• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Nekrosis Avaskular

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Nekrosis Avaskular

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Nekrosis Avaskular

Halodoc, Jakarta - Kata siapa penyakit yang berkaitan dengan tulang cuma menyoal osteoporosis atau kanker tulang saja? Pernah mendengar penyakit bernama nekrosis avaskular (avascular necrosis)? Penyakit ini merupakan kondisi ketika matinya jaringan tulang karena kekurangan pasokan darah. 

Umumnya, di tahap awal pengidap nekrosis avaskular tidak akan mengalami keluhan. Akan tetapi, seiring bergulirnya waktu, sendi dan yang tulang terpengaruh ini akan terasa nyeri. 

Lantas, siapa saja sih yang rentan terserang penyakit ini? Apa saja faktor risiko nekrosis avaskular yang mesti diwaspadai? 

Baca juga: Alasan Pria Lebih Berisiko Alami Avascular Necrosis Dibandingkan Wanita


Beragam Faktor Pemicunya

Seperti penjelasan di atas, nekrosis avaskular ini terjadi ketika tulang dan sendi tak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Nah, kondisi ini sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Gangguan pembuluh darah. Timbunan lemak di pembuluh darah bisa menyumbat pembuluh darah kecil, sehingga mengurangi aliran darah ke tulang. 
  • Trauma tulang berat. Benturan pada tulang atau patah tulang dapat mengganggu aliran darah normal.
  • Artritis. Artritis atau radang sendi seperti gout, osteoartritis, dan artritis rheumatoid, sering kali dikaitkan dengan nekrosis avaskular. 

Selain tiga penyebab nekrosis avaskular di atas, ada pula beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya nekrosis avaskular. Nah, nekrosis avaskular lebih rentan terjadi pada mereka dengan:

Baca juga: Ini Tes Pemeriksaan untuk Deteksi Avascular Necrosis

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan. Konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka panjang, bisa menyebabkan timbunan lemak di dalam darah. 
  • Terluka atau cedera. Cedera seperti tulang pinggul yang retak, bisa menyerang pembuluh darah sekitar, dan mengurangi aliran darah menuju tulang.
  • Penggunaan steroid. Penggunaan dosis tinggi kortikosteroid seperti prednisone adalah salah satu pemicu nekrosis avaskular. Ada dugaan kortikosteroid meningkatkan kadar lemak di dalam pembuluh darah, sehingga menyumbat aliran darah ke tulang.
  • Pengobatan: Radioterapi pada pengidap kanker dapat melemahkan tulang. Di samping itu, transplantasi organ, terutama ginjal juga meningkatkan risiko nekrosis avaskular.
  • Mengidap penyakit tertentu. nekrosis avaskular lebih rentan terjadi pada mereka yang mengidap pankreatitis akut, diabetes, penyakit Gaucher, HIV atau AIDS, lupus erythematosus, dan anemia sel darah sabit.

Bagi kamu yang memiliki faktor risiko di atas, tak ada salahnya untuk berdiskusi dengan dokter untuk mencegah terjadinya nekrosis avaskular atau penyakit lainnya. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. 

Penyebab dan faktor risikonya sudah, bagaimana dengan gejalanya?


Bisa Timbul Nyeri Hebat pada Pangkal Paha

Pengidap nekrosis avaskular umumnya tidak merasakan keluhan ada gejala apa pun. Namun, seiring bergulirnya waktu, sendi dan tulang yang terdampak bisa terasa nyeri. Pada beberapa kasus, nyeri ini bisa timbul meskipun pengidapnya hanya sedang berbaring. 

Nyeri pada tulang ini terasa lebih berat pada bagian sendi yang menahan berat badan tubuh. Contohnya seperti sendi di pangkal paha atau bokong. Namun, nyeri ini bisa muncul pada bahu, lutut, tangan, dan kaki.

Baca juga: Kadar Kolesterol dan Hubungannya dengan Avascular Necrosis

Nekrosis avaskular yang tidak ditangani bisa membuat pengidapnya mengalami sakit yang parah. Bahkan, bisa mengganggu kemampuan untuk menggunakan sendi.

Jadi, sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat apabila mengalami nyeri pada tulang yang berlangsung lama. Sebelumnya, kamu bisa membuat janji terlebih dulu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Avascular
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Should Know about Avascular Necrosis (Osteonecrosis). 
WebMD. Diakses pada 2020. Avascular Necrosis (Osteonecrosis).