• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Konsumsi Daging Merah Picu Asam Urat, Benarkah?

Sering Konsumsi Daging Merah Picu Asam Urat, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami nyeri sendi pada bagian jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki secara mendadak dan berlangsung selama beberapa hari? Jika kerap mengalami kondisi ini secara berulang, waspada terhadap penyakit asam urat. Penyakit asam urat atau gout menjadi salah satu penyakit pada sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah.

Baca juga: Asam Urat di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Ada beberapa penyebab terjadinya asam urat, seperti pola makan, mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, riwayat keluarga dengan kondisi yang serupa, dan sering mengonsumsi minuman beralkohol. Lalu, benarkah sering mengonsumsi daging merah dapat memicu penyakit asam urat

Kandungan Purin Tinggi karena Daging Merah

Dilansir dari Mayo Clinic, asam urat terjadi ketika tubuh memproduksi bahan kimia yang dikenal sebagai purin. Purin dapat terjadi secara alami dalam tubuh, tidak hanya itu, purin juga akan meningkat ketika mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan purin cukup tinggi.

Normalnya, kandungan purin yang berlebihan dikeluarkan oleh tubuh melalui urine. Jika kadar purin sudah terlalu banyak, tubuh akan sulit membuang kelebihan asam urat dalam tubuh dan jika dibiarkan dalam waktu yang cukup lama, asam urat menumpuk dan membentuk kristal tajam pada sendi. 

Benarkah sering mengonsumsi daging merah memicu asam urat? Dilansir dari Medical News Today, cara untuk menghindari penyakit asam urat seseorang perlu mengurangi mengonsumsi makanan yang mengandung purin. Salah satu makanan yang memiliki kandungan purin cukup tinggi adalah daging merah. Itulah sebabnya, pengidap asam urat sebaiknya dianjurkan untuk mengurangi mengonsumsi daging merah.

Tidak hanya pengidap asam urat, mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan asam urat, sebaiknya perhatikan pola makan dan jumlah daging merah yang dikonsumsi. Riwayat keluarga dengan penyakit asam urat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi yang serupa.

Jika kamu mengalami nyeri sendi mendadak pada jempol kaki dan lutut, terjadi pembengkakan pada sendi yang nyeri, kemerahan, dan terjadi berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang kamu alami.

Kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc terlebih dulu sehingga memudahkan pemeriksaan yang akan dijalani.

Baca juga: Kaki Bengkak karena Asam Urat, Boleh Dikompres?

Batasi Juga Makanan Laut

Dilansir dari Health, mengonsumsi daging putih lebih baik bagi pengidap asam urat dibandingkan mengonsumsi daging merah. Namun, pengonsumsian daging sebaiknya tetap dibatasi dan disertai dengan asupan lain yang membuat kadar asam urat dalam darah menjadi normal serta stabil. 

Dilansir Mayo Clinic, pengidap asam urat sebaiknya juga membatasi mengonsumsi makanan laut. Beberapa jenis makanan laut yang memiliki kandungan purin cukup tinggi, seperti ikan teri, kerang, sarden, dan tuna. Tidak hanya makanan laut, beberapa jenis sayuran pun ada yang memiliki kandungan purin cukup tinggi, seperti asparagus dan bayam. 

Mengonsumsi minuman beralkohol dan yang mengandung pemanis buatan juga dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Selain dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, mengonsumsi minuman beralkohol semakin membuat tubuh kesulitan mengeluarkan kelebihan asam urat dalam darah. 

Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Turunkan Asam Urat

Tidak ada salahnya untuk mengenali makanan dan minuman yang meningkatkan risiko penyakit asam urat. Dengan menghindari beberapa makanan yang menjadi pemicu asam urat tentu kamu dapat terhindar dari penyakit ini. Kamu juga bisa perbanyak konsumsi air putih dan rutin berolahraga untuk mencegah penyakit asam urat dalam tubuh.

Referensi:
Health. Diakses pada 2020. What Causes Gout? 8 Foods That Triggers Attacks
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Nutrition and Healthy Eating
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Eat and What to Avoid with Gout