• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seimbangkan Mikrobioma Kulit untuk Lawan Jerawat Membandel!
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seimbangkan Mikrobioma Kulit untuk Lawan Jerawat Membandel!

Seimbangkan Mikrobioma Kulit untuk Lawan Jerawat Membandel!

6 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 Desember 2022

“Ketidakseimbangan mikrobioma kulit bisa mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, dan menyebabkan peradangan kulit pada jerawat. Penting untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme tersebut menggunakan produk perawatan kulit yang tepat.”

Seimbangkan Mikrobioma Kulit untuk Lawan Jerawat Membandel!Seimbangkan Mikrobioma Kulit untuk Lawan Jerawat Membandel!

Halodoc, Jakarta – Jerawat adalah masalah kulit yang umum dialami banyak orang dan cukup menjengkelkan karena dapat mengganggu penampilan.

Umumnya, jerawat diketahui terbentuk akibat produksi minyak berlebih pada wajah, kuman, dan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Namun, sebenarnya ada banyak faktor yang berperan dalam munculnya jerawat pada wajah. 

Salah satu faktor yang diketahui baru-baru ini berperan besar dalam perkembangan jerawat adalah ketidakseimbangan mikrobioma kulit. Nah, menjaga keseimbangan mikrobioma kulit mampu mengatasi jerawat bahkan mencegahnya muncul kembali. 

Mengenal Mikrobioma Kulit dan Perannya

Mikrobioma kulit atau kadang-kadang disebut juga flora kulit adalah istilah untuk triliunan mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur) yang hidup di kulit kita. Ada 1.000 spesies bakteri dan hingga 80 spesies jamur yang berbeda. Beberapa spesies di antaranya merupakan penghuni mikrobioma usus, seperti spesies Staph, Strep, dan Candid. Namun, ada juga beberapa spesies yang ada di area kulit tertentu tetapi jumlahnya lebih banyak di usus.

Mikrobioma kulit bisa berubah tergantung pada “relung lingkungan”, atau lokasi. Makhluk mikro tersebut juga bervariasi tergantung pada jumlah cahaya dan kondisi kulit (lembap, kering, atau berminyak). 

Mikrobioma kulit juga berbeda tergantung usia dan jenis kelamin. Misalnya, seorang remaja laki-laki yang mengalami perubahan hormonal selama masa pubertas dan biasanya lebih banyak berkeringat, memiliki mikrobioma yang sangat berbeda bila dibandingkan anak-anak yang belum mengalami pubertas dengan sedikit aktivitas.

Nah, mikrobioma kulit ini berperan dalam menjaga kesehatan kulit wajah. Mikroorganisme yang sehat bisa melindungi kulit terhadap infeksi dengan cara yang sama seperti mikrobioma usus yang baik, yaitu menekan pertumbuhan berlebih organisme patogen. 

Mikrobioma kulit lebih menyukai lingkungan yang relatif asam (pH sekitar 5,0), yang juga menghambat pertumbuhan patogen. Selain itu, mikrobioma dan sistem kekebalan kulit juga berkaitan satu sama lain secara teratur untuk meredakan peradangan. 

Ketika pertumbuhan mikrobioma mulai tidak terkendali, sistem kekebalan bisa melepaskan berbagai peptida antimikroba, seperti cathelicidin untuk membantu menyeimbangkan semuanya. Demikian juga, penghuni bakteri baik kita bisa menghambat pelepasan senyawa inflamasi dari sistem kekebalan tubuh.

Mikrobioma kulit juga membantu penyembuhan luka, membatasi paparan alergen, meminimalkan kerusakan oksidatif, dan menjaga kulit tetap kenyal dan lembap.

Baca juga: 10 Cara Alami untuk Menghilangkan Jerawat

Ketidakseimbangan Mikrobioma Kulit Bisa Sebabkan Jerawat

Interaksi antara mikroba kulit dan imunitas tubuh seseorang semakin diyakini memiliki peran penting dalam berkembangnya jerawat. Pada orang yang berjerawat, ditemukan adanya komposisi dan aktivitas mikroba yang terganggu.

