Si Kecil Mengidap Sindrom Asperger, Ortu Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Si Kecil Mengidap Sindrom Asperger, Ortu Harus Apa?

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan anak adalah salah satu perhatian orangtua yang cukup utama. Tidak hanya kesehatan fisik, kesehatan mental anak-anak perlu dijaga kesehatannya agar anak dapat bertumbuh dan berkembang pada suasana dan lingkungan yang sehat.

Baca juga: Sindrom Asperger Sebabkan Gangguan Motorik, Ini Penjelasannya

Tidak hanya pada orang dewasa, gangguan perilaku dapat dialami oleh anak-anak. Ada berbagai gangguan perilaku yang dialami anak-anak, salah satunya adalah sindrom Asperger. Sebaiknya ketahui sindrom Asperger lebih banyak agar orangtua mengerti cara penanganannya pada anak.

Ketahui Sindrom Asperger pada Anak

Sindrom Asperger masih digolongkan pada kondisi autism namun dalam tahapan yang masih terbilang ringan. Umumnya, anak yang mengalami kondisi autisme akan kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, sedangkan anak yang mengalami sindrom Asperger lebih mengalami masalah pada hubungan sosial dan sensori. Kemampuan komunikasi, kecerdasan dan bahasa umumnya jauh di atas rata-rata. Kondisi ini yang membuat anak dengan sindrom Asperger tidak dapat disamakan dengan anak yang mengalami autisme.

Anak dengan kondisi Asperger umumnya mengalami kesulitan pada beberapa kondisi seperti dalam berinteraksi dengan sosial serta pola pikir yang kaku dan hanya terfokus pada kegiatan yang sudah terjadwal sesuai rutinitas dan peraturan. Umumnya, sindrom Asperger lebih mudah dideteksi pada anak yang memasuki usia 2-4 tahun. Selain itu, sindrom Asperger lebih banyak dialami pada anak laki.

Baca juga: Adakah Tindakan Efektif untuk Cegah Sindrom Asperger?

Inilah Gejala Sindrom Asperger pada Anak

Sebaiknya orangtua perhatikan gejala yang muncul pada anak yang mengalami sindrom Asperger. Gejalanya akan berbeda sesuai dengan tingkat keparahan dari sindrom Asperger yang dialami oleh anak. Ketahui gejala umum yang dialami oleh anak dengan sindrom Asperger agar orangtua dapat lakukan penanganan terhadap kondisi ini.

1. Gangguan Sosial

Sindrom Asperger membuat anak mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Tidak hanya itu, anak juga kurang mampu menunjukkan rasa empati pada lingkungan. Mereka akan mengalami kesulitan untuk menatap lawan bicara dan mengungkapkan perasaan melalui gerakan tubuh.

2. Gangguan Perilaku

Biasanya anak dengan sindrom Asperger juga mengalami kesulitan untuk menerima perubahan yang terjadi pada rutinitas sehari-hari mereka. Pengidap sindrom Asperger dapat melakukan kegiatan yang tidak wajar secara berulang-ulang.

3. Gangguan Bahasa

Anak dengan sindrom Asperger memiliki perbendaharaan kata yang luas namun tidak dapat menempatkan setiap kata dengan baik. Pengidap sindrom Asperger akan kesulitan ketika berbahasa dalam lingkungan. Cara bicara mereka juga terdengar lebih kaku dan formal.

4. Gangguan fisik

Perkembangan kemampuan motorik anak dengan sindrom Asperger juga lebih lambat dibandingkan anak yang lainnya. Jika anak mengalami perkembangan motorik yang lambat, tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan anak. Ibu bisa membuat janji dengan dokter pilihan secara online melalui aplikasi Halodoc.

Orangtua, Lakukan Hal Ini pada Anak dengan Sindrom Asperger

Perawatan anak dengan sindrom Asperger akan berbeda, di antaranya adalah terapi untuk melatih kemampuan sosial, terapi bahasa agar anak dapat berbahasa dengan baik dan terapi perilaku kognitif agar anak dengan sindrom Asperger mudah mengendalikan emosi maupun perubahan suasana hati mereka. 

Baca juga: Kenali 3 Terapi untuk Atasi Sindrom Asperger

Perawatan yang dilakukan lebih dini membantu anak untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Anak yang mengalami sindrom Asperger dapat hidup mandiri pada saat dewasa, asalkan mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Sebaiknya orangtua mendampingi perkembangan dan pertumbuhan anak agar sindrom Asperger dapat diatasi dengan baik.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Asperger’s Syndrome
Autism. Diakses pada 2019. Asperger’s Syndrome