• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Keluar Rumah, Perlukah Swab Antigen Dijadikan Rutinitas?

Sering Keluar Rumah, Perlukah Swab Antigen Dijadikan Rutinitas?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined


Halodoc, Jakarta - Hingga kini, Indonesia dan negara-negara di seluruh dunia masih berjibaku untuk melawan ganasnya virus corona. Seluruh lapisan masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sembari menunggu ketersediaan vaksin corona, yang masih terus dilakukan uji coba sebelum siap digunakan. Pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, itulah tiga hal yang wajib dilakukan selama pandemi belum usai.

Pasalnya, virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 terus memakan korban jiwa. Hingga kini, sudah lebih dari satu juta orang kehilangan nyawa akibat keganasan virus yang belum ada obatnya ini. Guna menekan angka penularan yang semakin lama semakin tinggi jumlahnya, WHO melalui pemerintah menganjurkan untuk melakukan skrining awal untuk deteksi keberadaan virus ini.

Bukan tanpa alasan, selain sangat berbahaya bagi lansia (terlebih yang memiliki penyakit bawaan), virus corona juga bisa terjadi pada orang yang sehat, bahkan tanpa menunjukkan adanya gejala. Sayangnya, penularan lebih cepat terjadi pada kelompok orang tanpa gejala ini, karena merasa tubuhnya masih sehat dan tidak menunjukkan tanda terinfeksi virus. 

Baca juga: AS Sediakan Alat Tes Antigen Terjangkau agar Dilakukan Rutin

Aktivitas di Luar Rumah Tingkat Risiko Paparan Virus

Pemerintah menganjurkan semua masyarakat untuk melakukan aktivitas di rumah saja agar tidak terpapar virus corona. Belajar, bekerja, hingga beribadah, semua dilakukan di rumah. Sayangnya, pandemi yang berlangsung cukup lama ini memberikan dampak yang sangat signifikan tanpa adanya aktivitas di luar rumah, terlebih bagi para pekerja harian. Pada akhirnya, mereka pun tetap melakukan aktivitas keluar, meski terpaksa. 

Dampaknya sudah pasti penularan angka COVID-19 yang terus meningkat, terlebih dengan banyaknya orang yang terinfeksi positif, tetapi tidak menunjukkan gejala. Melakukan tes skrining pun digalakkan, salah satunya adalah menjalani rapid test antibodi. Sayangnya, skrining ini tidak memberikan hasil yang efektif.

Baca juga: Ibu Hamil Penting untuk Lakukan tes Swab Antigen

Tidak heran, rapid test antibodi tidak mampu memberikan hasil yang akurat, karena tingkat akurasi pemeriksaan ini hanya sebesar 18 persen. Pemerintah pun menganjurkan untuk melakukan rapid test antigen atau swab antigen maupun PCR guna mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih baik, dalam upaya mencegah penyebaran dan perluasan virus corona. 

Namun, Haruskah Ini Dijadikan Rutinitas?

Rapid test antigen memang menjadi skrining awal untuk deteksi COVID-19 yang banyak dipilih masyarakat. Pasalnya, pemeriksaan ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, yaitu hingga 97 persen dan hasil yang bisa diketahui dengan cepat. Biayanya pun terbilang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan pemeriksaan PCR.

Swab antigen dilakukan dengan menggunakan alat yang mirip dengan alat pembersih telinga atau cotton bud dengan tongkat atau tangkai yang lebih panjang. Melalui alat ini, petugas akan melakukan pengambilan sampel lendir dari bagian dalam rongga hidung atau tenggorokan, lalu membawanya ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca juga: Tes Swab Antigen pada Anak, Ketahui Hal Ini

Ternyata, tidak ada peraturan yang mengharuskan kamu rutin melakukan swab antigen, meski sering beraktivitas di luar rumah. Namun, alangkah lebih baik jika kamu melakukan skrining ini guna mengurangi angka penyebaran, terlebih di lingkungan keluarga. Setidaknya, kamu tetap rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan selalu menggunakan masker setiap kali bepergian. 

Jangan lupa juga untuk membawa hand sanitizer guna berjaga-jaga jika tidak ada air untuk cuci tangan. Kalau kamu ingin melakukan swab antigen, lebih mudah lakukan reservasi melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah karena kamu bisa mengatur waktu dan tanggal serta memilih lokasi pemeriksaan di rumah sakit atau klinik terdekat, dan sudah pasti lebih murah.

Referensi: 
Science. Diakses pada 2020. Coronavirus Antigen Tests: Quick and Cheap, but Too Often Wrong?
Primaya Hospital. Diakses pada 2020. Apa Bedanya Rapid Test Antibodi dan Swab Antigen?