Sering Kentut Saat Puasa, Mungkin Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sering Kentut Saat Puasa, Mungkin Ini Sebabnya

Halodoc, Jakarta - Merasa lapar dan haus saat puasa adalah hal biasa. Namun, bagaimana jika sering kentut saat puasa? Apakah hal ini normal atau tanda gangguan kesehatan tertentu? Sebenarnya, kentut adalah hal yang wajar, kok. Malah dalam beberapa kondisi, kentut malah sesuatu yang baik. Seperti pasien yang melakukan operasi pada bagian sistem pencernaan misalnya, kentut menjadi tolok ukur kepulihannya.

Dalam bahasa medis, kentut dikenal dengan sebutan ‘flatus’. Ini adalah proses biologi normal yang terjadi secara rutin, dan menjadi hal yang lumrah bagi setiap orang. Kentut biasanya terjadi beberapa kali dalam sehari, dan akan semakin sering terjadi jika mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung gas.

Baca juga: Sering Kentut Saat Haid, Normalkah?

Beberapa Hal yang Menjadi Penyebab Kentut

Gas yang dikeluarkan melalui kentut dihasilkan dari berbagai hal, termasuk akibat proses pencernaan makanan yang terjadi. Berikut adalah beberapa penyebab yang mengakibatkan tubuh menghasilkan kentut:

1. Menelan Udara yang Ada di Sekitar

Saat menelan makanan dan minuman, secara tidak sadar kita juga telah menelan sejumlah udara. Oksigen dan nitrogen yang terdapat dari udara yang ditelan akan diserap tubuh ketika udara berada di usus kecil. Kemudian, sisanya akan dibuang, karena dianggap sudah tidak diperlukan tubuh lagi.

2. Mengonsumsi Makanan Berserat

Serat adalah zat yang sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan. Namun, terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat ternyata meningkatkan produksi gas di dalam tubuh. Usus halus tidak bisa dengan mudah memecah dan mencerna serat yang masuk, sehingga menyebabkan bakteri usus harus bekerja lebih keras. Proses ini mengakibatkan bakteri usus menghasilkan lebih banyak gas dan gas-gas tersebut harus dikeluarkan karena akan menyebabkan kembung.

Baca juga: Alasan Buang Angin itu Baik untuk Kesehatan

3. Kegiatan Bakteri di Usus

Usus mengandung berbagai jenis bakteri yang berperan dalam mencerna dan menyerap makanan. Bakteri-bakteri ini akan membantu melakukan fermentasi beberapa makanan. Proses fermentasi yang terjadi ini menghasilkan gas sebagai hasil akhirnya. Sebagian gas akan diserap oleh darah dan dialirkan ke paru-paru. Namun, sebagian lagi akan dibuang dengan cara didorong terus hingga ke saluran cerna yang paling akhir (anus) lewat bentuk kentut.

4. Mengalami Kondisi Medis Tertentu

Sembelit, iritasi pada sistem pencernaan, intoleransi laktosa, infeksi pada usus, terdapat gangguan penyerapan zat gizi pada usus halus, dan penyakit kolik, dapat membuat seseorang buang angin lebih sering.

Lalu, Bagaimana Jika Sering Kentut Saat Puasa?

Saat berpuasa, tubuh dibiarkan tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurun waktu tertentu. Kondisi perut kosong seperti ini ternyata membawa dampak yang beragam. Salah satunya adalah sering kentut. Namun, bagaimana bisa kentut kalau perut saja kosong? Apakah ini tanda atau gejala penyakit tertentu?

Baca juga: Bahayanya Susah Kentut untuk Kesehatan

Tenang, kondisi sering kentut saat puasa bukanlah sesuatu yang membahayakan. Kentut bisa terjadi karena adanya gas dalam usus. Gas dalam usus ini faktor pembentuknya beragam, salah satunya dari udara yang kita hirup setiap harinya. Tidak hanya itu, gas juga bisa muncul karena reaksi kimia atau gas yang berasal dari bakteri dalam perut.

Satu hal lagi, saat puasa umumnya rongga usus besar akan menyempit dan gerakan peristaltik pun semakin pelan. Kondisi ini membuat proses mendorong gas dari usus besar akan semakin sering, dan kita pun jadi lebih sering kentut.

Itulah sedikit penjelasan tentang penyebab sering kentut saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!