• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Cuci Tangan Belum Tentu Gejala OCD

Sering Cuci Tangan Belum Tentu Gejala OCD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sering Cuci Tangan Belum Tentu Gejala OCD

“Obsessive compulsive disorder atau OCD adalah penyakit mental yang ditandai dengan melakukan suatu tindakan secara berulang. Menjaga kebersihan secara berlebihan, seperti sering mencuci tangan bisa menjadi pertanda OCD. Namun, tidak semua orang yang sering mencuci tangan pasti mengidap OCD. Perbedaan yang paling jelas antara OCD dan kebiasaan normal adalah dampaknya pada kehidupan sehari-hari.”

Halodoc, Jakarta – Pandemi virus corona masih belum berakhir, masyarakat dianjurkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), terutama ketika sedang berada di luar rumah. Salah satu prokes yang penting untuk dilakukan adalah rajin mencuci tangan. 

Mencuci tangan adalah cara efektif untuk mencegah penularan virus corona. Hal itu karena virus corona dan kuman lain bisa saja menempel pada tangan saat kamu tanpa sadar menyentuh benda-benda di sekitar.  Nah, dengan mencuci tangan, kamu bisa mencegah virus pada tangan untuk masuk ke dalam tubuh kamu. Apalagi virus corona varian baru diketahui lebih mudah menular. 

Meski begitu, ada beberapa orang yang terlalu sering mencuci tangan, sehingga mereka dianggap mengidap obsessive-compulsive disorder (OCD). Namun, sering mencuci tangan belum tentu merupakan gejala OCD, lho. Berikut ulasannya.

Baca juga: Penting untuk Kesehatan, Inilah Cara Mencuci Tangan yang Benar

Pahami Dulu Tentang OCD

Gangguan obsesif-kompulsif atau OCD adalah penyakit mental yang memiliki dua unsur utama,yaitu obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah pikiran, gambaran, desakan, kekhawatiran, atau keraguan yang tidak diinginkan yang berulang kali muncul dalam pikiran, sehingga menyebabkan perasaan cemas atau ketidaknyamanan mental yang parah. Pikiran mengganggu ini bisa berkaitan dengan kebersihan, tapi banyak orang dengan OCD tidak berfokus pada kontaminasi sama sekali.

Obsesi hampir selalu bertentangan dengan siapa seseorang atau apa yang biasanya mereka pikirkan. Misalnya, seseorang yang religious mungkin terobsesi dengan topik yang bertentangan dengan sistem kepercayaan mereka, atau seseorang mungkin terobsesi untuk menyakiti seseorang yang mereka cintai.

Nah, pikiran-pikiran tersebut sering menyebabkan kompulsi, yaitu aktivitas berulang yang kamu lakukan untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi. Misalnya, berulang kali memeriksa pintu terkunci, mengulangi frasa di kepala, atau menghitung jumlah tertentu. Masalahnya adalah kompulsi memicu obsesi yang memburuk dalam jangka panjang, dan itu seringkali merupakan tindakan yang tidak ingin dilakukan orang tersebut sejak awal.

Baca juga: Sering Menimbun Barang? Bisa Jadi Gejala OCD

Dampaknya Nyata pada Kehidupan Sehari-hari

Satu-satunya hal yang bisa menjadi pembeda apakah suatu pola tindakan merupakan gangguan obsesif kompulsif atau tidak adalah dampaknya pada kehidupan sehari-hari. OCD bisa memberi dampak yang sangat mengganggu atau melumpuhkan pengidapnya dalam kehidupan sehari-hari. Itulah mengapa tidak tepat untuk menggunakan istilah OCD pada orang yang hanya memberi perhatian lebih pada kebersihan pribadi mereka, apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Contohnya, banyak orang sering mencemaskan dari waktu ke waktu tentang apakah pintu rumah sudah dikunci agar tidak dibobol, apakah kompor sudah dimatikan agar tidak menyebabkan kebakaran, atau apakah keran air sudah dimatikan agar tidak banjir. Namun, pada orang dengan OCD, kecemasan itu berada pada tingkat yang lebih parah, sehingga bisa mengambil alih hidup mereka.

Ciri OCD Kebersihan dan Kontaminasi

Berdasarkan hal yang menjadi obsesi, OCD bisa dibagi menjadi beberapa tipe. Salah satunya adalah tipe kontaminasi dan kebersihan. Orang yang memiliki ketakutan akan kontaminasi biasanya membersihkan tangan secara berlebihan untuk menghilangkan kotoran dan kuman, atau hanya untuk merasa bersih.

Mereka bisa mencuci tangan berulang kali atau sangat sering. Saat mencuci tangan, mereka biasanya akan membersihkan jari satu persatu, kadang-kadang hingga area di bawah kuku. Tidak jarang, orang dengan jenis OCD ini memiliki tangan yang merah dan pecah-pecah, dan bahkan berdarah. 

Setelah selesai mencuci tangan, pengidap OCD ini juga akan berhati-hati menutup keran dengan benda lain, seperti handuk atau serbet, untuk menghindari kontaminasi pada tangan. Pengidap OCD dengan kompulsi mencuci tangan juga akan menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer yang berlebihan selama perjalanan menuju ke wastafel.

Selain itu, orang yang mengidap tipe OCD kebersihan dan kontaminasi juga terdorong untuk mencuci atau membersihkan barang-barang yang terkontaminasi. Mereka mungkin menggunakan cara lain untuk mencegah kontak dengan kontaminan, seperti menggunakan sarung tangan atau menggunakan tisu untuk membuka pintu.

Baca juga: Langkah-Langkah Menghilangkan Pemikiran Obsesif

Itulah penjelasan mengenai kebiasaan sering cuci tangan yang bisa dikaitkan dengan OCD. Bila kamu merasa mengalami masalah mental ini yang sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya temui profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Sekarang, kamu bisa berobat ke dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui  aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. No, You’re Not ‘So OCD’ for Washing Your Hands More Often Now.
New England OCD Institute. Diakses pada 2021. OCD Types.