• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Mengharapkan Pujian Bisa Jadi Gejala Narsistik

Sering Mengharapkan Pujian Bisa Jadi Gejala Narsistik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Siapa sih yang tidak senang bila mendengar kata-kata pujian? Dipuji dan dikagumi oleh orang lain tentunya memberikan perasaan senang dan bangga. Namun, hati-hati bila kamu sering mengharapkan pujian dari orang lain. Hal itu bisa menjadi gejala narsistik.

Masyarakat umum sering menggunakan istilah ‘narsisme’ untuk menunjukkan seseorang yang suka selfie, terobsesi menjadi selebriti, atau menggambarkan seseorang yang terlalu sombong dan mementingkan diri sendiri. Faktanya, dalam psikologis, narsisme tidak sekadar mencintai diri sendiri.

Lebih tepatnya, orang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik jatuh cinta pada imej diri sendiri yang sangat diidealkan dan dinilai terlalu tinggi. Mempertahankan agar imej diri tetap terlihat baik dan sempurna tentu membutuhkan banyak usaha. Nah, dari situ sikap dan perilaku disfungsional akan muncul.

Baca juga: Inilah 4 Tipe Narsistik, Salah Satunya Mungkin ada di Sekitar

Ketahui Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik

Pengidap narsistik bertindak seperti bintang film dalam grup. Mereka mengharapkan pujian ke mana pun mereka pergi. Pujian yang hanya dilontarkan sesekali tidak lah cukup buat mereka. Orang dengan gangguan narsistik mengharapkan pujian terus-menerus dari orang lain bahkan ketika tidak ada hal dari diri mereka yang bisa dipuji.

Dengan memonopoli percakapan, pengidap akan memastikan bahwa mereka mendapatkan suplai narsistik mereka. Sekalipun dalam prosesnya, mereka harus meremehkan orang lain. Orang narsistik harus mendapatkan apa yang mereka inginkan terlepas dari pengorbanan orang lain. Hal ini termasuk mendapatkan pujian.

Orang dengan gangguan narsistik membutuhkan suplai terus menerus untuk ego mereka. Karena itu, mereka akan mengelilingi diri mereka dengan orang-orang yang bersedia memenuhi keinginan obsesif mereka untuk penegasan diri. Awalnya, pesona luar yang dimiliki pengidap narsistik akan membuat mereka menjadi favorit banyak orang, sehingga mereka bisa mendapatkan pujian dengan mudah. Namun, bagaimanapun juga, orang lain tidak bisa memuji mereka terus menerus. Dan bila ada pengurangan perhatian atau pujian dari pengagum, pengidap narsistik bisa menjadi marah. Bagi beberapa pengidap, kemarahan bisa membuat mereka bertindak kasar secara fisik.

Agar bisa mendapatkan pemujaan atau pujian, orang narsistik biasanya akan menggunakan pesona mereka jika mereka bisa. Namun, bila tidak bisa, mereka dapat menggunakan taktik lain, yang seringkali sangat berbahaya untuk mendapatkan apa yang mereka rasa pantas untuk dapatkan.

Bila yang terjadi justru sebaliknya, yaitu si pengidap narsistik menerima kritik, mereka seringkali akan meledak. Sekali lagi, orang narsistik mungkin dapat menunjukkan gejala kemarahan yang kasar.

Baca juga: Marah Dikritik, Benarkah Jadi Tanda Kepribadian Narsistik?

Orang yang menjadi target kemarahan pengidap narsistik mungkin tidak mengkritik pengidap sama sekali. Namun, pengidap menganggap komentar atau perilaku orang tersebut sebagai suatu hinaan dan bereaksi terhadapnya.

Hal itu bisa terjadi akibat rendahnya harga diri pengidap. Mengingat betapa angkuhnya orang narsistik, sulit bagi korban untuk percaya bahwa rendah diri orang narsistik dapat membuat mereka tidak berdaya, yang kenyataannya memang seperti itu.

Banyak orang dengan gangguan kepribadian narsistik berusaha keras untuk memenuhi ego mereka sendiri dan mendapatkan pujian yang mereka butuhkan ini adalah salah satu gejala narsistik yang paling jelas.

Menurut Psychology Today, beberapa orang narsistik sangat membutuhkan pujian dan pemujaan, sehingga mereka mengejar karir yang baik dalam bisnis atau politik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Keinginan yang sangat besar untuk pujian ini sebenarnya berasal dari batin masa kecil yang rusak dan terluka. Luka tersebut menyebabkan seorang anak menciptakan dirinya yang palsu agar ia bisa diterima dan merasa aman di lingkungan yang tidak aman. Cara orang narsistik menjaga perasaan rendah diri ini adalah dengan mendapatkan pujian dari orang lain.

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Seseorang dengan Kepribadian Narsistik

Bila kamu memiliki keinginan terus menerus untuk dipuji, ada baiknya kamu membicarakan hal ini pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Dengan bantuan dari profesional, gangguan kepribadian narsistik dapat diperbaiki. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Applied Behaviour Analysis Programs Guide. Diakses pada 2020. Five Signs of Narcissism.
Help Guide. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Narcissistic Personality Disorder.