Cutibacterium acnes (C. acnes atau yang sebelumnya disebut Propionibacterium acnes) dianggap sebagai penyebab jerawat yang paling umum. Patogen ini umumnya ditemukan di daerah yang kaya akan sebum (minyak kulit), seperti pada kulit kepala, wajah, dada, dan punggung. 

Kendati demikian, C. acnes paling banyak ditemukan pada kulit kepala dan wajah. Namun, berbeda dari pemikiran sebelumnya, perkembangan C. acnes yang berlebihan tidak terkait dengan munculnya jerawat. 

Memang, jumlah C. acnes pada orang yang berjerawat ada banyak, tapi orang berkulit sehat juga memiliki patogen tersebut dalam jumlah banyak. Bahkan, sedikit lebih banyak daripada orang yang berjerawat.

Jadi, bukan jumlah C.acnes yang memicu jerawat, melainkan hilangnya keragaman mikroba dan ketidakseimbangan antara filotipe (urutan DNA) C. acnes yang tampaknya berperan dalam memicu jerawat. Dalam beberapa kasus bahkan bisa menyebabkan penyakit kulit inflamasi kronis. 

Nah, hilangnya keragaman atau ketidakseimbangan filotipe C. acnes, juga sudah terbukti bertindak sebagai pemicu aktivasi sistem kekebalan tubuh yang dimiliki seseorang sejak lahir (imunitas bawaan), yang menyebabkan peradangan kulit pada jerawat. 

Dengan begitu, menjaga keseimbangan mikrobioma bisa menekan peradangan melalui penurunan regulasi imunitas bawaan. Itulah mengapa menjaga keseimbangan mikrobioma kulit penting untuk mencegah munculnya jerawat.

Tips Menjaga Keseimbangan Mikrobioma Kulit

Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga keseimbangan mikrobioma kulit:

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan tetap terhidrasi

Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang kamu konsumsi bisa memengaruhi kulit dan mikrobioma kulit dalam banyak hal. Jadi, konsumsilah makanan sehat bergizi seimbang yang mengandung lemak baik, protein, karbohidrat, dan juga sayuran berwarna. Selain itu, jauhi juga makanan olahan dan makanan manis.

2. Cari tahu dan jauhi makanan pemicu

Mikrobioma kulit mungkin juga bisa dipengaruhi oleh peradangan internal, jadi batasilah makanan yang diketahui bisa mengiritasi kulit. Misalnya, produk susu dan gluten, yang keduanya diketahui bisa memperburuk berbagai masalah kulit, termasuk eksim dan jerawat.

Baca juga: Awas, Kenali 4 Makanan Penyebab Jerawat di Wajah

3. Rutin berolahraga

Bila pola makan kamu sehat, keringat yang kamu hasilkan kemungkinan bisa menjadi prebiotik yang memperkuat mikrobioma kulit. Itulah mengapa berolahraga tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tapi juga untuk kesehatan kulit. Selain bisa membuat kamu berkeringat, olahraga juga meningkatkan aliran darah ke kulit yang memberi nutrisi penting dan oksigen pada kulit.

4. Kelola stres dengan baik

Stres bisa menyebabkan beragam masalah pada kesehatan tubuh, termasuk kulit wajah. Jadi, temukan cara manajemen stres yang paling cocok untukmu. Misalnya seperti yoga atau meditasi.

5. Gunakan La Roche Posay

Selain cara-cara di atas, kamu juga bisa menggunakan produk perawatan kulit berkualitas, seperti La Roche Posay, yang bisa membantu menjaga keseimbangan mikrobioma kulit. Beberapa produk La Roche Posay berikut bisa membantu kamu mengatasi jerawat dan mencegahnya muncul kembali: 

  • Effaclar Duo+ (40ml dan 15ml)

Effaclar Duo+ adalah moisturizer untuk kulit berminyak dan berjerawat. Produk ini dapat melawan jerawat secara intensif dan mengurangi kemungkinan jerawat muncul kembali dengan kandungan Aqua Posae Filiformis (prebiotik yang dipatenkan oleh La Roche Posay). Kandungan prebiotik tersebut mampu menyeimbangkan kembali mikrobioma kulit untuk jangka panjang. 

