• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Merasa Terasing Bisa Jadi Tanda Gangguan Kepribadian

Sering Merasa Terasing Bisa Jadi Tanda Gangguan Kepribadian

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Ada banyak jenis gangguan kepribadian yang perlu diketahui dan bisa terjadi pada siapa saja. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya memiliki pola pikir dan perilaku yang sedikit “berbeda” dengan apa yang dianggap sebagai hal wajar. Salah satu tanda seseorang mengalami kondisi ini adalah kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, bahkan sering merasa terasing. 

Gangguan kepribadian dikategorikan sebagai penyakit mental. Hal ini bisa menyebabkan seseorang bermasalah dalam merasakan, memahami, atau berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Alhasil, orang tersebut mulai menarik diri dan mengasingkan diri. 

Semakin lama, pengidap gangguan ini mungkin akan semakin jauh dan malah merasa terasing. Gangguan interaksi seperti ini mirip dengan gejala skizofrenia. 

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Kepribadian Highly Sensitive Person

Skizofrenia Bikin Susah Bersosialisasi 

Gangguan kepribadian bisa menyebabkan pengidapnya mengasingkan diri dari pergaulan. Hal itu bisa menjadi tanda awal dari gangguan kepribadian skizofrenia. Gangguan ini menyebabkan seseorang bisa mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku. Salah satu perubahan yang bisa terjadi adalah menarik diri dari pergaulan atau mengasingkan diri. 

Gejala awal dari gangguan kepribadian ini sering muncul pada saat remaja. Hal itu menyebabkan gejala skizofrenia sering disalahartikan sebagai hal yang wajar dan muncul sebagai proses pendewasaan seseorang. 

Ada sejumlah gejala awal skizofrenia yang bisa dikenali saat remaja, yaitu cenderung mengasingkan diri dari orang lain, perubahan perilaku, mudah marah dan merasa depresi, serta kurang bersemangat dan sulit berkonsentrasi. 

Kondisi ini juga menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur pada malam hari alias insomnia. Jika dilihat dari tanda yang ditunjukkan, gejala skizofrenia dibedakan menjadi gejala positif dan negatif. Gejala positif mengacu pada perilaku yang berbeda dari orang kebanyakan. Gejala gangguan kepribadian ini dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu halusinasi, delusi, kekacauan pikiran, serta perilaku kacau. 

Selain itu, ada gejala negatif yang menjadi tanda dari gangguan kepribadian ini. Gejala negatif pada skizofrenia mengacu pada hilangnya minat seseorang pada suatu hal yang sebelumnya disukai. Gejala ini bisa terjadi dalam beberapa tahun dan menjadi “gejala pembuka” sebelum orang tersebut mulai merasakan gejala awal. 

Baca juga: Suka Marah-Marah Tanpa Sebab, Waspada Gangguan BPD

Karena termasuk dalam penyakit mental, gejala-gejala dan perubahan perilaku pada pengidap penyakit ini bisa memengaruhi kualitas hidup dan hubungan pengidapnya dengan lingkungan sosial. Gejala negatif pada skizofrenia sering menyebabkan hubungan pengidapnya dengan keluarga menjadi kacau dan rusak. Sebab, gejala negatif seringkali disalahartikan sebagai sikap malas atau tidak sopan.

Sering mengasingkan diri dan berakhir dengan perasaan terasing merupakan salah satu bagian dari gejala negatif. Gejala penyakit ini biasanya akan muncul bertahap dan memburuk seiring waktu. Gejala ini ditandai dengan sulit untuk merasa senang atau puas, enggan bersosialisasi dan lebih memilih berdiam di rumah, kehilangan minat dan motivasi pada aktivitas yang sebelumnya disukai, serta mengalami perubahan pola tidur. 

Pengidap penyakit ini juga cenderung merasa tidak nyaman berada dekat orang lain dan tidak mau memulai percakapan. Hal itu yang menjadi cikal bakal muncul rasa terasing pada pengidap skizofrenia. Orang yang mengidap kondisi ini juga cenderung tidak peduli pada penampilan dan kebersihan diri.

Cari tahu lebih lanjut seputar gangguan kepribadian skizofrenia dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Schizophrenia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Schizophrenia.
Healthline. Diakses pada 2020. Personality Disorder.