• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Roseola dan Demam Scarlet
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Roseola dan Demam Scarlet

Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Roseola dan Demam Scarlet

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Oktober 2020
Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Roseola dan Demam Scarlet

Halodoc, Jakarta - Belum begitu familiar dengan kedua penyakit ini? Baik roseola dan demam scarlet adalah penyakit yang dapat menyebabkan demam dan ruam pada kulit pengidapnya.

Oleh sebab itu, kedua penyakit ini kadang kala dianggap sama. Padahal, faktanya roseola dan demam scarlet merupakan kondisi medis yang berbeda. Lantas, apa sih perbedaan roseola dengan demam scarlet? 

Baca juga: Balita Mulai Aktif, Hindari Virus Penyebab Roseola

Roseola, Infeksi Virus pada Bayi

Roseola adalah penyakit akibat serangan virus yang umumnya ditandai dengan demam dan munculnya ruam merah pada kulit. Nah, roseola ini sering dialami oleh usia enam bulan sampai dua tahun.

Hal yang perlu dipahami, virus roseola ini amat menular dan mudah menyebar dari satu anak ke yang lainnya. Bahkan, remaja atau orang dewasa yang belum pernah terinfeksi ini juga bisa mengalami roseola

Lalu, bagaimana dengan cara penularannya? Boleh dibilang, penularannya mirip dengan pilek atau flu. Virus ini bisa berpindah melalui percikan liur atau ludah (droplet) pengidapnya saat bersin atau batuk. Di samping itu, benda-benda yang telah terkontaminasi virus juga bisa menjadi media penularannya.  

Nah, umumnya roseola disebabkan oleh virus HHV-6 atau virus herpes tipe 6. Meski sama-sama dari golongan virus herpes, HHV-6 tidak sama dengan jenis virus herpes yang menyebabkan penyakit menular. Lantas, seperti apa sih gejala roseola yang umumnya dialami bayi atau anak-anak? 

  • Ruam pada kulit, bisa muncul pada daerah punggung, dada, dan perut, lalu menyebar ke lengan dan leher, bisa juga menyebar hingga ke kaki dan wajah.
  • Demam tinggi, bisa lebih dari 39 derajat Celcius selama 3–5 hari.
  • Batuk disertai pilek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Tidak nafsu makan.
  • Pembesaran kelenjar di leher.
  • Diare ringan.
  • Kejang demam (hanya dalam beberapa kasus).

Baca juga: Waspada Batuk Disertai Pilek pada Bayi karena Roseola

Nah, andaikan Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Di tengah pandemi COVID-19 ini, ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar tidak perlu keluar rumah. 

Demam Scarlet, Serangan Bakteri pada Anak-Anak

Lain roseola, lain pula demam scarlet. Demam scarlet bisa menimbulkan ruam pada kulit yang terlihat seperti luka bakar karena matahari dan terasa kasar. Ada kalanya ruam ini menimbulkan rasa gatal, dan warna kulit di area ruam akan menjadi pucat bila ditekan. Nah, demam scarlet ini umumnya dialami oleh i anak-anak di rentang usia 5-15 tahun.

Biang keladi dari penyakit ini adalah bakteri nakal bernama Streptococcus. Bakteri inilah yang menjadi penyebab utama munculnya ruam pada kulit anak. Hati-hati, Streptococcus mampu menyebar melalui kontak langsung dengan pengidapnya, seperti melalui percikan air liur (droplet).

Di samping itu, penularan demam scarlet juga bisa melalui benda yang terkontaminasi bakteri, contohnya menggunakan tempat minum atau makan yang sama dengan pengidapnya. 

Lantas, seperti apa sih gejala demam scarlet yang umumnya terjadi? Munculnya gejala demam scarlet sejak terjadinya infeksi cukup singkat, bisa satu atau dua hari. Biasanya gejala pertama yang muncul adalah demam dan sakit tenggorokan.

Selanjutnya, muncul ruam berwarna merah muda. Ruam ini bisa muncul pada leher dan dada, serta bisa menyebar ke seluruh tubuh yang bisa berlangsung lebih dari seminggu.

Baca juga: Anak Alami Demam Scarlet, Segera Lakukan 5 Hal Ini

Selain itu, menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, ada pula beberapa gejala demam scarlet lainnya yang bisa terjadi, yaitu: 

  • Munculnya warna merah cerah di lipatan ketiak dan selangkangan.
  • Panas dingin.
  • Sakit perut.
  • Nyeri otot.
  • Perasaan tidak nyaman atau lelah (malaise)
  • Sakit kepala.
  • Muntah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Lidah kemerahan yang disertai bintil-bintil kecil (lidah stroberi).

Ibu sebaiknya perlu waspada terhadap penyakit ini. Pasalnya, bila dibiarkan tanpa penanganan bakteri nakal ini bisa menyebar ke organ tubuh lainnya. Mulai dari kulit, paru-paru, ginjal, amandel, hingga darah. Nah, kondisi inilah yang nantinya bisa menyebabkan masalah serius pada anak.



Referensi:
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Roseola. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Roseola.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Scarlet Fever.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Scarlet Fever