Semua yang Harus Diketahui tentang Borderline Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Semua yang Harus Diketahui tentang Borderline Personality Disorder

Halodoc, Jakarta - Kesadaran akan kesehatan mental sekarang semakin tinggi. Apalagi dengan gaya hidup individualis yang kini banyak dijalankan oleh penduduk-penduduk modern, penyakit mental bisa muncul sebagai efek sampingnya. Pernah merasakan gangguan mental dengan gejala serius seperti perasaan, suasana hati dan perilaku yang tidak menentu? Sebaiknya kamu mewaspadainya, sebab ini bisa menjadi indikasi dari borderline personality disorder

Orang-orang yang mengidap borderline personality disorder (BPD) umumnya memiliki masalah dengan emosi dan pikiran. Bahkan mereka juga bisa memiliki perilaku ceroboh yang menyebabkan hubungan jadi tidak stabil. Penyakit mental serius ini pun lebih sering diidap oleh mereka yang menginjak usia remaja atau masa awal dewasa.

Baca juga: Ini Bedanya Gangguan Bipolar dan Borderline Personality Disorder 

Mengenal Lebih Dalam Tentang Borderline Personality Disorder

Aliansi Nasional untuk Penyakit Mental (NAMI) Amerika Serikat menyatakan bahwa persentase dari pengidap BPD ini bisa mencapai 5,9%. Kondisi ini pun lebih banyak didiagnosis pada perempuan daripada laki-laki. Sayangnya hingga kini masih banyak kesalahpahaman tentang kondisi ini, oleh karena itu terdapat beberapa hal yang wajib diketahui tentang penyakit mental serius ini. 

Orang yang mengalami kondisi ini akan sulit mengatur emosi mereka. Mereka bisa saja merasakan banyak hal untuk jangka waktu yang lama, dan akan lebih sulit bagi mereka untuk bisa kembali stabil. Beberapa orang dengan BPD bisa menjalani hidup seperti biasa, akan tetapi pada beberapa orang, ini mungkin sulit. Orang dengan BPD mungkin mengalami kesulitan untuk bertahan pada pekerjaan atau menyelesaikan pendidikan mereka, cenderung memiliki gangguan penyalahgunaan zat, terlibat dalam hubungan yang kasar, terlibat dalam kasus hukum, atau berbagai hal yang merugikan diri mereka sendiri.

Baca juga: 4 Faktor Risiko pada Remaja yang Bisa Terkena Borderline Personality Disorder 

Lantas, Apa Saja Gejala Borderline Personality Disorder yang Patut Diwaspadai?

National Institute of Mental Health (NIMH) menyebutkan tidak semua gejala yang akan disebutkan berikut dialami oleh pengidapnya, tetapi intensitasnya dapat bervariasi. Beberapa gejala tersebut menurut NIMH, antara lain:

  • Perubahan suasana hati;

  • Kerap marah pada hal yang tidak seharusnya, serta sulit mengendalikannya;

  • Memiliki ketakutan yang kuat akan ditinggalkan oleh keluarga dan teman-teman, yang dapat membuatnya sulit untuk mentolerir kesendirian;

  • Cemas dan depresi yang berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari;

  • Pola hubungan yang tidak stabil, bisa saja ia merasa penuh cinta namun kemudian muncul rasa ketidaksukaan atau kemarahan yang intens;

  • Citra diri yang goyah dan terdistorsi;

  • Perilaku impulsif dan berisiko, yang mencakup penyalahgunaan narkoba, seks yang tidak aman, mengemudi dengan ceroboh serta pengeluaran tidak terkendali;

  • Perilaku merugikan diri sendiri;

  • Disassociation (perasaan terputus dari diri sendiri atau perasaan tidak nyata) dan perasaan hampa.

Merasa memiliki salah satu dari beberapa gejala di atas? Jangan sepelekan! Segera bicarakan masalah yang mau rasakan dengan psikolog di Halodoc. Dengan hanya menggunakan smartphone, kamu bisa tanya dokter melalui Chat, Call atau Video Call di mana saja dan kapan saja.

Baca juga: Suka Marah-Marah Tanpa Sebab, Waspada Gangguan BPD

Apa Perawatan yang Direkomendasikan untuk Atasi Borderline Personality Disorder?

Psikoterapi adalah pengobatan utama untuk mengatasi kondisi ini, dan idealnya, satu atau dua sesi seminggu dengan seorang konselor yang membuat orang merasa nyaman adalah hal yang cukup. Beberapa gejala lebih mudah diobati daripada yang lain dan perawatan juga berfokus pada gangguan lain yang mungkin ada, seperti kecemasan, PTSD, atau depresi.

Dua jenis perawatan yang umum adalah Dialectical behaviour therapy (DBT), sebuah pendekatan pemecahan masalah yang mengajarkan pengidapnya akan keterampilan khusus untuk membantu mereka mengendalikan emosi yang intens dan mengurangi perilaku yang merusak diri sendiri. Tidak hanya itu, terapi berbasis mentalization dan terapi bicara yang membantu orang fokus pada kondisi mental mereka sendiri serta memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain juga efektif mengatasinya. 

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder.