Sering Alami Mimpi Buruk? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
sering-alami-mimpi-buruk-ini-penjelasannya

Halodoc, Jakarta - Saat tidur hampir sebagian besar orang mengalami mimpi, entah itu mimpi indah maupun mimpi buruk. Mimpi diklasifikasikan sebagai cerita yang diceritakan otak saat tidur berupa kumpulan klip, gambar, perasaan, dan ingatan yang tanpa sadar terjadi selama tahap gerakan mata cepat saat tertidur. 

Mimpi tidak selalu menyenangkan. Mimpi buruk juga umum bagi kebanyakan orang, dan dalam beberapa kasus dapat berulang terjadi. Untungnya, mimpi buruk sebenarnya cukup baik untuk sebagian besar. Beberapa profesional juga percaya bahwa mereka bahkan dapat berfungsi sebagai pesan. 

Pasalnya, mimpi buruk yang berulang dapat menjadi peristiwa buruk pula bagi pemimpinya. Mengapa hal itu terjadi? Apa artinya dan kapan mereka bisa menjadi sesuatu yang lebih serius?

Baca juga: Ketahui Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk

Alasan Orang Mengalami Mimpi Buruk dan Apa Artinya

Mimpi buruk terhubung dan berusaha membantu kamu dengan situasi yang tidak menyenangkan dalam hidup. Mimpi buruk berulang kemungkinan disebabkan oleh masalah sulit yang sedang berlangsung atau masalah yang belum diselesaikan. Bisa juga karena pola perilaku berulang yang mengarah ke masalah sulit berulang juga. 

Sebagian besar mimpi tidak secara literal, tetapi beberapa tema dalam mimpi atau simbol yang mungkin muncul yang dapat membantu kamu menguraikan apa yang ingin disampaikan oleh mimpi buruk. Misalnya, jika kamu terus menjalin toxic relationship, kemungkinan besar kamu akan mengalami mimpi buruk berulang tentang hubungan atau situasi tersebut. Atau jika kamu memiliki pola perilaku berulang untuk menghindari konfrontasi atau masalah sulit daripada menghadapinya, kamu akan cenderung mendapatkan mimpi berulang yang seolah mengejar kamu.

Keyakinan diri yang negatif, seperti "Aku tidak bisa dicintai," "Aku tidak berharga" atau "Aku tidak cukup baik," juga bisa berakhir dalam manifestasi mimpi. Semakin seseorang berpegang pada keyakinan negatif tentang diri, semakin menakutkan atau mimpi buruk yang terjadi.

Baca juga: Pengaruh Mimpi Buruk Terhadap Kondisi Psikologis

Penyebab umum lainnya dari mimpi buruk, terutama yang berulang, adalah trauma. Ini cenderung tidak simbolis di alam mimpi, melainkan replay dari peristiwa traumatis. Ini biasanya mimpi buruk stres pasca-trauma. Mimpi buruk yang berulang juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan atau obat-obatan, tetapi biasanya jarang terjadi. Jika kamu mengalami masalah tidur akibat mimpi buruk, kamu dapat menanyakan penanganannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc, lho!

Cara Menghentikan Mimpi Buruk

Untuk menghentikan mimpi buruk yang pernah terjadi, bersiaplah untuk mengidentifikasi dan mengatasi akar penyebabnya. Memproses alasan yang mendasari di balik mimpi buruk kemungkinan akan membuat mereka menghilang. Tergantung pada seberapa intens mimpi buruk, kamu bisa mencoba satu atau lebih cara ini:

1. Menulis Jurnal

Pertimbangkan menulis dalam jurnal tentang mimpi buruk kamu dan pengalaman kehidupan nyata kamu di siang hari.  Melakukan hal itu dapat membuat kamu lebih mudah untuk menghubungkan titik-titik dan menemukan penyebab masalahnya. 

2. Menulis Ulang Mimpi

Menulis juga bisa menjadi kuat jika kamu secara khusus berfokus pada konten mimpi kamu. Coba ubah hasil mimpi buruk kamu ketika kamu bangun, ini sangat efektif dengan mimpi buruk yang merupakan hasil dari trauma masa lalu. Saat melakukan teknik ini, pastikan untuk menuliskan semua detail mimpi buruk yang dapat kamu ingat. Lalu, ketika kamu sampai pada akhir atau bagian paling mengerikan dari mimpi buruk cobalah untuk tulis ulang.

Baca juga: Alami Patah Hati, Dapatkah Sebabkan Mimpi Buruk?

3. Hindari Layar TV Sebelum Tidur

Menonton TV atau film sebelum tidur mungkin hanya akan membuat kamu bermimpi versi berbeda dari urusan emosional kamu yang belum terselesaikan dengan menggabungkannya dengan adegan-adegan nyata dari film. Kamu harus membiarkan diri satu jam sebelum tidur yang baik untuk tidak menatap layar.

Referensi:

HuffPost. Diakses pada 2019. Here’s What Your Nightmares Really Mean.