• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seputar Oligomenorea, Gangguan Menstruasi pada Masa Subur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seputar Oligomenorea, Gangguan Menstruasi pada Masa Subur

Seputar Oligomenorea, Gangguan Menstruasi pada Masa Subur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 Januari 2022
Seputar Oligomenorea, Gangguan Menstruasi pada Masa Subur

"Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat meresahkan wanita. Salah satunya adalah oligomenore. Ternyata, kondisi ini bisa menyebabkan gejala masalah kesehatan yang lebih serius. Penting untuk memahami gejala dan menemukan penanganan yang tepat."

Halodoc, Jakarta - Oligomenore adalah perdarahan ringan yang jarang terjadi atau tidak normal pada wanita yang sedang menstruasi. Kondisi ini mengacu pada siklus menstruasi yang biasanya normal bergeser jadi lebih dari 35 hari. Atau wanita yang memiliki kurang dari sembilan periode menstruasi dalam setahun. 

Ada beberapa penyebab oligomenore, beberapa penyebab tidak berbahaya. Di sisi lain, kondisi ini bisa menjadi gejala masalah kesehatan yang lebih serius. Perlu diketahui, variasi dalam siklus menstruasi seseorang sepanjang hidup adalah kondisi normal. 

Gejala saat Terjadi Oligomenore

Hormon yang memengaruhi siklus menstruasi bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berbeda. Namun, jika siklus menstruasi seseorang tiba-tiba berbeda dan tidak kembali ke kondisi normal selama sebagian besar masa menstruasinya, sebaiknya cari tahu penyebabnya. 

Gejala oligomenore yang perlu disadari, yaitu:

  • Lebih dari 35 hari tanpa menstruasi.
  • Memiliki kurang dari sembilan periode menstruasi dalam setahun.
  • Siklus haid tidak teratur.
  • Periode menstruasi yang lebih ringan dari biasanya.

Ketika pendarahan yang berbeda terjadi, kamu mungkin mengalami gejala lain dari menstruasi. Seperti sindrom pramenstruasi, kram, dan kembung. Seseorang mungkin juga tidak mengalami gejala sama sekali. 

Darah mungkin berwarna cokelat tua, merah, atau merah muda terang. Kamu mungkin melihat adanya gumpalan atau lendir saat menyeka, pada pembalut atau tampon, atau pada pakaian dalam. 

Penyebab Terjadinya Oligomenorea

Dalam siklus menstruasi yang teratur, perubahan hormonal menandakan lapisan rahim menumpuk setiap bulan untuk persiapan sel telur yang telah dibuahi. Tentu saja telur tidak selalu sampai ke rahim. Ketika lapisan tidak diperlukan, jaringan akan mengelupas, melewati serviks dan masuk ke dalam vagina, dan meninggalkan tubuh dalam bentuk menstruasi. 

Proses ini terjadi setiap bulan atau lebih, meskipun variasi normal dalam siklus menstruasi bisa sedikit lebih lama atau lebih pendek dari 28 hari. Misalnya, kamu memiliki siklus menstruasi setiap 30 hari. Kemudian, menstruasi lebih jarang datang, setiap 35, 40, atau lebih hari. 

Kecuali, seseorang mengontrol siklus menstruasi dengan kontrasepsi hormonal, siklus menstruasi normalnya bervariasi dari bulan ke bulan. Berbagai penyebab oligomenore, yaitu:

  • Sering kali sebagai efek samping dari KB atau kontrasepsi hormonal. Beberapa wanita mengalami menstruasi yang lebih ringan selama tiga sampai enam bulan setelah menggunakan kontrasepsi. Terkadang, menstruasi bisa berhenti total.
  • Wanita muda yang menjalankan olahraga berat berpotensi mengalami kondisi ini. 
  • Memiliki gangguan makan, seperti anoreksia nervosa dan bulimia.
  • Oligomenore sering terjadi pada remaja dan wanita perimenopause karena kadar hormon yang berfluktuasi. 
  • Oligomenore bisa terjadi pada wanita yang mengalami diabetes atau masalah tiroid.
  • Kondisi ini umum terjadi pada wanita dengan kadar protein tinggi, yang disebut prolaktin dalam darah. Obat-obatan, seperti antipsikotik dan anti-epilepsi bisa menurunkan menstruasi. 

Perlu diketahui, oligomenore bukan kondisi yang serius. Periode menstruasi bisa disesuaikan dengan perubahan penggunaan kontrasepsi hormonal atau progestin. Hal yang perlu diwaspadai, ketika oligomenore merupakan gejala dari masalah kesehatan lain, seperti gangguan makan atau olahraga berlebihan. Kondisi ini tentu perlu diobati. 

Memiliki kurang dari empat siklus menstruasi per tahun selama bertahun-tahun, yang terjadi secara alami dan tanpa pengobatan, seperti pil KB, bisa meningkatkan risiko hiperplasia endometrium dan kanker endometrium. 

Jika secara teratur kamu tidak menstruasi selama lebih dari 35 hari, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penyebab dan penanganannya. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Oligomenorrhea
Very Well Health. Diakses pada 2020. An Overview of Oligomenorrhea