Sering Naik Ojol? Hati-Hati 5 Risiko Kesehatan Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sering Naik Ojol? Hati-Hati 5 Risiko Kesehatan Ini

Halodoc, Jakarta – Saat ini, ojek online atau ojol menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan. Selain murah dan banyak potongan harga, ojol bisa mengantarkan kita ke tujuan yang spesifik. Keuntungan lainnya, ojol tergolong cepat dan bisa menembus kemacetan. Cara pemesanannya mudah, kamu tinggal membuka aplikasi dan memasukan titik penjemputan serta tempat yang akan dituju. Tidak heran jika jenis transportasi ini diandalkan banyak orang, mulai dari anak sekolah sampai para pekerja kantoran.

Baca Juga: Letak Jerawat di Wajah Menunjukkan Kondisi Kesehatan?

Namun, di balik kemudahan dan harganya yang murah, kebiasaan naik ojol bisa mendatangkan sejumlah penyakit. Apalagi jika kamu tidak menggunakan pelindung seperti, helm, masker, jaket dan lain-lain. Nah, berikut sejumlah masalah kesehatan yang ditimbulkan jika sering naik ojol.

  1. Masalah Kulit

Saat menaiki ojol, tentunya wajah maupun tubuh kita tidak terlindungi secara keseluruhan seperti saat naik mobil. Itu sebabnya, polusi dan debu-debu jalanan mudah menempel pada kulit kita. Polusi dan debu ini bisa mendatangkan berbagai masalah kulit, seperti jerawat, kulit kusam, komedo dan lain-lain. Apalagi jika kamu sering naik ojol di siang hari. Kulit rentan terbakar jika tidak terlindungi.

Untuk mencegah masalah kulit di atas, jangan lupa gunakan tabir surya pada wajah dan bagian tubuh yang terlihat, menggunakan masker, jaket, celana panjang dan alas kaki yang tertutup. 

  1. Mata Kering dan Iritasi

Selain kulit, mata juga rentan terkena debu yang kemudian dapat menimbulkan iritasi. Saat terpapar debu, hindari mengucek mata yang dapat memperparah iritasi. Ketika menaiki ojol, mata kita cenderung terpapar angin yang lama-kelamaan bisa membuat mata kering. Akibatnya, mata terasa pedas dan menjadi berair. Kamu dapat menggunakan kacamata atau menutup kaca helm untuk mencegah terjadinya kondisi-kondisi tersebut.

Baca Juga: Mata Jadi Lebih Sehat dengan Instagram Dark Mode, Benarkah?

  1. Masuk Angin

Seperti yang kita ketahui, motor tidak punya pelindung udara, sehingga tubuh rentan terkena infeksi virus yang dibawa oleh udara. Jika tubuh kita sedang tidak fit, infeksi virus ini bisa menyebabkan kondisi yang disebut masuk angin. Oleh karena itu, jangan lupa kenakan jaket saat menaiki ojol maupun berkendara motor sendirian. Meski masuk angin sering dianggap penyakit sepele, tapi kondisi ini bisa berkembang menjadi flu, batuk sampai infeksi saluran pernapasan.

  1. Sakit Tulang Ekor

Sakit tulang ekor adalah kondisi yang dapat muncul apabila kamu memutuskan naik ojol untuk ke tujuan yang cukup jauh atau memakan waktu yang lama. Sakit tulang ekor (coccydynia) adalah rasa nyeri pada atau di sekitar struktur tulang yang berada di bawah tulang belakang. Bantalan motor yang cukup keras dan tidak nyaman bisa menimbulkan kondisi ini jika penumpang duduk dalam waktu yang cukup lama. 

Kalau kamu mengalami sakit tulang ekor, coba lakukan peregangan ringan dan banyak bergerak setelah duduk terlalu lama. Jika sakit tulang ekor tidak kunjung sembuh sampai berhari-hari, sebaiknya periksakan ke dokter karena bisa jadi itu gejala saraf kejepit. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc.

  1. Masalah Pernapasan

Bagi si pengendara maupun pembonceng, mereka sama-sama berisiko masalah pernapasan. Pasalnya, debu dan polusi jalanan mudah terhirup oleh para pengguna motor, Debu dan polusi yang telah terhirup kemudian bisa mengiritasi saluran pernapasan kita. Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu kenakan masker agar debu dan polusi tidak dapat terhirup saat mengendarai motor.

Baca Juga: Dari Kecil Sering Naik Motor, Waspada Ancaman Bronkitis

Itulah beberapa penyakit yang rentan menyerang para pengguna ojol. Bagi kamu yang sering naik ojol maupun mengendarai motor, sebaiknya selalu kenakan perlengkapan berkendara untuk mencegah penyakit-penyakit di atas. 

Referensi :
National Headway Safety Administration. Diakses pada 2019. Motorcycle Safety.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Tailbone pain: How can I relieve it?.