• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seputar Bayi Tabung yang Perlu Calon Orangtua Ketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seputar Bayi Tabung yang Perlu Calon Orangtua Ketahui

Seputar Bayi Tabung yang Perlu Calon Orangtua Ketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 13 Juni 2022

“Bayi tabung atau in vitro fertilization adalah program kehamilan untuk mendapatkan momongan. Melalui program ini, pasangan perlu melalui berbagai tahapan.”

Seputar Bayi Tabung yang Perlu Calon Orangtua KetahuiSeputar Bayi Tabung yang Perlu Calon Orangtua Ketahui

Halodoc, Jakarta – Salah satu alternatif untuk dapat segera memiliki momongan adalah dengan program bayi tabung atau disebut juga in vitro fertilization (IVF). Keinginan untuk memiliki buah hati memang sudah biasa bagi pasangan yang telah menikah. Namun tidak semua pasangan mudah mendapatkan momongan. Ada pasangan yang memerlukan banyak usaha untuk mengusahakan kehamilan. Belum terjadinya kehamilan bisa diakibatkan oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, kesehatan, hingga masalah psikologi.

Kalau sudah begini, pasangan tentu mesti cermat memilih jenis terapi apa yang akan dilakukan agar dapat segera memiliki momongan. Program bayi tabung dinilai punya peluang keberhasilan yang besar untuk terjadi kehamilan. Nah, berikut berbagai hal mengenai bayi tabung yang perlu diketahui.

Hal yang Perlu Diketahui Soal Bayi Tabung

Program bayi tabung membutuhkan biaya yang tidak sedikit, rata-rata biayanya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Program ini seringkali diharapkan sebagian pasangan untuk memiliki anak. Namun, pasangan yang sudah memiliki anak pun tertarik ingin melakukan program ini dengan tujuan untuk menyeimbangkan jenis kelamin anak yang dimiliki dalam keluarga.

Di Indonesia sendiri, perkembangan dan peminat program bayi tabung sudah cukup tinggi. Bayi tabung sendiri tidak disarankan pada pasangan yang baru menikah. Program ini biasanya lebih ditujukan untuk pasangan yang berada pada masa subur di bawah 35 tahun dan kesulitan memiliki momongan. Program bayi tabung sendiri dilakukan dalam hitungan siklus. Sehingga perhitungan biaya untuk program bayi tabung ini pun dihitung per siklus.

Proses bayi tabung ini berbeda-beda, tergantung pada masalah yang dialami. Baik  dari sisi wanita atau dari sisi pria, perlu penanganan khusus. Pada akhirnya, biaya yang ditawarkan rumah sakit pun akan bergantung pada kompleks atau tidaknya masalah yang dialami pasangan untuk mendapatkan momongan.

Langkah-Langkah Program Bayi Tabung

Satu siklus IVF atau bayi tabung dapat memakan waktu antara 3-6 minggu. Seseorang mungkin memerlukan lebih dari satu siklus tergantung pada faktor risiko dan tingkat keberhasilan pengobatan. Berikut langkah-langkah program IVF pada umumnya:

1. Superovulasi

Langkah pertama proses bayi tabung adalah superovulasi, atau lebih sering disebut dengan hiperstimulasi ovarium terkontrol. Obat kesuburan ini mengandung hormon luteinizing atau hormon perangsang folikel. Tujuan pemberian obat ini adalah untuk membuat indung telur menghasilkan lebih banyak sel telur dari biasanya. Selama proses ini, pemeriksaan ultrasound transvaginal dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan ovarium. Sebagai alternatif, seseorang juga dapat menggunakan telur yang disumbangkan atau dibekukan.

2. Pengambilan telur

Langakah bayi tabung selanjutnya adalah pengambilan telur. Dokter menggunakan prosedur bedah kecil yang dikenal sebagai “aspirasi folikel” atau ‘pengambilan telur’ untuk mengumpulkan telur. Di bawah bimbingan ultrasound, jarum tipis akan dimasukkan melalui vagina dan ke dalam ovarium. Jarum kemudian akan dilekatkan pada alat penghisap untuk menghilangkan cairan folikel dan telur. Proses ini akan dilakukan dokter untuk setiap ovarium.

3. Inseminasi, fertilisasi, dan kultur embrio

Proses bayi tabung selanjutnya adalah inseminasi, fertilisasi dan kultur embrip. Telur yang dikumpulkan kemudian akan ditempatkan bersama dengan sperma dan disimpan di ruang khusus. Setelah beberapa jam, sperma akan memasuki sel telur. Terkadang sperma juga bisa langsung disuntikkan ke dalam sel telur. Proses ini dikenal sebagai injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI). 

Telur yang telah dibuahi kemudian akan membelah dan menjadi embrio. Begitu embrio mencapai tahap blastokista, beberapa rumah sakit umumnya akan menawarkan pengujian genetik praimplantasi (PGT). Teknik ini bertujuan untuk menyaring embrio guna mendeteksi kelainan kromosom atau aneuploidi.

4. Transfer embrio

Terkadang, rahim dapat  menerima lebih dari satu embrio. Penting untuk mendiskusikan jumlah embrio yang ditransfer dengan dokter saat menjalani program bayi tabung. Tetapi, dokter umumnya hanya akan mentransfer satu embrio. Sekitar 3-5 hari setelah pembuahan, transfer embrio dimulai dengan menggunakan tabung tipis atau kateter melalui vagina untuk menuju ke rahim. Ketika embrio menempel pada lapisan rahim (implantasi), maka  kehamilan bisa dikatakan  telah dimulai dan pertumbuhan embrio berlanjut.

Jika kamu berencana memiliki momongan, penting untuk kamu dan pasangan mengonsumsi vitamin. Vitamin dapat membantu menjaga daya tahan tubuh bahkan menjaga kesuburan. Dapatkan vitamin yang kamu butuhkan di toko kesehatan Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. In vitro fertilization (IVF).
Medical News Today. Diakses pada 2022. All you need to know about IVF.
WebMD. Diakses pada 2022. Infertility and In Vitro Fertilization.