Selain itu, terdapat juga kandungan lainnya yang juga bermanfaat untuk membantu mengatasi dan menyamarkan jerawat, serta noda akibat jerawat. Contohnya Salicylic acid, LHA, Procerad, Niacinamide, Procerad, sama Zinc.

Produk ini mampu mengurangi jerawat yang sulit hilang (46%), jerawat yang meradang (59%), dan noda bekas jerawat (42%).

Effaclar Duo+ memiliki tekstur gel-cream yang menghidrasi, sehingga bebas kilap dan cocok digunakan sebagai base make up. Moisturizer dari La Roche Posay ini 100% tidak berminyak, 100% cepat menyerap, 95% tidak lengket berdasarkan uji instrumen.

  • Effaclar H Iso Biome Moisturizer 40ml

Selain Effaclar Duo +, ada juga Effaclar H Iso-biome Ultra Soothing Hydrating Care 40ml. Moisturizer ini merupakan pelembap untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat yang menjadi rapuh dan kering akibat terapi obat jerawat. 

Effaclar H Iso-Biome mengandung Vitamin B5, Squalene, dan Niacinamide untuk menenangkan, melembapkan, dan memperbaiki kulit. Formula pelembap ini juga dilengkapi dengan ekstrak Orellana dan Procerad untuk mengatasi masalah kulit serta menghidrasi kulit secara intens. 

Effaclar H Iso-Biome juga mengandung Aqua Posae Filiformis, yaitu kandungan prebiotik yang dapat memperkuat lapisan pelindung kulit. 

Dengan begitu, manfaat produk pelembab satu ini mampu membantu merawat dan mempertahankan lapisan pelindung kulit, menyejukkan kulit yang kering dan teriritasi ringan, serta memberikan rasa nyaman pada kulit. 

Produk ini telah diuji di bawah pengawasan dermatologis untuk kulit yang rapuh dan kering akibat terapi obat jerawat, seperti perawatan isotretinoin. Effaclar H Iso-biome moisturizer merupakan produk non-comedogenic dan sudah allergy tested.

  • Effaclar H Iso-biome Soothing Cleansing Cream 200ml 

Merupakan pembersih wajah yang menghidrasi kulit, cleansing cream dari La Roche Posay ini cocok untuk kulit berjerawat yang kering dan rapuh akibat terapi obat jerawat, karena bisa membantu menyejukkan serta memberikan rasa nyaman pada kulit. 

Effaclar H Iso-biome soothing cleansing cream mengandung Shea Butter, Glycerin, dan Niacinamide untuk menenangkan, melembapkan, dan memperbaiki kelembapan kulit. 

Formula pembersih ini juga dilengkapi dengan ekstrak Orellana untuk melawan jerawat serta menghidrasi kulit secara intens, serta didukung oleh Aqua Posae Filiformis, yaitu kandungan prebiotik yang dapat merawat kekuatan lapisan pelindung kulit. 

Produk ini telah diuji di bawah pengawasan dermatologis, sudah allergy-tested dan tidak menyumbat pori – pori (non-comedogenic)

Itulah penjelasan pentingnya menjaga keseimbangan mikrobioma kulit untuk melawan jerawat. Nah, kamu bisa mendapatkan obat dan vitamin, serta produk perawatan kulit La Roche Posay melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
Mind Body Green. Diakses pada 2022. Skin Microbiome 101: How To Nurture Good Bacteria & Glowing Skin.
American Journal of Clinical Dermatology. Diakses pada 2022. The Skin Microbiome: A New Actor in Inflammatory Acne.
Journal of Clinical Medicine. Diakses pada 2022. Potential Role of the Microbiome in Acne: A Comprehensive Review