Sering Makan Malam, Mengapa Berat Badan Turun Saat Puasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sering Makan Malam, Mengapa Berat Badan Turun Saat Puasa?

Halodoc, Jakarta - Orang yang sedang menjalani diet untuk menurunkan berat badan kerap menghindari makan saat malam atau menjelang jam tidur. Sementara pada bulan puasa, waktu makan yang diperbolehkan malah bergeser ke malam hari. Namun alih-alih naik, beberapa orang malah mengalami berat badan turun selama bulan puasa. Bagaimana bisa ya?

Dari segi kesehatan, puasa dipercaya dapat menyumbang berbagai manfaat. Mulai dari memperbaiki tekanan darah, menurunkan kolesterol, hingga sensitivitas insulin. Proses lain yang terjadi saat berpuasa adalah detoksifikasi. Saat puasa, racun yang tersimpan pada lemak tubuh akan dilarutkan dan dikeluarkan dari tubuh. Bahkan, setelah beberapa hari menjalani puasa, tubuh akan memproduksi hormon endorfin lebih banyak, sehingga berdampak juga pada kesehatan mental yang lebih baik.

Berpuasa juga merupakan cara efektif untuk meregenerasi sel imun atau sel kekebalan tubuh. Saat berpuasa, sistem tubuh mencoba untuk menyimpan energi. Salah satunya adalah dengan mendaur ulang sel imun yang tidak dibutuhkan atau berisiko untuk rusak.

Baca juga: Berat Badan Naik Saat Puasa, Apa yang Salah?

Cara Puasa Menurunkan Berat Badan

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi. Makanan tersebut disimpan dalam bentuk glukosa pada hati dan otot. Proses tersebut dimulai delapan jam setelah terakhir kali makan, yaitu saat sahur. Ketika glukosa yang tersimpan digunakan, tubuh mulai membakar lemak, yang kemudian dijadikan sebagai sumber energi. Hal itulah yang membuat berat badan berkurang.

Penggunaan lemak sebagai energi juga dapat menjaga kekuatan otot serta menurunkan kadar kolesterol tubuh. Oleh karena itu, saat berpuasa, kita perlu memperhatikan keseimbangan makanan yang dikonsumsi. Makanan harus mengandung energi yang cukup, seperti makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah pola makan, terutama saat berbuka. Seringnya, berpuasa seharian membuat kita merasa kelaparan sehingga mengiyakan nafsu untuk kalap makan banyak. Padahal, puasa membuat membuat metabolisme tubuh bekerja lebih lambat dari biasanya. Hal tersebut membuat kita lebih berisiko untuk bertambah berat badan jika makan dalam porsi berlebihan.

Baca juga: Cara Mudah Agar Berat Badan Tidak Naik Saat Puasa

Sedikit Tips untuk Bantu Turunkan Berat Badan saat Puasa

Bagi yang ingin memanfaatkan bulan puasa sebagai momen untuk menurunkan berat badan. Ada beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Perhatikan Asupan Makanan

Banyak yang mungkin beranggapan bahwa untuk bisa kuat berpuasa seharian, kita harus mengkonsumsi banyak karbohidrat saat sahur. Hal tersebut tidak berlaku untuk kamu yang ingin menurunkan berat badan, karena kamu justru dianjurkan untuk membatasi asupan karbohidrat yang berlebih. Untuk menekan rasa lapar, perbanyaklah asupan makanan berprotein tinggi.

2. Jangan Tidur Setelah Sahur

Rasa kantuk sering kali membuat kita tidak tahan untuk kembali tidur setelah sahur. Padahal, tidur setelah sahur dapat membuat tubuh menimbun kalori yang baru dimasukkan dalam tubuh.

3. Minum Air yang Cukup

Selama waktu berbuka hingga sahur, setidaknya minumlah minimal 8 gelas setiap harinya. Kekurangan cairan dapat membuat tubuh dehidrasi, yang memicu migrain atau sakit kepala.

4. Lakukan Aktivitas

Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Jika hanya menghabiskan waktu dengan duduk diam dan tidak melakukan apa-apa, kamu malah akan lebih sering merasa lapar. Imajinasi pikiran akan lebih liar memikirkan berbagai macam jenis makanan. Dengan begitu, kamu akan berpotensi makan lebih banyak saat berbuka.

Baca juga: Susah Turun Berat Badan, Mungkinkah Hipotiroid?

Itulah sedikit penjelasan tentang mengapa berat badan turun saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!