23 April 2018

Si Buah Hati Terlalu Cerewet? Hati-hati menghadapinya

Si Buah Hati Terlalu Cerewet? Hati-hati menghadapinya

Halodoc, Jakarta -  Banyak orangtua yang lebih senang anaknya aktif berbicara ketimbang diam saja. Banyak juga yang bilang anak cerewet itu pertanda cerdas. Hmm, itu memang betul menurut para ahli. Namun, kamu mesti waspada, sebab bentuk-bentuk kecerewetan bisa jadi menandakan kebalikannya, bahkan mungkin juga ciri-ciri suatu gangguan. Lalu, bagaimana cara menghadapi anak yang cerewet agar enggak “berkicau” terus-menerus?

Sebelumnya, kamu perlu tahu kalau kemampuan intelektual seorang anak ada hubungannya dengan seberapa ia banyak bicara. Kata ahli, anak yang memiliki IQ tinggi umumnya lebih mudah tertarik dan lebih lancar berbicara daripada yang kurang cerdas. Namun, enggak berarti semua anak pendiam memiliki IQ lebih rendah.

Menariknya, bocah-bocah tipe bawel atau cerewet tahu persis bahwa cara untuk memikat lingkungannya adalah dengan pintar berbicara.  

Bisa Jadi Gangguan Medis

Sebelum menerka-nerka mengapa Si Kecil terus-terusan berbicara, orangtua harus tahu apa yang mendorong anak jadi begitu cerewet. Apa karena kurang perhatian? Tidak ada orang yang mendengarkan? Atau ada sesuatu yang terjadi di dalam otaknya? Nah, inilah yang perlu orangtua ketahui.

Bila dilihat dari perkembangannya, anak usia lima tahun mulai mengembangkan keahlian sosial, yaitu belajar untuk berbicara dan menyimak perkataan orang lain. Namun, kalau pada usia 7-8 tahun mereka masih berusaha memonopoli percakapan atau suka menyela, tentu ini amat mengganggu. Nah, kamu sebagai orangtua harus turun tangan di sini. Cobalah membuatnya memahami apa dampak negatif dari berbicara tiada henti bagi dirinya dan orang lain.

Nah, ketika kamu sudah mencoba banyak cara agar anak memahaminya, tapi enggak ada perubahan, mungkin saja ada alasan lainnya. Pada kasus ini kamu bisa meminta bantuan ahli, seperti psikolog atau psikiater anak untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut.

Siapa tahu, ada beberapa masalah neurologis yang jadi penyebabnya. Misalnya, seperti gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD ini merupakan gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Yang perlu diketahui, siapa saja memiliki kemungkinan untuk mengidap kondisi yang  dikenal dengan istilah hiperaktif ini.

Selain gangguan di atas bisa jadi anak juga mengalami gangguan sindrom asperger, atau gangguan belajar nonverbal.  Nah, hal ini disebabkan oleh kurangnya fungsi otak kanan, sehingga Si Kecil dengan gangguan ini biasanya “berkicau” tiada henti. Namun, kalau disimak isi pembicaraannya, tidak ada atau sedikit sekali initinya.

Hadapi dengan Bijak

Setelah orangtua mencari tahu penyebabnya, barulah coba untuk mengatasinya. Tentunya, bisa meminta bantuan para ahli atau megatasinya seorang diri. Nah, berikut tips menghadapi anak yang cerewet.

  1. Jangan Pernah Bohong

Terkadang orangtua sering kali kerepotan untuk menghadapi banyaknya pertanyaan anak. Enggak jarang mereka tergoda untuk berbohong pada anaknya agar “kicauan” anak cepat berhenti. Nah, bohong demi mendiamkan anak sama sekali enggak boleh dilakukan. Sebab, lambat laun, kebiasaan kamu berbohong akan ditiru oleh anak.

  1.  Reward dan Consequence

Kalau anak punya kebiasaan super bawel, kamu boleh mengingatkannya dengan menempatkan jari telunjuk ke bibirnya dan menepuk punggungnya. Selanjutnya, jangan lupa juga kamu mesti memberikan umpan balik yang positif saat ia mulai tertekan.

  1. Tenang

Enggak usah panik saat anak mengajukan pertanyaan yang susah di jawab. Contohnya, “Ibu, adik bayi itu datangnya dari mana?”. Solusinya, berikan pengertian pelan-pelan dan penuh kesabaran. Pastinya, gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan sesuai dengan fase perkembangannya.

  1. Hargai, Jangan Batasi

Dengan menghargai pertanyaan anak akan memupuk rasa percaya dirinya. Selain itu, jangan membatasi pertanyaan anak, sebab bisa mengganggu kreativitasnya.

(Baca juga: Cara Bijak Bimbing Anak yang Penakut)

Punya keluhan medis dan ingin berdiskusi dengan dokter? Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.