12 February 2019

Selalu Spontan, Bagaimana Hadapi Orang dengan Sindrom Tourette?

Selalu Spontan, Bagaimana Hadapi Orang dengan Sindrom Tourette?

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu melihat orang yang kerap tiba-tiba melakukan gerakan atau ucapan berulang di luar kendalinya? Itu namanya ‘tic’, gejala utama dari sindrom Tourette. Sindrom ini sering dialami oleh mereka yang berusia 2-15 tahun, dan lebih umum terjadi pada anak laki-laki, ketimbang perempuan. Bagaimana menghadapi orang dengan sindrom Tourette? Simak penjelasannya di sini!

Sebelumnya, tic yang merupakan gejala sindrom Tourette ini, biasanya hanya dialami selama kurang dari satu tahun. Namun, pada beberapa kasus, tic dapat terjadi selama lebih dari satu tahun, dan disertai berbagai gangguan perilaku. Meski hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebabnya, ada beberapa hal yang diduga memicu terjadinya sindrom ini, yaitu:

Baca juga: Bikin Pengidap Susah Tenang, Apa itu Sindrom Tourette?

1. Gangguan pada Sistem Saraf Otak

Beberapa studi menunjukkan, anak dengan sindrom Tourette memiliki cacat pada struktur, fungsi, atau zat kimia otak yang menghantarkan impuls saraf (neurotransmitter), termasuk serotonin dan dopamin.

2. Genetik

Pada kebanyakan kasus, kelainan gen yang diwarisi orang tua pada anak diduga dapat menjadi penyebab sindrom Tourette.

3. Lingkungan

Gangguan yang dialami ibu selama masa kehamilan dan persalinan juga diduga menjadi pemicu sindrom Tourette pada anak. Gangguan tersebut dapat berupa stres yang dialami ibu pada masa kehamilan atau proses kelahiran yang berlangsung lama. Selain itu, kondisi fisik bayi saat lahir juga diduga turut berdampak pada kemunculan sindrom ini, misalnya berat lahir di bawah normal.

Seperti Ini Gejalanya

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, gejala yang dialami oleh pengidap sindrom Tourette adalah tic. Namun, tic dapat diklasifikasikan lagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Motor Tics

Motor tics adalah gejala yang ditandai dengan melakukan gerakan yang sama secara berulang. Tic jenis ini dapat melibatkan kelompok otot dalam jumlah terbatas (simple tics), maupun beberapa otot sekaligus (complex tics). Beberapa gerakan yang termasuk ke dalam simple motor tics adalah berkedip, mengangguk, menggeleng, dan menggerak-gerakkan mulut. Sedangkan pada complex motor tics, penderita umumnya mengulang gerakan seperti menyentuh atau mencium suatu benda, meniru pergerakan suatu benda, menekuk atau memutar badan, meloncat, dan melangkah dalam pola tertentu.

Baca juga: Asal Nyeplos dan Bicara Tak Terkendali, Ciri-Ciri Sindrom Tourette

2. Vocal Tics

Tics jenis ini ditandai dengan pengeluaran suara yang berulang. Sama seperti motor tics, vocal tics juga bisa terjadi dalam bentuk simple tics maupun complex tics. Beberapa contoh dari simple vocal tics adalah batuk, berdeham, dan membuat suara menyerupai binatang seperti menggonggong. Sementara itu, pada complex vocal tics, gejala yang muncul adalah mengulang perkataan sendiri (palilalia) atau perkataan orang lain (echophenomena), dan mengucapkan kata-kata kasar dan vulgar (koprolalia).

Stres, cemas, kelelahan, atau sebaliknya terlalu bersemangat, bisa memperburuk tic. Selain itu, tic juga bisa memburuk di awal masa remaja, dan berkembang saat masa transisi dari masa remaja ke masa dewasa.

Bagaimana Menghadapi Pengidap Sindrom Tourette?

Hidup dengan sindrom Tourette dapat membuat pengidapnya merasa sendirian dan terisolasi. Ketidakmampuan untuk mengendalikan ledakan dan tics mungkin membuat pengidap sindrom ini merasa enggan untuk berpartisipasi dalam kegiatan normal. Oleh karena itu, jika pengidap sindrom Tourette adalah orang terdekat, pastikan untuk memperlakukannya sama seperti memperlakukan orang normal, dan beri ia dukungan jika sedang menjalani pengobatan.

Baca juga: Waspadai Sering Kejang, Ciri-Ciri Terserang Sindrom Tourette

Kelompok pendukung dan terapi kelompok dapat membantu pengidap sindrom Tourette untuk mengatasi depresi dan isolasi sosial. Bantu ia untuk bertemu dan menjalin ikatan dengan mereka yang memiliki kondisi yang sama dapat meningkatkan perasaan kesepian.

Terutama jika pengidap sindrom adalah orang terdekat atau orang yang disayangi, kamu sepertinya juga perlu bergabung dengan kelompok dukungan keluarga dan mencari tahu lebih dalam tentang sindrom ini. Semakin banyak kamu tahu tentang kondisinya, semakin kamu dapat membantu ia mengatasinya.

Jika terjadi pada anak, orangtua perlu memberitahu gurunya di sekolah tentang kondisi sang buah hati. Sebab, beberapa anak dengan sindrom Tourette kerap diintimidasi oleh teman sebayanya. Dengan memberitahu gurunya, diharapkan pihak sekolah juga dapat mengedukasi siswa lain untuk dapat memahami kondisi Si Kecil. Gejala tics juga mungkin dapat mengganggu anak dalam mengerjakan tugas sekolah. Bicarakan juga dengan gurunya agar bisa memberi maklum dan waktu ekstra untuk menyelesaikan tugas dan ujian.

Itulah sedikit penjelasan tentang sindrom Tourette. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!