Si Kecil Alami Batuk Darah, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Si Kecil Alami Batuk Darah, Berbahayakah?

Halodoc, Jakarta - Kesehatan anak pasti menjadi perhatian orangtua sehingga ingin anak terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Ketika anak mengalami batuk berdarah, pasti orangtua merasa khawatir takut anak mengalami gangguan pernapasan yang serius.

Batuk berdarah dalam dunia medis disebut sebagai hemoptisis atau hemoptoe. Kondisi ini terjadi saat dahak atau lendir keluar dari tubuh bercampur dengan ditandai dengan keluarnya darah atau lendir yang bercampur dengan darah pada saat batuk. Ciri-ciri darah dalam kasus batuk darah bisa bermacam-macam, ada yang berwarna merah muda atau merah terang, dan ada yang memiliki tekstur berbusa atau bercampur dengan lendir.

Saat anak yang tadinya sehat namun tiba-tiba mengalami hal ini patut dicurigai adanya gangguan kesehatan seputar pernapasan. Apalagi jika muncul beberapa gejala yang menyertainya, seperti:

  • Batuk dengan volume darah cukup banyak.
  • Batuk darah disertai penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk darah disertai dengan gejala sesak napas, demam lebih dari 38 derajat Celsius, pusing, berkeringat di malam hari, dan nyeri dada.
  • Batuk darah disertai dengan urine atau kotoran yang juga bercampur dengan darah.
  • Batuk darah yang berlangsung lebih dari seminggu.
  • Batuk darah yang sering muncul dan hilang.

Baca Juga: Jangan Panik, Begini Tindakan Pertama Batuk Berdarah

Apa yang Menjadi Penyebab Batuk Berdarah pada Anak?

Penyebab batuk darah pada anak tersebut dapat terjadi karena beberapa hal, misalnya:

  1. Masuknya Benda Asing yang Melukai Saluran Napas

Anak-anak, terutama yang masih berusia di bawah 3 tahun, biasanya masih gemar memasukkan sesuatu ke mulut mereka. Partikel-partikel dari benda asing yang masuk ke mulut itu kerap kali tertelan dan melukai saluran napasnya. Alhasil, darah bisa muncul akibat luka dan kemudian keluar melalui batuk.

  1. Iritasi Tenggorokan

Batuk yang tak kunjung sembuh dapat berpotensi menimbulkan iritasi pada tenggorokan. Iritasi tersebut membuat lendir yang keluar akibat batuk bercampur dengan darah.

  1. Mimisan

Apakah anak mengalami mimisan lalu batuk berdarah? Bisa jadi batuk darah tersebut bukan disebabkan oleh adanya luka atau iritasi tenggorokan, melainkan terhisapnya darah mimisan ke bagian belakang, lalu dibatukkan keluar. Dalam kasus seperti ini, yang perlu ibu lakukan adalah mencari tahu penyebab dari mimisan yang terjadi.

Mimisan juga banyak penyebabnya, dan bisa juga muncul sebagai tanda dari penyakit yang berbahaya. Namun, jika frekuensi mimisan terlalu sering disertai gejala lain, maka anak wajib dibawa ke dokter.

  1. Bronkitis

Jika batuk darah yang dialami anak disertai dengan gejala lain seperti keluarnya lendir berwarna kuning keabuan, sesak napas, sakit tenggorokan, dan demam, bisa jadi hal ini adalah gejala dari penyakit bronkitis. Penyakit ini adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus, yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut.

Baca Juga: 6 Tes untuk Mendiagnosis Batuk Darah

Hal yang Sebaiknya Dilakukan Orangtua

Selama kondisi ini tidak berulang dan disertai gejala lain, batuk darah pada anak umumnya adalah kondisi yang ringan dan akan membaik dengan sendirinya. Oleh karena itu, orangtua tidak perlu langsung panik ketika menjumpai anaknya batuk berdarah.

Beratnya batuk berdarah dapat dilihat dari jumlah darah yang keluar dalam satu hari. Batuk darah disebut ringan jika jumlahnya kurang dari 200 mililiter. Jika lebih dari itu, baru anak perlu mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut seperti rontgen dada atau pemeriksaan fungsi perdarahan dan pembekuan darah.

Pemeriksaan ini membantu untuk mengetahui adanya kelainan di saluran pernapasan. Bila tidak ditemukan penyebab yang jelas, pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan bronkoskopi (peneropongan saluran napas).

Baca Juga: 7 Cara Meredakan Batuk Darah

Nah, itu tadi sedikit penjelasan mengenai batuk darah yang bisa terjadi pada anak. Ibu tidak perlu panik, karena sekarang ada fitur Talk to a Doctor pada aplikasi Halodoc, yang dapat digunakan untuk bertanya langsung pada dokter melalui Chat atau Voice/Video Call, ketika anak mengalami masalah kesehatan. Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play Store sekarang juga!