• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sekilas Mirip, Ini Bedanya Gejala Tifus dan Campak

Sekilas Mirip, Ini Bedanya Gejala Tifus dan Campak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Mengalami kondisi demam yang tidak reda dalam beberapa hari tentunya membuat kamu khawatir akan kondisi kesehatan. Nyatanya, demam merupakan gejala umum dari gangguan kesehatan yang bisa kamu alami kapan saja, di antaranya adalah penyakit tifus dan juga campak. Ya, kedua penyakit ini menyebabkan pengidapnya mengalami kondisi demam selama beberapa hari.

Baca juga: Awas, Demam Tinggi pada Anak Menandai 4 Penyakit Ini

Tidak hanya itu, beberapa gejala lain yang mirip juga akan dialami oleh pengidap tifus dan juga campak, seperti munculnya ruam-ruam kemerahan pada kulit. Namun, meskipun mirip, nyatanya kedua penyakit ini memiliki beberapa gejala yang berbeda. Tidak ada salahnya ketahui beberapa perbedaan gejala dari penyakit tifus dan juga campak, di sini.

Kenali Perbedaan Campak dan Tifus

Sebelum mengetahui perbedaan gejala dari penyakit tifus dan campak, tidak ada salahnya kenali terlebih dahulu mengenai kedua jenis penyakit ini. Penyakit tifus sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi akibat bakteri Salmonella typhii, yang masuk ke dalam usus dan berkembang biak pada saluran pencernaan manusia.

Sedangkan penyakit campak, disebabkan oleh virus campak yang dapat ditularkan pada orang lain melalui percikan air liur saat pengidap campak bersin, berbicara, atau batuk. Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh hidung atau mulut setelah memegang benda yang terpapar virus campak.

Inilah Perbedaan Gejala Tifus dan Campak

Berbagai gangguan kesehatan nyatanya dapat ditandai dengan munculnya kondisi demam. Kondisi ini terjadi akibat adanya reaksi dari sistem imun tubuh yang melawan infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh jamur, bakteri, maupun virus. Seseorang dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuh meningkat lebih dari 38 derajat Celsius.

Baca juga: Bisakah Orang Lanjut Usia Terkena Campak

Ada beberapa penyakit yang sering menyebabkan pengidapnya demam, seperti penyakit tifus dan juga campak. Tidak hanya demam, nyatanya kedua penyakit ini menyebabkan pengidapnya mengalami ruam pada bagian kulit. Namun meskipun gejalanya mirip, kedua penyakit ini nyatanya tetap memiliki perbedaan yang perlu kamu ketahui.

1.Demam

Kondisi demam yang kamu alami. Pada pengidap tifus nyatanya demam akan muncul sebagai tanda awal dari infeksi bakteri penyebab tifus. Biasanya kondisi demam akan terjadi pada minggu pertama setelah masa inkubasi. Demam yang dialami pengidap tifus juga tidak langsung meningkat tinggi, tetapi akan meningkat secara perlahan hingga mencapai 39–40 derajat Celsius. Demam yang disebabkan oleh penyakit tifus nyatanya akan disertai dengan kondisi sakit kepala, lemas, batuk kering, serta mimisan.

Sedangkan demam pada penyakit campak akan muncul sebagai gejala lain setelah gejala awal muncul pada tubuh, yaitu ruam-ruam kemerahan. Setelah ruam muncul, 3–5 hari kemudian pengidap campak akan mengalami kondisi demam. Demam yang disebabkan oleh penyakit campak biasanya akan disertai dengan gejala lain, seperti pegal linu dan hidung tersumbat, 

2.Ruam Kemerahan

Ruam menjadi tanda lain dari tifus maupun campak. Namun, perhatikan ruam yang muncul. Pada pengidap tifus, nyatanya ruam akan muncul pada minggu kedua yang berupa bintik-bintik merah dan muncul pada bagian perut serta dada. 

Sedangkan ruam kemerahan yang disebabkan oleh campak, akan muncul pada wajah hingga leher kemudian menyebar pada seluruh tubuh. Ruam yang disebabkan oleh campak awalnya akan memiliki ukuran yang kecil, tetapi lama-kelamaan dapat menyatu dan menjadi ruam besar.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Tipes

Itulah perbedaan gejala yang perlu kamu perhatikan terkait dengan penyakit tifus dan campak. Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan untuk mendeteksi keluhan kesehatan yang kamu alami terkait penyakit tifus maupun campak. Pendeteksian lebih dini tentunya dapat membuat kamu melakukan pengobatan dengan tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid Fever