Setelah Sulli, Depresi Diduga Renggut Nyawa Goo Hara

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Setelah Sulli, Depresi Diduga Renggut Nyawa Goo Hara

Halodoc, Jakarta – Duka masih terasa menyelimuti setelah kepergian Sulli, tetapi air mata penggemar K-Pop harus kembali berlinang. Goo Hara, penyanyi sekaligus aktris asal Korea Selatan, ditemukan meninggal di kediamannya di kawasan Cheongdam, Seoul, pada Minggu (24/11) lalu. Hingga artikel ini ditulis, polisi masih menyelidiki lebih lanjut tentang penyebab pasti kematian mantan personel grup wanita Kara ini.

Namun selama hidupnya, Hara diduga mengalami depresi berat karena berbagai masalah yang menimpanya beberapa tahun belakangan. Pada Mei lalu, Hara dikabarkan pernah melakukan upaya bunuh diri. Namun percobaan tersebut gagal, karena managernya segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. 

Itulah sebabnya banyak yang menduga penyebab kematian Hara adalah bunuh diri, sama seperti yang dilakukan mendiang sahabatnya, Sulli, pada 14 Oktober lalu. Namun, kepergian Hara rasanya sangat tiba-tiba dan tidak ada yang menduganya. Sebab, ia baru saja menyelesaikan tur solonya di Jepang, yang bertajuk HARA Zepp Tour 2019 HELLO, pada 13-19 November lalu. Selain itu, Hara juga sempat merilis lagu baru di Jepang.

Baca juga: Sulli Meninggal, Ini Alasan Depresi Bisa Picu Bunuh Diri

Kasus Kekerasan, Video Panas, hingga Cyber Bullying

Meski sempat berada di puncak kesuksesan bersama Kara, Hara kerap tertimpa berbagai masalah, terutama sejak akhir 2018 lalu. Pada September 2018, Hara sempat tersandung masalah kekerasan dengan mantan kekasihnya, Choi Jong Bum. Jong Bum melaporkannya terlebih dahulu ke polisi dengan tuduhan kekerasan, lalu akhirnya Hara melaporkan balik kekerasan yang juga ia terima.

Perseteruan menjadi semakin keruh kala Jong Bum mengancam akan menyebarkan rekaman video ketika Hara berhubungan intim dengannya. Kasus ini akhirnya menempuh jalur hukum dan berlarut-larut, hingga pada Agustus 2019, Jong Bum dijatuhi hukuman 1.5 tahun penjara, dengan masa percobaan 3 tahun.

Dari berbagai masalah yang menimpanya itu, Hara tetap berusaha untuk bangkit dan melanjutkan karirnya sebagai penyanyi solo. Meski begitu, perjalanan karirnya terbilang tak mudah, karena seperti Sulli, Hara juga kerap menjadi sasaran komentar jahat atau cyber bullying. Salah satunya terjadi pada April lalu. 

Warganet ramai-ramai menghujatnya karena dianggap melakukan operasi plastik di bagian matanya. Merasa jengah, Hara kemudian memberi penjelasan bahwa ia memang harus menjalani operasi plastik pada mata karena alasan medis. 

Baca juga: Awas, Komentar di Sosmed Bisa Berakibat Fatal

Isu soal komentar jahat di media sosial terhadap artis wanita di Korea Selatan bukan hal yang baru. Hal inilah yang juga diduga kuat menjadi penyebab depresi yang dialami Sulli, hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Meski penyebab pasti kematiannya masih diselidiki, Hara juga diduga mengalami kondisi serupa, mengingat ia kerap menerima komentar jahat dan pernah melakukan percobaan bunuh diri pada Mei lalu.

