• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Ingin Bunuh Diri Tanda Gangguan Kepribadian Ambang

Sering Ingin Bunuh Diri Tanda Gangguan Kepribadian Ambang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Keinginan untuk bunuh diri disebut lebih sering muncul pada orang yang mengalami gangguan mental, termasuk gangguan kepribadian ambang. Pasalnya, salah satu gejala dari kondisi ini adalah sering bertindak impulsif, misalnya melukai diri sendiri atau berpikiran untuk bunuh diri. Sebelumnya perlu diketahui, gangguan kepribadian ambang alias borderline personality disorder (BPD) merupakan salah satu gangguan mental yang banyak ditemui di kalangan remaja. 

Gangguan kepribadian ambang menyebabkan pengidapnya sering mengalami perubahan suasana hati dan berujung pada perilaku impulsif. Maka dari itu, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Penanganan yang tepat harus dilakukan untuk membantu meredam keinginan pengidapnya untuk melukai diri atau mengakhiri hidupnya sendiri. 

Baca juga: 5 Tanda Gangguan Kepribadian, Hati-Hati Terkena Salah Satunya

Mendeteksi Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Sangat penting untuk mendeteksi gejala gangguan ini, terutama pada orang-orang di sekitar. Sebab, semakin cepat ditangani, risiko komplikasi seperti bunuh diri pada pengidap gangguan kepribadian ambang bisa dicegah. Gejala yang muncul biasanya ditandai dengan tanda-tanda yang ringan, tetapi seiring berjalannya waktu hal itu bisa menjadi lebih berat dari yang bisa dibayangkan.

Selain bertindak impulsif, ada beberapa tanda lain yang bisa menjadi gejala gangguan ini. Tanda gangguan kepribadian ambang yang mungkin muncul adalah mood tidak stabil alias sering berubah-ubah, gangguan pada pola pikir, serta memiliki masalah dengan hubungan sosial. 

Orang dengan gangguan ini cenderung kesulitan untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. Meski demikian, pengidap gangguan kepribadian ini sebenarnya bisa membangun hubungan yang intens, tetapi tidak stabil.  

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang remaja bisa mengalami gangguan ini, salah satunya adalah faktor genetik alias keturunan. Katanya, ada kemungkinan bahwa gangguan kepribadian ini bisa diturunkan secara genetik. Memiliki kepribadian tertentu juga sering dikaitkan dengan kondisi ini, misalnya kepribadian impulsif dan agresif. 

Selain itu, gangguan kepribadian ambang juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Faktor lingkungan disebut menjadi penyebab paling kuat seseorang mengalami gangguan kepribadian. Pada borderline personality disorder, faktor lingkungan yang negatif sering dikaitkan dan dianggap sebagai pemicu seseorang bisa mengalami gangguan ini, misalnya merasa tidak diterima di lingkungan pertemanan, pernah mengalami pelecehan atau penyiksaan semasa kecil, hingga pernah diabaikan atau dicampakkan oleh orang terdekat, seperti orangtua dan keluarga. 

Beberapa pengidap BPD disebut mengalami gangguan ini karena ada perubahan struktur dan fungsi otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Tak hanya itu, gangguan kepribadian ambang batas ini juga menyebabkan terjadinya kelainan fungsi pada otak, yaitu ditemukannya kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam mengatur emosi.

Kondisi ini harus segera terdiagnosis agar pengobatan yang tepat bisa diberikan. Terapi dan pendampingan dari orang terdekat bisa membantu pengidap gangguan kepribadian ambang bertahan, termasuk bisa menurunkan keinginan untuk bunuh diri. 

Baca juga: Karakter yang Bikin Dijauhi Banyak Orang

Punya faktor risiko dan gejala gangguan kepribadian ambang? Jangan ragu untuk menanyakannya pada ahlinya di aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan seputar kondisi mental atau gangguan kesehatan lain melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan tips dan informasi lengkap dari psikolog atau psikiater terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Borderline Personality Disorder.