• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Diabaikan, Ini 5 Hal yang Sering Memicu Depresi pada Remaja
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Diabaikan, Ini 5 Hal yang Sering Memicu Depresi pada Remaja

Sering Diabaikan, Ini 5 Hal yang Sering Memicu Depresi pada Remaja

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Desember 2022

“Orang tua sering tidak menyadari bahwa depresi pada remaja bisa terjadi karena banyak hal. Termasuk trauma masa kecil, faktor genetik, kondisi medis, dan penyalahgunaan obat terlarang.”

Sering Diabaikan, Ini 5 Hal yang Sering Memicu Depresi pada RemajaSering Diabaikan, Ini 5 Hal yang Sering Memicu Depresi pada Remaja

Halodoc, Jakarta – Sebuah survei pada jurnal medis Arch Gen Psychiatry menyebutkan, sebanyak 8 persen remaja mengalami depresi setiap tahunnya. Sementara itu, studi lain pada Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry menyebutkan, depresi pada remaja setidaknya terjadi ketika usia 21 tahun.

Depresi sendiri bisa memicu banyak masalah dalam hidup sehari-hari. Ini termasuk kesulitan saat belajar, dalam hubungan dengan orang lain, hingga penurunan produktivitas. Bahkan, pada kondisi yang paling buruk, depresi bisa menjadi penyebab seorang remaja melakukan tindak mengakhiri hidup. 

Apa yang Menjadi Pemicu Depresi pada Remaja?

Ada banyak penyebab depresi pada remaja. Seorang remaja bisa mengalami salah satunya, tetapi juga beberapa faktor sekaligus.

1. Mengalami peristiwa yang traumatis

Penyebab yang paling sering terjadi adalah remaja yang mengalami peristiwa traumatis. Ini seperti kehilangan orang tersayang atau hewan peliharaan, orang tuanya yang mengalami perceraian, atau pernikahan kembali. Setiap peristiwa yang menyebabkan tekanan atau trauma, atau bahkan perubahan besar dalam gaya hidup, dapat memicu depresi pada individu yang memang berisiko.

2. Depresi pada remaja karena situasi sosial atau kondisi keluarga

Sayangnya, tak sedikit remaja yang hidup dalam kondisi yang terbilang sulit. Misalnya, mereka mengalami kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan zat, hidup dalam kemiskinan, atau adanya masalah keluarga lainnya. Berbagai kondisi tersebut bisa menjadi penyebab stres dan depresi.

3. Kondisi genetik memicu depresi pada remaja

Beberapa studi menemukan bahwa depresi memiliki kaitan dengan kondisi genetik dalam keluarga. Namun, remaja yang berada pada lingkungan keluarga yang mengalami depresi belum pasti akan terkena depresi. Begitu pula dengan remaja yang tidak memiliki riwayat depresi dalam keluarganya, juga tetap bisa mengalami kondisi mental tersebut.

4. Depresi pada remaja karena kondisi medis

Terkadang, gejala depresi juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis lain. Misalnya, hipotiroidisme, atau masalah kesehatan lainnya. Selain itu, seseorang dengan gangguan kesehatan tertentu, seperti pengidap kanker dan diabetes juga lebih berisiko mengalami depresi.

5. Penyalahgunaan zat dan obat terlarang

Memang benar, beberapa jenis obat resep dapat menyebabkan depresi sebagai salah satu efek sampingnya. Namun, jenis obat-obatan terlarang tertentu atau lebih akrab dengan sebutan narkoba juga dapat menyebabkan depresi.

Peran Orang Tua Terhadap Depresi pada Remaja

Komunikasi menjadi hal yang wajib orang tua lakukan saat anak menunjukkan gejala depresi. Berikan dukungan pada anak dan pendampingan selama mereka sedang melalui masa-masa sulit tersebut. Selain itu, orang tua juga bisa melakukan beberapa tips berikut untuk membantu mengatasi gejala depresi:

  • Selalu membuka komunikasi positif dan menunjukkan perhatian.
  • Membuatkan menu makanan sehat untuk anak.
  • Mengajak anak rutin berolahraga.
  • Melatih anak untuk mengelola stres dengan cara yang lebih sehat. Misalnya melalui yoga, menggeluti hobi, dan lainnya.
  • Mendukung anak remaja untuk bergabung dengan grup pendukung untuk bertukar cerita. 

Jangan pernah mengabaikan tanda atau gejala depresi. Segera dapatkan bantuan medis dan profesional apabila anak remaja menunjukkan gejala yang mengarah pada depresi. Cek dan buat janji temu dokter di rumah sakit melalui Halodoc supaya tidak perlu lagi mengantre. Download Halodoc secara gratis melalui Play Store maupun Play Store.

Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2022. Depression in Teens.
Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry. Diakses pada 2022. Cumulative Prevalence of Psychiatric Disorders by Young Adulthood: A Prospective Cohort Analysis From the Great Smoky Mountains Study.
Arch Gen Psychiatry. Diakses pada 2022. Prevalence, Persistence, and Sociodemographic Correlates of DSM-IV Disorders in the National Comorbidity Survey Replication Adolescent Supplement.