• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Kanker Otak?

Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Kanker Otak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Kanker Otak?

Halodoc, Jakarta - Kanker otak adalah pertumbuhan berlebih dari sel-sel di otak yang membentuk massa yang disebut tumor. Kanker otak bisa tumbuh dengan cepat tergantung pada jenis tumornya. Kondisi ini dapat mengganggu cara kerja tubuh, dan bisa mengancam nyawa. 

Adanya faktor risiko sering memengaruhi perkembangan tumor otak, sebagian besar tidak secara langsung menyebabkan tumor otak. Beberapa orang dengan beberapa faktor risiko tidak selalu berpotensi mengalami tumor otak hingga jadi kanker otak. Artinya, siapa saja perlu waspada dengan penyakit ganas ini.

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

Faktor Risiko Kanker Otak yang Perlu Diwaspadai

Sering kali penyebab kanker otak tidak diketahui. Namun, faktor-faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker otak:

1.Usia

Kanker otak lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua. Meskipun sebenarnya orang dari segala usa bisa memiliki kanker otak. 

2.Jenis Kelamin

Secara umum, pria lebih sering mengalami kanker otak dibanding wanita. Beberapa jenis kanker otak tertentu, seperti meningioma, lebih sering terjadi pada wanita. 

3.Eksposur Di Rumah dan Kantor

Paparan pelarut, pestisida, produk minyak, karet, atau vinil klorida bisa meningkatkan berkembangnya tumor otak. Namun, belum ada bukti ilmiah yang mendukung kemungkinan ini. 

4.Pernah Terpapar Radiasi

Paparan radiasi pengion (khususnya, terapi radiasi yang diberikan ke kepala atau leher). Paparan bahan kimia dan medan elektromagnetik tertentu juga bisa membuat seseorang lebih mungkin mengalami tumor otak hingga menjadi kanker otak. 

5.Genetika

Orang yang mewarisi kondisi berikut ini, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker otak:

  • Neurofibromatosis tipe 1 atau tipe 2.
  • Sklerosis tuberous.
  • Penyakit Von Hippel-Lindau.
  • Sindrom Li-Fraumeni.

Baca juga: Hati-Hati, Pembengkakan Otak Bisa Terjadi karena 6 Hal Ini

6.Memiliki Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti AIDS, juga bisa membuat seseorang lebih rentan terkena kanker otak. Begitu juga infeksi virus Epstein-Barr (EBV) meningkatkan risiko seseorang mengembangkan limfoma sistem saraf pusat. 

7.Pernah Mengalami Cedera Kepala dan Kejang

Trauma kepala yang serius memiliki kaitan dengan tumor otak. Riwayat kejang juga berkaitan dengan tumor otak, tapi karena tumor otak bisa menyebabkan kejang, belum diketahui apakah kejang meningkatkan risiko tumor otak. 

Kanker otak juga disebut sebagai kanker otak primer. Perlu diketahui, seseorang bisa mengalami kanker yang sudah menyebar ke otak setelah terjadinya diawali di tempat lain di tubuh. Kondisi ini disebut kanker metastatik. Tumor kanker di otak biasanya bermetastasis dan bukan karena kanker otak primer. 

Terdapat dua jenis dan tingkatan tumor otak. Jenis tumor didasarkan pada lokasinya di otak, dan tahapan menunjukkan seberapa cepat tumor tumbuh. Tahapan atau stadium berkisar dari 1 hingga 4, dengan stadium 4 memiliki pertumbuhan tercepat. Ada lebih dari 120 jenis tumor otak. Namun, tidak ada standar untuk menamainya menurut jenis, dan ada banyak subtipe. 

Baca juga: Agung Hercules Kena Kanker Glioblastoma, Ini Penjelasannya

Mengurangi Risiko Kanker Otak

Tidak ada cara untuk mencegah kanker otak, namun risikonya bisa dikurangi jika terkena:

  • Hindari paparan pestisida dan insektisida.
  • Hindari paparan bahan kimia karsinogenik.
  • Hindari merokok.
  • Hindari paparan radiasi yang tidak perlu. 

Kondisi jangka panjang kanker otak tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor otak tumbuh. Beberapa jenis kanker otak umumnya memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Jika memiliki kanker otak, segera temui dokter di rumah sakit terdekat dan buat janji melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Brain Cancer
Cancer.Net. Diakses pada 2021. Brain Tumor: Risk Factors
Moffitt. Diakses pada 2021. Brain Cancer Risk Factors