggunakan sumber dari sinar-X atau magnet. 

USG sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu USG dua dimensi, USG tiga dimensi, dan USG empat dimensi. Semakin tinggi angka, maka pemindaian gambar yang dihasilkan akan semakin jelas. USG pada anak dilakukan dengan puasa mengonsumsi susu sebelum melakukan pemindaian, karena diketahui ada zat dalam susu yang dapat mengganggu hasil pemeriksaan. Semakin lama menjalani puasa, semakin banyak minum air putih, dan menahan pipis akan membuat gampai yang dipindai semakin baik hasilnya.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Lakukan Rontgen Paru-Paru

3. CT Scan

CT scan merupakan pemeriksaan pemindaian gambar pada organ yang diperiksa dengan menggunakan mesin CT scan yang dilengkapi dengan sinar-X dan detektor. Pemeriksaan ini dipilih guna mengetahui kelainan yang sulit dideteksi melalui pemeriksaan rontgen, seperti hidrosefalus. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan guna memastikan adanya gangguan pada otak anak.

Saat proses pemeriksaan berlangsung, anak harus dalam keadaan tenang tenang. Dalam beberapa kondisi, bisa saja balita diberikan obat penenang agar pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar.

4. MRI

MRI merupakan alat diagnostik canggih yang menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio guna menghasilkan gambaran organ tubuh yang dipindai. Pemeriksaan ini dapat dilakukan seluruh bagian tubuh, terutama pada area kepala dan tulang belakang. Pemeriksaan ini akan menghasilkan gambar yang jelas tanpa melibatkan sinar radiasi. Prosedur ini tidak membutuhkan persiapan khusus dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Pemeriksaan ini dilakukan di dalam medan magnet yang akan menarik benda yang mempunyai logam. Untuk itu, penting untuk melepaskan benda logam yang dipakai sebelum memulai prosedur pemeriksaan. Jika peserta memiliki benda yang bersifat logam dalam tubuhnya, kemungkinan prosedur ini harus dibatalkan karena takut melukai peserta.

Baca juga: Ketahui 6 Gangguan yang Bisa Diketahui dengan Rontgen Dada

Untuk lebih jelasnya, ibu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui Halodoc. Penanganan yang tepat bisa mencegah Si Kecil dari penyakit dan komplikasi yang berbahaya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk,  download aplikasinya segera!