Sering Main di Luar Buat Anak Berisiko Kena Cacingan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sering Main di Luar Buat Anak Berisiko Kena Cacingan?

Halodoc, Jakarta – Tentu kesehatan anak perlu dijaga dengan baik. Kondisi daya tahan tubuh anak yang belum optimal terkadang membuat anak lebih mudah terserang penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, seperti virus, bakteri maupun cacing parasite.

Baca juga: Begini Cacingan Bisa Menular pada Anak-Anak

Salah satu penyakit yang kerap ditemui pada anak adalah penyakit cacingan. Penyakit cacingan adalah penyakit yang muncul akibat paparan cacing parasit yang menyerang sistem pencernaan dan berkembang biak dalam sistem pencernaan. Sebaiknya ibu jangan sepelekan penyakit cacingan karena kondisi ini tentu dapat munculnya gangguan kesehatan lain pada anak.

Ketahui Jenis Cacing yang Dapat Sebabkan Cacingan

Ibu, tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis cacing yang sebabkan anak mengalami penyakit cacingan, seperti:

1. Cacing Pita

Cacing pita, dikenal juga dengan cestoda merupakan jenis cacing yang sebabkan anak alami penyakit cacingan. Cacing pita memiliki bentuk yang sangat pipih dan beruas. Cacing pita dewasa bisa memiliki panjang mencapai 9 meter. Umumnya, telur cacing pita masuk dalam tubuh karena pengidap mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan telur cacing pita. Makanan yang tingkat kematangan kurang baik berisiko meningkatkan penyakit cacingan yang disebabkan cacing pita.

2. Cacing Tambang

Cacing tambang dalam bentuk larva maupun cacing tambang dewasa dapat hidup pada usus halus manusia. Umumnya, seseorang mengalami penyakit cacingan yang disebabkan cacing tambang karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi larva cacing tambang. Namun, cacing tambang dewasa mampu menembus kulit manusia dan mengikuti sirkulasi darah dalam tubuh hingga terbawa ke paru-paru.

3. Cacing Kremi

Cacing kremi memiliki bentuk yang cukup halus dan berwarna putih. Penyakit cacingan yang disebabkan oleh cacing kremi lebih sering dialami oleh anak-anak. Hal ini disebabkan penyakit cacingan yang disebabkan cacing kremi lebih mudah menyebar. Telur cacing dapat masuk dalam tubuh dan berkembang menjadi cacing dewasa. Jika telur cacing sampai pada anus, kondisi ini menyebabkan gatal pada bagian anus.

Baca juga: Banyak Makan Tetap Kurus karena Cacingan, Benarkah?

4. Cacing Gelang

Cacing jenis ini cukup besar. Cacing gelang dapat masuk pada tubuh ketika seseorang bersentuhan langsung dengan tanah yang terpapar.

Bermain di Luar Berisiko Alami Cacingan?

Banyak faktor pemicu yang membuat anak mengalami penyakit cacingan, salah satunya adalah sering bermain di luar ruangan. Beberapa jenis telur cacing dapat bertahan hidup di tanah yang sangat berisiko menjadi lokasi bermain anak. Sebaiknya ibu jaga kebersihan anak setelah anak bermain di luar ruangan atau bermain tanah. Usahakan anak tidak memasukan tanah pada mulut agar telur cacing tidak masuk dalam tubuh.

Jika kondisi ini terjadi, ada gejala yang mungkin dialami pengidap cacingan, seperti sakit perut, diare, muntah, alami penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan. Anak juga selalu merasa kelelahan dan lesu. Segera periksakan kondisi kesehatan anak pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang dialami anak. Penyakit yang diketahui lebih cepat, tentu lebih memudahkan pengobatan yang akan dijalankan.

Baca juga: 4 Penyebab Cacingan Alias Ascariasis pada Anak

Tidak hanya pada anak-anak, penyakit cacingan juga dapat dialami oleh orang dewasa. Tidak ada salahnya mencegah penyakit cacingan dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kematangan optimal, menjaga kebersihan tangan dan tubuh serta konsumsi makanan yang kebersihannya terjaga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Parasitic Worms in Humans: Know The Facts
Healthline. Diakses pada 2019. What Are Intestinal Worms.