• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Serangan Jantung Dapat Disebabkan Aterosklerosis

Serangan Jantung Dapat Disebabkan Aterosklerosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Serangan jantung adalah kondisi kesehatan serius yang perlu diwaspadai, karena bisa membahayakan nyawa. Kondisi tersebut bisa terjadi karena aliran darah ke jantung tersumbat.

Penyumbatan yang paling sering menyebabkan serangan jantung adalah penumpukan lemak, kolesterol dan zat lainnya yang membentuk plak di arteri yang memberi nutrisi untuk jantung (arteri koroner). Selain penyumbatan, pengerasan dan penyempitan arteri atau aterosklerosis juga bisa menjadi penyebab serangan jantung. Berikut ulasannya.

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Aterosklerosis yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung

Aterosklerosis adalah penyempitan arteri yang disebabkan oleh penumpukan plak. Seiring bertambahnya usia, lemak, kolesterol dan kalsium bisa berkumpul di arteri dan membentuk plak. Plak tersebut akan menumpuk dan mengeras yang mempersempit arteri kamu, sehingga membuat darah sulit mengalir melewatinya. Akibatnya, organ dan jaringan yang terhubung ke arteri yang tersumbat tidak menerima cukup darah untuk berfungsi dengan baik.

Selain itu, lapisan halus dari plak juga bisa pecah dan menumpahkan kolesterol dan zat lain ke dalam aliran darah kamu. Hal ini menyebabkan penggumpalan darah yang bisa menghalangi aliran darah ke bagian tertentu dari tubuh. Bila gumpalan darah menghalangi aliran darah ke jantung, maka serangan jantung bisa terjadi.

Penyebab Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah penyakit yang berkembang secara lambat yang bisa dimulai sejak masa kanak-kanak. Meskipun penyebab pastinya tidak diketahui, aterosklerosis bisa dimulai dengan kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri. Kerusakan tersebut bisa disebabkan oleh:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Trigliserida tinggi, sejenis lemak (lipid) dalam darah.
  • Merokok dan sumber tembakau lainnya.
  • Resistensi insulin, obesitas, atau diabetes.
  • Peradangan akibat penyakit, seperti radang sendi, lupus, atau infeksi.

Baca juga: Kenapa Aterosklerosis Bisa Terjadi di Usia 20-an?

Waspada Gejala Aterosklerosis

Sayangnya, aterosklerosis sering kali tidak menimbulkan gejala sampai arteri hampir tertutup atau sampai kamu mengalami serangan jantung atau stroke. Bila menimbulkan gejala, gejala aterosklerosis berkisar dari sedang hingga berat dan tergantung pada arteri mana yang terpengaruh. Berikut gejala aterosklerosis:

  • Bila aterosklerosis terjadi di arteri jantung, kamu mungkin mengalami gejala berupa nyeri atau tekanan di dada (angina).
  • Bila aterosklerosis terjadi di arteri yang menuju otak, kamu mungkin mengalami gejala seperti mati rasa atau kelemahan mendadak pada lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau bicara cadel, kehilangan penglihatan sementara pada satu mata, atau otot terkulai di wajah. Itu adalah tanda dari serangan iskemik transien yang bila tidak ditangani bisa berkembang menjadi stroke.
  • Bila aterosklerosis terjadi pada arteri di lengan dan tungkai, kamu mungkin mengalami gejala penyakit arteri perifer, seperti nyeri kaki saat berjalan.
  • Bila aterosklerosis terjadi di arteri yang menuju ke ginjal, kamu akan mengalami tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.

Bila kamu mengalami gejala aterosklerosis seperti di atas, bicarakan dengan dokter. Perhatikan juga gejala awal aliran darah yang tidak memadai, seperti nyeri dada (angina), nyeri tungkai atau mati rasa.

Diagnosis dan pengobatan dini bisa menghentikan aterosklerosis agar tidak memburuk dan mencegah terjadinya serangan jantung. Kamu bisa memeriksakan kondisi kesehatan kamu dengan buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: 5 Prosedur untuk Mendiagnosis Arteriosklerosis

Cara Mencegah Aterosklerosis

Melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat sangat dianjurkan untuk mengobati ateroklerosis dan juga membantu mencegahnya. Gaya hidup sehat untuk mencegah aterosklerosis, antara lain berhenti merokok, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan yang sehat.

Nah, itulah penjelasan mengenai aterosklerosis yang bisa menyebabkan serangan jantung. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan kamu sehari-hari.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Arteriosclerosis / atherosclerosis.
WebMD. Diakses pada 2021. Atherosclerosis.