Sering Pakai Headset Berisiko Terkena Neuroma Akustik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sering Pakai Headset Berisiko Terkena Neuroma Akustik?

Halodoc, Jakarta – Untuk menambah semangat saat sedang bosan atau tengah mengerjakan sesuatu, seseorang sering memilih untuk mendengarkan musik. Biasanya, kegiatan ini dilakukan dengan bantuan headset alias earphone. Namun, ada pendapat yang menyebut bahwa terlalu sering mendengarkan musik dengan headset bisa menyebabkan gangguan pada telinga, salah satunya neuroma akustik. Benarkah? 

Mengenakan headset dalam waktu lama dengan volume yang terlalu kencang memang disebut bisa meningkatkan risiko gangguan pada telinga. Kondisi ini bisa memicu terjadinya tinnitus, yaitu kondisi yang ditandai dengan muncul dengungan dan rasa tidak nyaman. Jika tidak ditangani dengan cepat, tinnitus bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih parah, salah satunya neuroma akustik. 

Baca juga:  Ganggu Fungsi Pendengaran, Kenali Lebih Jauh Neuroma Akustik

Mengenal Penyebab Neuroma Akustik 

Neuroma akustik merupakan penyakit yang terjadi karena muncul tumor jinak pada vestibular alias saraf keseimbangan. Bagian ini merupakan penghubung telinga dengan otak. Tumor yang tumbuh akan menutupi saraf keseimbangan, sehingga mengganggu fungsi pendengaran dan keseimbang tubuh. Neuroma akustik biasanya menyerang orang dewasa antara usia 30–60 tahun. 

Tumor jinak ini umumnya berkembang secara perlahan dan jarang menyebar ke bagian tubuh lain. Meski begitu, neuroma akustik sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Neuroma akustik bisa menjadi masalah serius jika tumor yang tumbuh menjadi sangat besar dan menekan batang otak, bahkan bisa mengancam nyawa. Lantas, apa sebenarnya penyebab muncul tumor neuroma akustik? 

Baca juga: Ini Bedanya Neuroma Akustik, Diabetik, dan Radialis

Gejala penyakit ini umumnya baru terasa saat tumor sudah semakin bertumbuh dan membesar. Pertumbuhan tumor bisa menyebabkan tekanan pada saraf pendengaran yang akhirnya mengakibatkan gangguan pada kemampuan telinga mendengar. Kondisi ini juga menyebabkan keseimbangan tubuh jadi terganggu, sebab tumor juga bisa menekan saraf yang mengendalikan otot dan sensasi rasa pada wajah, menekan pembuluh darah di sekitarnya, serta struktur pada otak.

Neuroma akustik menyerang saraf yang bertugas untuk mengendalikan pendengaran dan keseimbangan tubuh. Penyakit ini diduga terjadi akibat gangguan fungsi gen pada kromosom 22, yaitu gen yang mengendalikan pertumbuhan tumor dan menutupi sel saraf dalam tubuh. Gen ini juga berperan dalam mengendalikan tumor yang menyerang saraf vestibular. Meski begitu, masih belum diketahui apa penyebab terjadinya gangguan pada gen kromosom 22. 

Baca juga: Waspada Neuroma Akustik, Ini Cara Mengatasinya

Penanganan segera bisa membantu mencegah kondisi ini menjadi lebih buruk. Neuroma akustik biasanya diatasi dengan pengamatan secara berkala, radiasi, atau operasi untuk mengangkat tumor. Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan menanyakan gejala yang dialami dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, terutama pada telinga. 

Mendiagnosis penyakit ini juga dilakukan dengan beberapa tes penunjang untuk memastikan. Salah satu jenis tes penunjang yang bisa dilakukan adalah tes pendengaran alias audiometri yang dilakukan dengan cara memperdengarkan suara dalam berbagai nada suara pada masing-masing telinga. Selama pemeriksaan, kamu akan diminta untuk memberi tanda pada setiap mendengar suara tersebut. Selain itu, pemeriksaan penunjang lain yang bisa dilakukan adalah pemindaian, terutama pada otak. 

Masih penasaran soal penyakit neuroma akustik dan apa saja penyebabnya? Tanya pada dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Kamu juga bisa menyampaikan keluhan kesehatan dan gejala yang muncul pada dokter. Dapatkan rekomendasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya hanya di Halodoc. Ayo, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play. 

Referensi: 
Tinnitus Formula. Diakses pada 2020. Cell Phones, Acoustic Neuromas & Tinnitus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Acoustic neuroma.
NCBI. Diakses pada 2020. Association between vestibular schwannomas and mobile phone use.