Cara Kenali Tanda-Tanda Depresi pada Orang Terdekat

Begitu banyaknya kasus depresi yang berujung bunuh diri pada artis Korea Selatan menandakan bahwa gangguan mental ini tidak bisa dianggap sepele. Namun, pada kebanyakan kasus, orang yang depresi biasanya tidak menunjukkan kondisinya pada orang lain. Bisa saja seseorang terlihat ceria dan bahagia, padahal menyimpan tekanan yang sangat menyakitkan hingga membuatnya depresi.

Peran orang terdekat sangat penting, karena orang yang depresi kerap tidak menyadari kondisinya. Dari segi medis, depresi dijelaskan sebagai gangguan kesehatan mental, yang ditandai dengan suasana hati yang merasa tertekan terus-menerus dan hilangnya minat dalam melakukan aktivitas, sehingga menyebabkan penurunan kualitas hidup sehari-hari. 

Berikut beberapa tanda depresi pada orang terdekat, dan cara terbaik menghadapinya, yang perlu kamu ketahui:

 

1. Tiba-Tiba Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

 

Tanda yang paling kentara ketika orang terdekat mengalami depresi adalah tiba-tiba menarik diri dari lingkungan sosial. Sadarilah jika ada teman atau orang terdekat yang tiba-tiba enggan diajak ngobrol dan lebih sering ingin menyendiri. Bisa jadi ia sedang mengalami stres berat ataupun depresi.

Pada awalnya, membiarkan ia sendirian bisa saja merupakan langkah yang baik. Namun, jika hal ini terjadi terus-menerus, kamu tidak boleh tinggal diam dan malah mengabaikannya. Dekati dan ajaklah ia melakukan berbagai hal menyenangkan untuk memperbaiki suasana hatinya dan mengalihkannya dari hal-hal yang membuatnya merasa tertekan. 

Baca juga: Mahasiswa Punya Hasrat Bunuh Diri Tinggi, Mengapa?

2. Saat sedang Mengobrol, Jarang Menanggapi

Jika orang terdekatmu yang sering mengobrol tiba-tiba jadi jarang menanggapi obrolan, bisa jadi ia sedang mengalami depresi atau stres berat. Jangan bertanya “Kamu kenapa, sih?”, karena pertanyaan ini hanya akan membuatnya tidak nyaman, dan malah akan selalu mengaku dirinya baik-baik saja.

3. Pola Makannya Jadi Tidak Teratur

Pola makan yang tiba-tiba berubah menjadi tidak teratur juga bisa menjadi tanda seseorang mengalami depresi. Perubahan pola bisa jadi lebih sering makan atau tidak mau makan selama berhari-hari. Jika hal ini berlangsung terus-menerus, kamu perlu waspada akan kesehatan mentalnya.

4. Sering Bicara tentang Kematian

Ketika depresi telah menggerogoti, kemungkinan besar pengidapnya akan memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup. Waspada dan segera bantu orang terdekatmu jika tiba-tiba bertanya tentang kematian. Ajaklah ia bicara dari hati ke hati, tunjukkan simpati, dan minta ia membuka diri dan berbagi kesedihannya denganmu.

Jika ia tetap tidak bisa terbuka sepenuhnya, cobalah ajak ia pergi ke psikolog untuk mendapatkan perawatan medis. Sebagai permulaan, kamu bisa ajak ia berkonsultasi pada psikolog di Halodoc lewat chat. Namun, jika ingin melakukan konsultasi langsung, lewat aplikasi Halodoc kamu juga bisa buat janji dengan psikolog di rumah sakit, agar tidak perlu lama mengantri.

Selama pengobatannya dengan psikolog, teruslah temani dan dukung ia sebisamu. Namun, penting untuk diingat bahwa kamu juga perlu menjaga emosi dan jangan ikut-ikutan stres. Ingatlah bahwa sebagai orang terdekat, tugasmu hanyalah mendengarkan dan menemaninya. Sisanya serahkan pada psikolog, sebagai ahlinya.

Referensi:
BBC News. Diakses pada 2019. K-Pop artist Goo Hara found dead at home aged 28.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Recognizing the hidden signs of depression.