• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja Orang yang Membutuhkan Terapi Wicara?

Siapa Saja Orang yang Membutuhkan Terapi Wicara?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Terapi wicara dibutuhkan saat kemampuan bicara anak tidak berkembang sesuai dengan usianya. Bukan hanya anak-anak saja yang membutuhkan, terapi ini juga dibutuhkan untuk orang dewasa yang mengalami gangguan bicara karena kondisi tertentu. 

Terapi wicara merupakan salah satu langkah penanganan untuk mengatasi penyebab dari ketidakmampuan seseorang dalam berbicara atau menelan. Orang yang membutuhkan terapi wicara adalah orang dari berbagai macam usia yang mengalami kesulitan atau gangguan bicara karena mengalami kondisi tertentu. 

Baca juga: Pola Asuh yang Sesuai untuk Anak Remaja


Sejumlah Orang yang Membutuhkan Terapi Wicara

Terapi ini umum dilakukan pada anak yang mengalami gangguan perkembangan kemampuan bicara. Kemampuan bicara merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan, karena menjadi salah satu proses perkembangan penting dalam tumbuh kembang anak.

Terapi ini juga dibutuhkan oleh orang dewasa yang pernah mengalami trauma, cedera, kerusakan otak, serta gangguan pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya gangguan bicara. Pada dasarnya, terapi wicara diperlukan orang-orang yang mengalami sejumlah kondisi berikut ini:


1.Mengalami Gangguan Kelancaran Bicara

Gangguan kelancaran bicara lebih dikenal dengan gagap. Gangguan ini merupakan gangguan bicara yang berkaitan dengan kelancaran, kecepatan, serta ritme bicara, yang ditandai dengan pengulangan kata atau ucapan.


2.Mengalami Gangguan Artikulasi

Gangguan artikulasi terjadi saat seseorang mengalami kesulitan dalam pembentukan bunyi-bunyi, suku kata, maupun kata-kata, sehingga ucapannya sulit dipahami oleh orang lain.


3.Mengalami Gangguan Resonansi

Gangguan resonansi merupakan gangguan yang terjadi saat adanya hambatan pada aliran udara dalam rongga hidung dan mulut, yang biasanya dialami oleh pengidap sumbing, pembengkakan amandel, serta gangguan saraf.


4.Mengalami Gangguan Kognitif

Gangguan kognitif akan sangat berpengaruh pada kemampuan kognitif otak seseorang, yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk membedakan, mengatur, dan memecahkan masalah.


5.Mengalami Gangguan Ekspresif

Gangguan ekspresif terjadi pada seseorang yang mengalami kesulitan membentuk suatu kalimat. Kondisi ini dialami oleh anak pengidap Sindrom Down, gangguan pendengaran, atau cedera kepala.


6.Mengalami Disartria

Gangguan disartria merupakan kondisi yang terjadi saat adanya gangguan pada sejumlah otot yang memengaruhi proses bicara. Otot-otot tersebut meliputi otot lidah, bibir, pita suara, dan diafragma.


7.Mengalami Afasia

Gangguan afasia merupakan gangguan komunikasi yang disebabkan adanya kerusakan pada otak. Kondisi ini akan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami orang lain, yang biasanya dialami pengidap stroke.

Baca juga: Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Dipertimbangkan Orangtua

Durasi pada orang yang membutuhkan terapi wicara akan berbeda-beda, tergantung pada usia, intensitas gangguan yang dialami, serta kondisi medis yang menyertai. Beberapa pengidap yang memiliki kelainan bicara dapat teridentifikasi sejak mereka anak-anak, yang akan semakin bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Jika hal ini terjadi, terapi wicara dalam jangka panjang diperlukan.

Anak-anak yang mengalami gangguan bicara sebaiknya ditangani sejak dini guna mempermudah penanganan yang dilakukan. Sebelum melakukan terapi, kamu juga bisa berdiskusi terlebih dulu dengan dokter di aplikasi Halodoc terkait dengan prosedur yang harus dilakukan sebelum, selama, atau setelah terapi selesai.

Baca juga: Mengenal RIE Parenting, Pola Asuh Anak Kekinian

Terapi ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan kualitas hidup pengidapnya, yang dilakukan dengan beberapa teknik, salah satunya adalah bersiul, yang bermanfaat untuk meningkatkan penguasaan otot-otot mulut, tenggorokan, dan lidah. Dengan melakukan deteksi dan pengobatan dini, maka dapat mengatasi gejala bertambah buruk dan menurunkan komplikasi pada pengidap.


Referensi:
Parents. Diakses pada 2020. What Is Speech Therapy?
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Speech Therapy?