• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Mengalami Halusinasi Bisa Jadi Gejala Psikosis

Sering Mengalami Halusinasi Bisa Jadi Gejala Psikosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Sering Mengalami Halusinasi Bisa Jadi Gejala Psikosis

Halodoc, Jakarta - Psikosis adalah kondisi yang memengaruhi cara otak seseorang untuk memproses informasi. Kondisi ini akan menyebabkan seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan. Seseorang yang mengidap psikosis mungkin akan lebih sering mengalami halusinasi, yang mana ia mungkin melihat, mendengar, atau mempercayai hal-hal yang tidak nyata. 

Psikosis adalah gejala dan tidak digolongkan sebagai penyakit sendiri. Kondisi ini bisa terjadi akibat penyakit mental atau fisik, penyalahgunaan zat, atau stres atau trauma ekstrem. Psikosis juga biasanya pertama kali menyerang pertama kali pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa. Sebelum masuk ke dalam tahap episode pertama psikosis (FEP), seseorang mungkin akan menunjukkan sedikit perubahan dalam cara bertindak atau berpikir. Ini disebut periode prodromal dan bisa berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Baca juga: Inilah Bedanya Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikosis

Halusinasi Sebagai Gejala Psikosis

Halusinasi adalah saat seseorang melihat, mendengar, mencium, merasakan, atau merasakan hal-hal yang tidak ada di luar pikirannya. Ini bisa meliputi:

  • Penglihatan, melihat warna, bentuk atau orang.
  • Suara, mendengar suara atau bunyi lainnya.
  • Sentuhan, merasa tersentuh ketika tidak ada orang di sana.
  • Bau, mencium bau yang tidak bisa dicium orang lain.
  • Rasa, merasakan sesuatu saat tidak ada apa-apa di mulut.

Baca juga: Deteksi Lebih Dini Gangguan Mental Skizofrenia

Psikosis juga tidak tiba-tiba dimulai, selain halusinasi, kondisi ini juga biasanya mengikuti pola seperti berikut:

Gejala sebelum Psikosis. Kondisi ini dimulai dengan perubahan bertahap dalam cara berpikir dan memahami dunia. Kamu akan memperhatikan gejala seperti: 

  • Penurunan nilai atau prestasi kerja.
  • Kesulitan berpikir jernih atau berkonsentrasi.
  • Kecurigaan atau ketidaknyamanan di sekitar orang lain.
  • Kurangnya perawatan diri atau kebersihan.
  • Menghabiskan lebih banyak waktu sendirian dari biasanya.
  • Emosi yang lebih kuat dari yang dibutuhkan situasi.
  • Tidak ada emosi sama sekali.

Sementara itu, tanda-tanda psikosis dini bisa meliputi:

  • Mempertahankan keyakinan atau pikiran yang tidak biasa.
  • Mulai menjauh dari keluarga dan teman.
  • Berhenti menjaga dan merawat diri.
  • Tidak bisa berpikir jernih atau sulit memperhatikan.

Apakah kamu melihat orang terdekatmu memiliki gejala seperti yang disebutkan sebelumnya? Mungkin saja ia mengalami psikosis. Untuk memastikannya, kamu juga mendiskusikan gejala tersebut pada dokter atau psikolog di Halodoc. Dengan begini, kamu akan mengetahui langkat tepat penanganan yang bisa dilakukan berkat saran dari dokter.

Baca juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Langkah Pengobatan Psikosis

Mengobati psikosis mungkin melibatkan kombinasi obat dan terapi. Kebanyakan orang akan mengalami perbaikan gejala mereka dengan pengobatan berikut ini:

  • Penenangan Cepat. Terkadang orang yang mengalami psikosis bisa menjadi gelisah dan berisiko melukai diri sendiri atau orang lain. Dalam kasus ini, mungkin perlu menenangkan mereka dengan cepat. Cara ini disebut penenangan cepat. Seorang dokter atau petugas medis akan memberikan suntikan cepat bertindak atau obat cair untuk segera menenangkan pengidap psikosis.
  • Pengobatan. Gejala psikosis dapat dikontrol dengan obat yang disebut antipsikotik. Mereka mengurangi halusinasi dan delusi dan membantu orang berpikir lebih jernih. Jenis antipsikotik yang diresepkan tergantung pada gejalanya. Dalam banyak kasus, orang hanya perlu minum antipsikotik dalam waktu singkat untuk mengendalikan gejalanya. Orang dengan skizofrenia juga mungkin harus tetap minum obat seumur hidup.
  • Terapi Perilaku Kognitif. Terapi perilaku kognitif berarti bertemu secara teratur untuk berbicara dengan konselor kesehatan mental dengan tujuan untuk mengubah pemikiran dan perilaku. Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam membantu orang membuat perubahan permanen dan mengelola penyakit mereka dengan lebih baik. Ini sering kali paling membantu untuk gejala psikotik yang tidak sepenuhnya hilang dengan obat-obatan.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Psychosis.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Psychosis.
WebMD. Diakses pada 2020. Psychosis.