• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Menahan Bersin, Adakah Bahayanya?

Sering Menahan Bersin, Adakah Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Sering kali seseorang menahan bersin saat berada di tempat umum atas dasar kesopanan. Setelah membaca penjelasan berikut ini, kamu perlu mempertimbangkan hal tersebut berkali-kali. Pasalnya, ada sejumlah bahaya menahan bersin yang tidak boleh disepelekan begitu saja. Bersin sendiri merupakan refleks yang kuat. Udara yang dikeluarkan saat bersin bisa mencapai 150 kilometer per jam.

Alasan tersebut juga yang tidak memperbolehkan kamu menutup lubang hidung dan mulut saat bersin. Namun, jika tengah berada di tempat umum dengan alasan kesopanan juga, kamu perlu menutup hidung dan mulut. Bersin mengeluarkan sejumlah iritan atau kuman yang berpotensi mengganggu kesehatan tubuh. Jika menahannya, berarti kamu telah mendorong tumbuhnya bakteri atau memicu munculnya asma. Berikut ini sejumlah bahaya menahan bersin:

Baca juga: Pilek Tidak Kunjung Sembuh, Waspada Rhinitis Vasomotor

1.Pecahnya Gendang Telinga

Bahaya menahan bersin yang pertama adalah memicu pecahnya gendang telinga. Mengapa demikian? Saluran telinga, hidung, dan tenggorokan saling berhubungan. Menahan bersin dapat meningkatkan tekanan dalam tuba eustachius di telinga, sehingga mendorong gendang telinga. Dorongan kuat tersebut yang menyebabkan pecahnya gendang telinga. Seseorang bisa saja kehilangan indera pendengaran karena hal ini.

2.Infeksi Telinga Bagian Tengah

Infeksi telinga bagian tengah menjadi bahaya menahan bersin selanjutnya. Bersin berguna untuk membuang kuman atau partikel benda asing dari dalam tubuh. Jika bersin ditahan, kuman atau partikel benda asing dapat masuk kembali ke dalam tubuh. Jika kuman terdorong ke dalam saluran telinga, maka infeksi bisa saja terjadi.

3.Pecahnya Pembuluh Darah

Dalam hidung, mata, dan gendang telinga terdapat banyak sekali pembuluh darah kecil. Meski dalam kasus yang jarang terjadi, sering menahan bersin dapat menyebabkan pembuluh darah kecil tersebut tertekan dan pecah. Jika terjadi, maka dapat memicu munculnya sejumlah gejala, salah satunya adalah mata yang memerah.

Baca juga: Nyeri Sendi dan Bersin, Bisa Jadi Tanda Eritema Nodosum

4.Kerusakan pada Tenggorokan

Sering menahan bersin dapat memicu terjadinya kerusakan pada tenggorokan. Hal tersebut terjadi karena kecepatan udara yang tinggi saat menahan bersin merusak organ di sekitar mulut, termasuk tenggorokan. Meski jarang terjadi, bahaya menahan bersin yang satu ini bisa saja dialami oleh siapapun.

5.Cedera pada Diafragma

Diafragma merupakan otot yang menjadi batasan antara dada dan perut. Jika terlalu sering menahan bersin, maka dapat membuat udara terjebak dalam ruang diafragma. Hal tersebut dapat memicu kolaps paru-paru. Kondisi ini dapat berakibat fatal bagi pengidapnya, sehingga ia harus segera mendapat pertolongan medis.

6.Patah Tulang Rusuk

Bahaya menahan bersin yang terakhir adalah patahnya tulang rusuk. Menahan bersin akan membuat udara bertekanan tinggi dipaksa masuk ke dalam paru-paru. Hal tersebut akan memicu patahnya tulang rusuk yang mengelilingi paru-paru.

Baca juga: Serba-Serbi Bersin, Ini yang Perlu Diketahui

Jika memang perlu menahan bersin atau meredam suara bersin, kamu bisa menggosok hidung atau area di atas bibir. Selain itu, kamu juga perlu menjalani etika bersin yang baik agar tidak mengganggu orang sekitar dan menularkan penyakit. 

Tutuplah hidung dan mulut dengan lengan bagian dalam. Jangan lupa untuk sering mencuci tangan, terutama setelah bersin. Jika kamu mengalami bersin-bersin karena tengah mengidap sejumlah masalah kesehatan, silahkan diskusikan dengan dokter di Halodoc, ya.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Trying to Hold That Sneeze In? Better Not if You Know What’s Good for You.
Healthline. Diakses pada 2020. The Potential Dangers of Holding in a Sneeze.