• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Curigaan, Apakah Termasuk Gangguan Paranoid?

Sering Curigaan, Apakah Termasuk Gangguan Paranoid?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu memiliki teman atau sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang selalu merasa curiga dan tidak percaya? Atau sulit memaafkan kesalahan dan cenderung menjadi pendendam? Jika iya, sebaiknya kamu mulai berhati-hati, karena teman atau pasanganmu bisa jadi mengidap gangguan kepribadian paranoid

Parno, mungkin kamu sering mengeluarkan kata ini dengan santai, ketika kamu merasa takut akan suatu hal. Namun, nyatanya, parno bukan menggambarkan ketakutan, bukan juga suatu masalah yang bisa dianggap sepele. Parno lebih mengarah pada kelainan jiwa dan pengidapnya sering kali memiliki sifat atau perilaku yang tidak biasa.

Sering Curigaan Menjadi Salah Satu Gejala Paranoid

Orang-orang yang memiliki kelainan psikologis ini sangat mudah dikenali. Salah satunya adalah mereka memiliki sifat selalu curiga, baik pada teman maupun pasangan. Bahkan, mereka yakin bahwa ada orang lain yang berniat menyakiti, membohongi, atau melukai dirinya. Padahal, sebenarnya tidak seperti itu.

Baca juga: Pasangan Miliki Gangguan Paranoid, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Gangguan kepribadian paranoid sangat sering dijumpai pada usia dewasa dan kelainan ini lebih rentan terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Pikiran bahwa diri sendiri sedang merasa selalu terancam dan rasa seperti sedang ada yang berniat buruk inilah yang membuat pengidap jarang mencurahkan isi hati pada orang lain.

Selain penuh rasa curiga, ada beberapa gejala lain yang bisa kamu kenali pada seseorang yang mengidap gangguan paranoid, yaitu:

  • Cenderung memiliki karakter pribadi yang dingin.
  • Pencemburu dan posesif, sehingga jarang memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain.
  • Keras kepala, cenderung memiliki banyak musuh, dan selalu ingin menang sendiri.
  • Memiliki perasaan yang sangat sensitif dan sangat sulit menerima masukan dari orang lain.
  • Sering memberikan penilaian negatif pada orang lain.
  • Sulit percaya pada orang lain karena adanya pikiran bahwa orang lain akan menyakiti atau melukai.
  • Sulit untuk relaks.

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Gangguan Kepribadian Paranoid

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini Terjadi?

Ternyata, masih belum diketahui pasti apa yang membuat seseorang mengidap gangguan kepribadian paranoid. Namun, diyakini ada peran psikologis dan biologis yang kuat didalamnya. Umumnya, mereka yang mengidap masalah kejiwaan ini memiliki keluarga dengan gangguan skizofrenia dan delusi. 

Ini artinya, turut ada peran genetik dalam gangguan kepribadian paranoid pada seseorang. Tidak ketinggalan, adanya riwayat trauma karena suatu hal, bisa karena kekerasan fisik maupun kekerasan seksual juga disinyalir menyebabkan masalah kepribadian paranoid. 

Jadi, jika kamu merasa ada gejala yang mengarah pada gangguan kepribadian paranoid, terutama rasa selalu curiga terhadap teman, keluarga, ataupun pasangan, segeralah lakukan pengobatan, sehingga kamu tidak terlarut dalam kondisi ini. Kalau kamu merasa malu untuk bercerita pada orang terdekat, percayakan pada psikolog di aplikasi Halodoc. Bahkan, kamu bisa membuat janji untuk berobat ke rumah sakit terdekat melalui aplikasi halodoc jika memang diperlukan. 

Baca juga: Gangguan Paranoid Sulit Miliki Hubungan yang Harmonis, Benarkah?

Kamu tidak perlu khawatir, karena meski terlihat sulit, tetapi gangguan paranoid tetap bisa disembuhkan. Pengobatan biasanya berfokus pada bantuan terhadap pengidap untuk mengetahui kondisi dirinya, membantu pengidap untuk belajar berkomunikasi lebih baik pada berbagai kondisi sosial, dan membantu mengurangi rasa parno yang mereka alami. 

Jika memang dibutuhkan, penanganan dengan obat-obatan bisa diberikan, biasanya jika gangguan paranoid dibarengi dengan masalah kejiwaan lainnya, seperti depresi atau gangguan kecemasan. 

Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.