• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja Kelompok Orang yang Rentan Alami Bursitis?

Siapa Saja Kelompok Orang yang Rentan Alami Bursitis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Bursitis merupakan peradangan yang terjadi pada bagian pelumas dan juga bantalan pada sendi. Padahal, pelumas dan bantalan sendi berfungsi untuk menurunkan gesekan yang terjadi antara tulang dan tendon saat bergerak. Peradangan dapat terjadi akibat adanya gerakan dan juga tekanan yang dilakukan berulang dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kondisi bursitis dapat menyebabkan nyeri dan bengkak pada beberapa bagian tubuh yang rentan alami bursitis.

Baca juga: 4 Fakta Mengenai Bursitis

Sendi lutut, siku, dan bagian pinggul menjadi beberapa lokasi sendi yang kerap mengalami bursitis. Namun, melalui penanganan dan perawatan yang tepat, kondisi bursitis dapat ditangani dengan baik. Selain adanya faktor pemicu, tidak ada salahnya mengetahui siapa saja orang-orang yang rentan mengalami kondisi bursitis agar kamu dapat lakukan pencegahan dengan baik. Yuk, simak ulasannya, di sini!

Inilah Kelompok Orang yang Rentan Mengalami Bursitis

Sendi merupakan struktur dalam tubuh yang dapat mempertemukan dua tulang hingga lebih. Ada beberapa bagian yang membentuk sendi, salah satunya adalah bursa. Bursa merupakan sebuah kantong yang berisi cairan yang menjadi bantalan pada tiap gesekan yang terjadi akibat adanya gerakan. Ketika bursa mengalami peradangan, kondisi inilah yang dapat memicu seseorang alami bursitis.

Ada beberapa pemicu yang dapat menyebabkan seseorang alami bursitis, seperti adanya gerakan berulang atau menggunakan sendi secara berlebihan, mengalami cedera pada bagian sendi, hingga adanya infeksi atau penyakit tertentu, misalnya asam urat, rheumatoid arthritis, lupus, hingga diabetes.

Selain itu, bursitis juga sangat rentan terjadi pada kelompok orang tertentu. Bursitis rentan terjadi pada orang-orang yang telah memasuki usia 40 tahun. Tidak hanya itu, orang-orang yang memiliki hobi atau pekerjaan tertentu, seperti berkebun, pertukangan, atlet tenis, atlet golf, atlet ski, pelukis, pemain alat musik, dan petani. Hal ini disebabkan adanya gerakan sendi yang berulang dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Baca juga: 5 Penyakit yang Bisa Memicu Terjadinya Bursitis

Gejala Bursitis

Umumnya, ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap bursitis, seperti:

  1. Nyeri pada bagian sendi ketika kamu melakukan gerakan tertentu atau tekanan.
  2. Bagian sendi akan mengalami pembengkakan dan terasa lebih hangat ketika disentuh.
  3. Kaku pada bagian sendi yang mengalami bursitis.

Bursitis yang disebabkan oleh infeksi atau penyakit lain, terkadang menyebabkan gejala lain, seperti demam dan juga kemerahan pada bagian yang mengalami bursitis. Beberapa kondisi bursitis yang tergolong ringan dapat diatasi secara mandiri di rumah, tetapi jika kondisi nyeri semakin bertambah parah dan tidak hilang dalam waktu 2 minggu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secara medis.

Lakukan Penanganan Bursitis dengan Tepat

Selain pemeriksaan fisik pada area sendi yang mengalami gejala, biasanya pemeriksaan laboratorium dan pemindaian dapat dilakukan untuk mendeteksi penyebab bursitis. Pengobatan digunakan untuk meredakan gejala yang akan dilakukan sesuai penyebab bursitis.

Untuk gejala yang termasuk ringan, bursitis dapat diatasi dengan melakukan perawatan di rumah. Sebaiknya hindari sendi yang alami bursitis dari gerakan maupun tekanan yang dapat membuat kondisi memburuk. Untuk itu, kamu perlu beristirahat agar peradangan yang terjadi dapat segera membaik. Jangan lupa untuk rutin melakukan kompres dingin pada bagian yang mengalami peradangan selama 10 menit sebanyak 3–4 kali dalam satu hari.

Baca juga: Hindari Hal-Hal yang Bisa Menyebabkan Bursitis

Kamu juga bisa menopang bagian tubuh yang mengalami bursitis, sehingga posisinya menjadi lebih tinggi. Hal ini berguna untuk mengurangi peradangan yang terjadi. Namun, jika perawatan mandiri tidak dapat mengatasi kondisi ini, kamu bisa melakukan pengobatan secara medis dengan penggunaan obat, fisioterapi, tindakan operasi, dan juga penggunaan alat bantu untuk beraktivitas.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bursitis.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Tennis Elbow and Other Types of Bursitis.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Bursitis.