20 February 2019

Serba-Serbi Reaksi Psikologis dalam Situasi Negatif

Serba-Serbi Reaksi Psikologis dalam Situasi Negatif

Halodoc, Jakarta - Seperti halnya tubuh yang mengeluarkan respons berupa antibodi untuk melawan masuknya kuman, virus, dan bakteri yang menyebabkan penyakit, jiwa kamu memiliki respons terhadap berbagai ancaman yang dialami. Reaksi psikologi ini beragam, bergantung pada bentuk ancaman yang kamu dapatkan.

Misalnya, kamu memilih untuk melampiaskan kemarahan dan emosi dengan melemparkan barang, memarahi orang-orang, atau memilih untuk sibuk bekerja supaya segera lupa atas masalah yang sedang menerpa. Berikut ini beberapa respons atau reaksi yang sering dilakukan orang jika menghadapi situasi negatif.

  • Menyangkal

Kondisi ini sering terjadi pada seseorang yang tahu dirinya melakukan kesalahan, tetapi berkilah dengan mengatakan ia tidak melakukannya. Buruknya lagi, ia menuduh orang lain sebagai kambing hitam untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.

Kondisi ini banyak terjadi pada dunia kerja, atau bisa pada diri sendiri. Misalnya, kamu sering konsumsi alkohol dan merokok dalam berbagai situasi. Kamu selalu mengeluarkan bantahan bahwa kamu melakukannya hanya jika sedang tertekan atau jenuh dengan keadaan yang terkadang tidak sejalan.

Baca juga: Takut Berbicara di Depan Orang Banyak? Mungkin Ini Alasannya

  • Proyeksi

Proyeksi lebih mengarah pada keadaan yang membuat kamu berpikir sebaliknya atau cerminan dari apa yang sedang dirasakan. Misalnya, kamu tidak menyukai rekan kerja karena satu atau berbagai hal. Namun, kamu mengira bahwa rekan kerja yang tidak menyukai dirimu.

Contoh lainnya ketika kamu merasa ragu dan belum sepenuhnya yakin pada pasangan. Tetapi, kamu menuduh teman atau sahabat yang tidak mendukung hubungan kamu dengan pasangan.

  • Represi

Respons psikologi ini mengacu pada keinginan untuk melupakan semua masalah atau beban yang sedang menghimpit pikiran. Misalnya, kamu kehilangan orangtua atau sahabat dekat, pasti rasanya sedih dan menyesakkan. Namun, kamu lebih memilih untuk terus beranggapan bahwa mereka masih hidup dan bersama kamu sepanjang waktu, seperti sedia kala.

Baca juga: Baper Saat Dengar Lagu Sedih, Ketahui Bahaya Depresi

  • Sublimasi

Kondisi ini terjadi ketika kamu melampiaskan emosi dan perasaan negatif kamu pada semua hal yang positif. Misalnya, kamu bertengkar hebat dengan pasangan. Daripada melempar dan menghancurkan barang, kamu melampiaskannya dengan bekerja atau membersihkan rumah. Respons psikologi ini lebih sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

  • Pengalihan

Berkebalikan dengan sublimasi, pengalihan atau distraksi merupakan respon yang kamu berikan untuk meluapkan emosi dengan menghancurkan dan melemparkan barang-barang atau melampiaskannya dengan memarahi orang lain di sekitar kamu. Respons ini sering ditemui pada kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Dampak Perceraian pada Kesehatan

  • Rasional (Beralasan)

Respons ini berupa membuat semua perkataan, perbuatan, atau pikiran kamu yang sebenarnya salah menjadi lebih rasional dan beralasan. Contoh mudahnya adalah kamu selalu berangkat kerja terlambat. Ketika atasan menegur, kamu berargumen bahwa tempat tinggal jauh dan selalu terjebak kemacetan di perjalanan. Padahal, sebenarnya yang dibutuhkan adalah bangun dan berangkat lebih pagi.

  • Regresi

Regresi ditandai dengan kemunduran kondisi psikologi pada seseorang, seperti misalnya kembali ke masa kecil yang menunjukkan kurang matangnya seseorang dalam proses adaptasi terhadap lingkungannya. Misalnya, kamu melakukan kesalahan kecil dan mendapatkan teguran oleh atasan. sebagai reaksinya, kamu justru menangis terisak seperti anak kecil yang dimarahi oleh orang tuanya.

Demikian tadi beberapa respons psikologi yang sering ditunjukkan seseorang dalam menghadapi kekecewaan, kemarahan, beban, dan segala masalah yang menghadang. Kamu termasuk yang mana? Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang hal ini, kamu bisa kok bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, segera download aplikasi Halodoc di ponsel kamu ya!