• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sekolah Tatap Muka, Fakta Vaksinasi untuk Pelajar

Sekolah Tatap Muka, Fakta Vaksinasi untuk Pelajar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sekolah Tatap Muka, Fakta Vaksinasi untuk Pelajar

Halodoc, Jakarta - Rencana kembali dibukanya kegiatan sekolah tatap muka di beberapa daerah pada Juli 2021 menjadi perhatian banyak pihak. Beberapa orangtua dan siswa memang mengeluhkan ketidakefektifan kegiatan secara daring, namun kegiatan sekolah tatap muka bukan tanpa risiko. Apalagi hingga kini belum ada vaksin yang bisa diberikan untuk anak-anak.

Namun, kabar baik datang dari salah satu produsen vaksin COVID-19 asal Amerika Serikat, yakni Pfizer. Mereka telah mengumumkan hasil uji klinisnya pada anak dan remaja dan mereka mengklaim bahwa vaksin Pini terbukti aman dan efektif bagi anak usia 12-15 tahun.

Baca juga: Ini Alasan Uji Coba Vaksin Corona pada Anak-Anak Harus Dimulai

Vaksin Corona untuk Anak dan Remaja

Penemuan vaksin yang aman untuk anak dan remaja ini cukup penting karena di banyak tempat, sekolah tatap muka akan kembali dibuka. Meski banyak pihak yang mendukung kegiatan sekolah tatap muka kembali diadakan, rencana ini dibayangi kekhawatiran karena hingga kini belum ada satu pun vaksin COVID-19 yang telah disetujui untuk digunakan oleh remaja di bawah usia 18 tahun.

Hingga kini, sejumlah produsen vaksin COVID-19 selain Pfizer juga telah berlomba-lomba mendapatkan data keamanan dan kemanjuran produknya untuk diberikan kepada anak dan remaja. Uji klinis vaksin juga sedang dilakukan di sejumlah negara untuk mendapat izin penggunaan kepada anak-anak. 

Salah satunya adalah Moderna, yang telah mengawali uji klinis vaksin berbasis mRNA pada anak usia 6 bulan hingga 11 tahun. Uji klinis ini dilaporkan telah melibatkan partisipan sebanyak 4.644 anak dan diperkirakan selesai akhir 2021 nanti.

Ada juga Johnson and Johnson yang telah mengumumkan rencananya untuk memulai uji coba pada anak usia 12 hingga 18 tahun. Sementara perusahaan asal Inggris, AstraZeneca, juga akan segera melakukan uji klinis pada usia 6-17 tahun.

Baca juga: Vaksin Flu Sebabkan Anak Terinfeksi Corona, Mitos atau Fakta?

Kapan Anak Indonesia Bisa Diberikan Vaksin?

Meski Pfizer telah menyatakan bahwa vaksin mereka aman dan efektif untuk anak-anak, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, belum bisa memastikan kapan anak Indonesia bisa menerima vaksin. Namun, Nadia menekankan bahwa vaksinasi COVID-19 saat ini diprioritaskan bagi para guru dan tenaga pendidik dan belum untuk siswa.

Nadia menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia masih menunggu rekomendasi WHO tentang vaksinasi pada anak dan vaksin apa saja yang bisa digunakan. Pasalnya, untuk bisa memberikan vaksin kepada anak sekolah, dr. Nadia menyebut perlu ada rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). Sayangnya, rekomendasi yang dimaksud ini belum ada hingga sekarang. 

Tips Mencegah COVID-19 pada Anak 

Secara sederhana, infeksi COVID-19 memiliki karakteristik yang sama dengan infeksi flu lain. Sehingga cara mencegahnya pun tak jauh berbeda. Ada beberapa upaya pencegahan yang bisa orangtua ajarkan pada anak agar terhindar dari virus corona, antara lain:

Ajarkan Cuci Tangan yang Benar

Mencuci tangan hingga bersih merupakan salah satu cara paling efektif untuk menghindari virus dan kuman. Namun, orangtua harus mengajarkan cara mencuci yang benar pada anak. Beri tahu anak bahwa mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya dilakukan selama 20 detik. Pastikan juga anak selalu membawa hand sanitizer saat mereka hendak bepergian. Ingatkan mereka untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah menyentuh benda atau barang, dan setelah bermain. 

Ajari Etika Batuk

Jika anak batuk, ajari untuk menutup mulut dan hidungnya menggunakan lekukan siku atau tisu. Setelah itu, buang tisu tersebut ke tempat sampah yang tertutup. Selama pandemi ini pun anak harus selalu menggunakan masker saat berada di tempat ramai, atau saat ia hendak keluar rumah.

Bersihkan Barang-Barangnya

Ingat, virus bisa hidup di permukaan benda selama 24 jam. Oleh sebab itu, bersihkanlah barang-barang yang sering digunakannya seperti meja, komputer, laptop, atau benda-benda lainnya.

Perkuat Sistem Imun Anak

Berikan anak makanan bergizi yang mampu memperkuat sistem imunnya. Contohnya, bayam, brokoli, bawang putih, kunyit, buah-buahan (jeruk, lemon, kiwi, beri, jambu, hingga pepaya), makanan laut (ikan, kerang, dan tiram), hingga yoghurt. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini 4 Fakta Virus Corona pada Anak dan Balita

Anak juga perlu mendapatkan istirahat yang cukup supaya tubuhnya tetap sehat secara keseluruhan. Namun, jika ibu masih ingin tahu tips lain untuk membantu mencegah anak terpapar virus, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc. Dokter di Halodoc akan selalu siaga memberikan saran kesehatan untuk kamu dan keluarga.

Referensi:
BBC News. Diakses pada 2021. Covid: Children 'Well Protected by Pfizer Vaccine'. 
Detik. Diakses pada 2021. Sudah Mau Sekolah Tatap Muka, Kapan Para Siswa Dapat Vaksin COVID-19?
Healthline. Diakses pada 2021. 15 Foods That Boost the Immune System.
Web MD. Diakses pada 2021. Coronavirus: What About My Kids?