• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selain Susu, Ini 7 Makanan yang Memicu Alergi pada Anak

Selain Susu, Ini 7 Makanan yang Memicu Alergi pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Selain Susu, Ini 7 Makanan yang Memicu Alergi pada Anak

“Telur, susu, dan kacang tanah adalah penyebab paling umum alergi makanan pada anak-anak, begitu juga dengan gandum, kedelai, dan kacang-kacangan. Selain itu, ikan dan kerang juga dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah pada anak.”

Halodoc, Jakarta – Alergi makanan adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap kandungan makanan yang masuk ke dalam tubuh sebagai benda asing sehingga menyerangnya. 

Anak-anak lebih cenderung mengalami alergi ketimbang orang dewasa bisa jadi karena  sistem pencernaannya belum sempurna, begitu juga imunitas tubuh yang belum beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Susu adalah salah satu makanan yang biasanya memicu alergi pada anak. Selain susu, ini adalah jenis makanan lain yang bisa memicu alergi anak!

Baca juga: Kenali Jenis-Jenis Alergi Berdasarkan Penyebabnya

Kenali Makanan Pemicu Alergi pada Anak

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Johns Hopkins Medicine, disebutkan kalau sekitar 90 persen dari semua alergi makanan disebabkan oleh makanan ini, yaitu: 

  • Susu;
  • Telur;
  • Gandum;
  • Kedelai;
  • Kacang tanah;
  • Ikan;
  • Kerang;
  • Beberapa jenis kacang-kacangan lainnya, seperti kacang almond, kenari, hazelnut, kacang mete, dan pistachio. 

Telur, susu, dan kacang tanah adalah penyebab paling umum alergi makanan pada anak-anak, begitu juga dengan gandum, kedelai, dan kacang-kacangan. Selain itu, beberapa jenis ikan dan kerang juga dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah pada anak.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, terkadang alergi ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan si anak. Namun, tidak jarang juga alergi menetap dan berlangsung seumur hidup.

Gejala alergi bisa bermacam-macam, mulai dari “hanya” bengkak sampai sangat parah. Gejala alergi dapat dimulai dalam beberapa menit hingga satu jam setelah menelan makanan. Berikut ini adalah gejala alergi makanan yang paling umum, yaitu:

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Alergi, Waspadai Gejala-Gejalanya

1. Muntah;

2. Diare;

3. Kram;

4. Gatal-gatal;

5. Pembengkakan;

6. Eksim;

7. Gatal atau bengkak pada bibir, lidah, atau mulut;

8. Gatal atau sesak di tenggorokan;

9. Sulit bernapas;

10. Mengi;

11. Menurunnya tekanan darah.

Alergi terhadap susu dan kedelai biasanya sudah langsung terlihat ketika anak-anak masih berusia sangat muda. Kalau anak masih bayi gejalanya bisa jadi rewel, menangis, adanya darah pada tinja, dan mengalami pertumbuhan yang buruk.

Baca juga: Ketahui Penyebab Munculnya Alergi pada Anak

Jika ini terjadi pada anak, biasanya dokter akan mengubah susu formula bayi menjadi susu formula kedelai atau ASI jika diduga anak diduga alergi ASI. Jika anak memiliki masalah dengan susu formula kedelai, ibu akan direkomendasikan mengganti susu dengan formula hipoalergenik yang mudah dicerna.

Gejala alergi susu atau kedelai mungkin mirip dengan masalah atau kondisi medis lain, kontak Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih valid. Kalau mau beli susu atau kebutuhan anak yang lain, ibu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc!

Mengenalkan Makanan Sejak Dini pada Anak

Menyusui secara eksklusif selama empat sampai enam bulan pertama, atau menggunakan formula hipoalergenik, dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh sambil menunda atau mencegah dermatitis atopik dan alergi susu.

Membatasi diet ibu selama kehamilan atau saat menyusui belum terbukti membantu mencegah berkembangnya alergi, tetapi memperkenalkan makanan padat secara bertahap dapat membantu mengecilkan risiko anak mengalami alergi. 

Cobalah memberikan anak makanan padat menginjak anak usia empat sampai enam bulan. Telur, susu, kacang tanah, ikan, dan kerang dapat diperkenalkan secara bertahap. Faktanya, menunda pengenalan makanan ini bisa meningkatkan risiko bayi terkena alergi.

Kemudian mengurangi paparan terhadap beberapa alergen, seperti tungau debu, dapat menunda atau mencegah gejala alergi atau asma. Paparan asap tembakau sebelum dan sesudah lahir juga meningkatkan risiko bayi mengalami mengi dan asma. Cari tahu informasi kesehatan seputar alergi anaknya lainnya di aplikasi Halodoc, yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Food Allergies in Children
American Academy of Allergy Asthma & Immunology. Diakses pada 2021. Prevention of Allergies and Asthma in Children