• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Vertigo, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Sering Vertigo, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan vertigo dapat berlangsung selama beberapa detik, menit, jam, bahkan beberapa hari. Perlu kamu ketahui bahwa vertigo bukanlah penyakit. Vertigo merupakan gejala dari suatu kondisi. Untuk mengidentifikasi penyebab vertigo, kamu membutuhkan bantuan dokter untuk menemukan perawatan dan pencegahannya.

Vertigo berbeda dengan pusing kepala biasa. Karena sensasi vertigo membuat kamu merasa lingkungan sekitar bergerak dan berputar, meskipun kamu hanya berdiri diam. Kondisi ini akan berlangsung selama beberapa waktu, dan kamu pun tidak dapat berdiri secara stabil.

Baca juga: Kenali Tanda dan Penyebab Vertigo Berikut Ini

Waktu yang Tepat Ke Dokter saat Terserang Vertigo

Jika kamu merasakan vertigo secara berulang, tiba-tiba, parah, berkepanjangan dan tidak dapat dijelaskan rasanya, maka itu adalah saat yang tepat kamu menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc kemudian menemui dokter di rumah sakit. Setiapnya di rumah sakit, kemungkinan kamu akan mendapatkan perawatan medis darurat jika mengalami vertigo yang parah dengan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri dada.

  • Sulit bernapas.

  • Mati rasa atau lumpuh pada lengan atau kaki.

  • Pingsan.

  • Visi ganda.

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.

  • Kebingungan atau tidak mampu berkata dengan jelas.

  • Kesulitan berjalan.

  • Muntah.

  • Kejang.

  • Perubahan pendengaran.

  • Mati rasa.

Sementara itu, perawatan yang dapat membantu yaitu:

  • Bergerak perlahan. Saat kamu berdiri dari berbaring, gerakkan perlahan. Banyak orang mengalami pusing jika berdiri terlalu cepat. 

  • Minum banyak cairan. Tetap terhidrasi dengan baik dapat membantu mencegah atau meredakan beberapa jenis pusing. 

  • Hindari kafein dan tembakau. Dengan membatasi aliran darah, zat-zat ini dapat memperburuk gejala. 

Baca juga: Hati-Hati, 7 Kebiasaan Ini Dapat Memicu Vertigo

Apabila dokter mencurigai kamu mengalami gejala stroke, kemungkinan kamu akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan MRI atau CT scan. Kebanyakan orang menemui dokter karena vertigo akan ditanyai mengenai gejala dan obat yang dikonsumsi beberapa waktu terakhir. Barulah kemudian diberikan pemeriksaan fisik. 

Selama pemeriksaan, dokter akan memeriksa bagaimana stabilitas tubuh saat berjalan dan menjaga keseimbangan dan bagaimana saraf utama sistem saraf pusat bekerja. Kamu juga mungkin memerlukan tes pendengaran dan tes keseimbangan, termasuk:

  • Tes gerakan mata. Dokter mungkin mengawasi jalur mata saat melihat objek bergerak. Tes juga dilakukan untuk melihat gerakan mata saat air atau udara ditempatkan di dekat telinga. 

  • Pengujian gerakan kepala. Jika dokter mencurigai vertigo disebabkan oleh benign paroxysmal positional vertigo, ia mungkin akan melakukan tes gerakan kepala sederhana yang disebut manuver Dix-Hallpike untuk memverifikasi diagnosis. 

  • Posturografi. Tes ini memberi tahu dokter bagian mana dari sistem keseimbangan yang paling kamu andalkan dan bagian mana yang memberi tubuh masalah. Kamu berdiri dengan kaki telanjang di atas platform dan mencoba menjaga keseimbangan dalam berbagai kondisi. 

  • Pengujian kursi putar. Selama tes ini kamu duduk di kuris yang dikendalikan komputer yang bergerak sangat lambat dalam lingkaran penuh. Pada kecepatan yang lebih cepat, ia bergerak maju mundur dalam lengkungan yang sangat kecil. 

  • Tes darah. Tes ini mungkin diberikan untuk memeriksa infeksi, kesehatan jantung, dan pembuluh darah. 

Baca juga: Cara Mengobati & Mengenali Penyebab Vertigo

Vertigo memang mengganggu dan menyusahkan, sehingga perlu mendapatkan perhatian medis. Pengobatan untuk vertigo biasanya bertujuan untuk mengobati penyebab yang menyebabkan sensasi disorientasi untuk menghilangkan gejala. Jika penyebabnya tidak diketahui, dokter juga dapat mengobati gejala vertigo saja. 

Penting untuk berbicara dengan dokter setiap kali kamu mengalami vertigo. Dengan begitu dokter dapat memahami penyebab yang mendasarinya dan menemukan perawatan yang dapat mencegah serangan vertigo dan meredakannya jika terjadi lagi. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dizziness.
Healthline. Diakses pada 2020. How Long Does Vertigo Last?