Si Kecil Alami Limfedema, Ini yang Harus Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Si Kecil Alami Limfedema, Ini yang Harus Dilakukan

Halodoc, Jakarta - Apa pun penyakit yang menyerang buah hati, pasti membuat orangtua khawatir dan menjadi tidak tenang. Memang, melindungi anak kesehatan anak menjadi kewajiban utama dari orangtua, tetapi terkadang itu belum cukup. Anak tetap dapat terserang penyakit, mulai dari sakit ringan hingga serius, seperti limfedema, kondisi yang menyebabkan pembengkakan di jaringan tubuh. 

Ada dua jenis limfedema, yaitu primer dan sekunder. Limfedema primer jenis idiopatik terjadi tanpa penyebab pasti, sementara limfedema primer jenis herediter terjadi karena pewarisan genetik. Lalu, limfedema yang terkait dengan trauma, infeksi, atau pengangkatan kelenjar getah bening disebut limfedema sekunder. 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Si Kecil Alami Limfedema? 

Perawatan dan dukungan sering dikombinasikan jika Si Kecil mengalami limfedema. Stoking dan pakaian elastis yang dikenakan sepanjang hari mungkin membantu mengurangi dampak negatif yang bisa terjadi. Perawatan yang dilakukan termasuk terapi decongestive lengkap, terdiri dari drainase limfatik manual, kompresi, dan perawatan kulit. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Limfedema

Perawatan kulit dibutuhkan untuk membantu mencegah infeksi. Jika infeksi terjadi, penanganan yang diberikan berupa konsumsi antibiotik. Terkadang, penanganan suportif tidak selalu berhasil. Tungkai kaki menjadi terlalu berat untuk digerakkan saat beraktivitas dan pakaian atau sepatu normal menjadi tidak bisa lagi dipakai. Biasanya, hal ini ditangani dengan pembedahan. 

Sebenarnya, tidak ada perawatan khusus yang bisa menyembuhkan limfedema. Penanganan berfokus pada peringanan bengkak dan mengendalikan rasa sakitnya. Jika Si Kecil membutuhkan penanganan, ibu bisa bertanya pada dokter tindakan yang bisa dilakukan. Pakai fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc supaya ibu lebih mudah bertanya jawab dengan dokter. 

Pada beberapa kondisi, membungkus lengan atau kaki bisa membantu mengurangi limfedema. Ini mendorong cairan getah bening untuk mengalir kembali ke tubuh. Pastikan perban ketat di bagian sekitar jari atau kaki. Teknik pijat drainase limfa manual bisa mendorong aliran cairan getah bening keluar dari lengan atau kaki. Namun, ini tidak disarankan untuk semua pengidap limfedema. Hindari jika Si Kecil alami infeksi kulit atau bekuan darah. 

Baca juga: 4 Jenis Pemeriksaan untuk Deteksi Limfedema

Meski sakit, ajaklah Si Kecil untuk tetap aktif bergerak, karena ini membantu mendorong drainase cairan getah bening dan membantu memudahkan pergerakan tubuh sehari-hari, seperti misalnya membawa barang belanjaan. Namun, latihan berat dan melelahkan tidak disarankan, fokuskan saja pada kontraksi lembut otot di lengan atau kaki. 

Pencegahan Limfedema yang Bisa Dilakukan

Limfedema lebih berisiko terjadi pada pasien kanker. Oleh karena itu, setelah pengobatan dilakukan, hindari melakukan aktivitas berat pada anggota tubuh yang mengalaminya. Berendam air panas, mandi uap, sauna, dan berjemur juga tidak disarankan. 

Baca juga: Perbedaan Limfedema Primer dan Sekunder

Selain itu, jaga pula berat badan anak. Semakin berat tubuh Si Kecil, semakin tinggi tekanan pada area yang mengalami pembengkakan. Maka dari itu, diet sehat yang bertujuan untuk mendapatkan berat badan yang ideal membantu meringankan tanda dan gejala dari limfedema. 

Perawatan kesehatan anak memang gampang-gampang susah. Namun, disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi asupan gizinya setiap hari diperlukan untuk menjaga stamina tubuhnya. Jika diperlukan, asupan vitamin juga bisa ibu berikan untuk menunjang kesehatannya.