• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Karsinoma Sel Basal?

Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Karsinoma Sel Basal?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kanker kulit ada banyak jenisnya, salah satunya adalah karsinoma sel basal. Mengutip dari Skin Cancer Foundation, kanker kulit jenis ini ditandai dengan munculnya benjolan, yang mudah berdarah dan bertambah besar setiap tahunnya. Area kulit yang sering jadi lokasi benjolan karsinoma sel basal adalah yang sering terpapar sinar matahari. 

Itulah sebabnya, orang yang berisiko mengidap karsinoma sel basal adalah yang sering terpapar sinar matahari. Namun, benjolan juga bisa muncul pada area kulit mana pun. Karakteristik benjolan karsinoma sel basal juga bervariasi pada setiap pengidapnya. Ada yang berupa ruam datar, bersisik, dan kemerahan. Ada pula yang berbentuk seperti luka goresan yang berwarna putih, lembut, tanpa tepi luka yang jelas. 

Baca juga: Jenis Kanker Kulit, Ketahui Fakta Karsinoma Sel Basal

Orang-Orang yang Berisiko Mengidap Karsinoma Sel Basal

Secara umum, karsinoma sel basal terjadi akibat mutasi atau perubahan pada DNA sel basal, yaitu sel yang terletak di bagian paling bawah dari lapisan kulit paling luar. Sel tersebut sebenarnya punya fungsi, yaitu untuk memproduksi sel baru, dan membuang sel lama ke permukaan kulit. 

Namun, pada pengidap karsinoma sel basal, proses tersebut tidak terjadi. Fungsi sel basal, karena adanya kelainan DNA sel tersebut, bisa terganggu dan menyebabkan produksi sel yang tidak terkendali. Akibatnya, sel-sel tersebut akan tertimbun di kulit dan membentuk sel kanker. 

Karsinoma sel basal dapat dipicu oleh paparan sinar matahari. Itulah sebabnya orang yang sering beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari punya risiko tinggi untuk mengidap kanker kulit jenis ini. 

Selain orang yang sering terpapar sinar matahari, ada beberapa kelompok orang lainnya yang juga berisiko mengidap karsinoma sel basal, yaitu:

  • Orang yang pernah menjalani terapi radiasi atau radioterapi.
  • Orang yang berusia di atas 50 tahun.
  • Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat karsinoma sel basal.
  • Orang yang menggunakan obat imunosupresif. 
  • Orang yang sering terpapar racun arsenik.
  • Orang yang memiliki penyakit keturunan yang berisiko menyebabkan kanker kulit, seperti nevoid basal cell carcinoma syndrome.

Itulah beberapa kelompok orang yang berisiko mengidap karsinoma sel basal. Untuk mengetahui apakah kamu punya risiko kanker kulit ini atau tidak, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan kulit secara rutin.

Kini pemeriksaan akan lebih mudah dengan aplikasi Halodoc. Kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter spesialis kulit di rumah sakit, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan kulit.

Baca juga: Prosedur Elektrodesikasi untuk Atasi Karsinoma Sel Basal

Pilihan Pengobatan untuk Karsinoma Sel Basal

Jika didiagnosis karsinoma sel basal, pilihan pengobatan yang bisa dilakukan adalah pemberian obat-obatan atau operasi. Obat-obatan yang biasanya diberikan adalah obat oles seperti Imiquimod dan fluorouracil, atau obat oral (diminum), seperti vismodegib atau sonidegib.

Obat-obatan tersebut juga sering diresepkan dokter jika kanker sudah menyebar ke area lain. Pastikan untuk menggunakan obat yang diresepkan dokter sesuai dosis dan aturan pakai, ya. Jika dosis yang digunakan tidak sesuai, kemungkinan munculnya efek samping dari penggunaan obat akan meningkat.

Lalu, untuk metode pengobatan berupa operasi, berikut ini pilihan prosedur operasi yang bisa dilakukan:

  • Kuretase dan elektrodikasi. Biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker yang berukuran kecil. Prosedurnya dilakukan dengan memotong jaringan kanker di permukaan kulit dan membunuh sel kanker yang tersisa dengan jarum elektrik khusus.
  • Pemotongan benjolan dengan pisau bedah. Prosedur ini umumnya dilakukan jika kanker berukuran cukup besar. Prosedurnya dilakukan dengan memotong kanker yang ada beserta sebagian kulit di sekitarnya.
  • Krioterapi. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan cairan khusus yang mengandung nitrogen untuk membekukan dan membunuh sel kanker. Biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker yang tipis dan tidak terlalu dalam ke kulit.
  • Operasi Mohs. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengatasi karsinoma sel basal yang kambuh setelah pengobatan atau yang terdapat di wajah, dan ukurannya cukup besar. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat lapisan kulit yang bermasalah, sedikit demi sedikit.

Baca juga: Prosedur Operasi Mohs untuk Mengobati Karsinoma Sel Basal

Perlu diketahui bahwa keempat prosedur operasi tersebut akan menggunakan anestesi. Jadi, jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap anestesi, pastikan untuk memberitahu dokter sebelumnya, ya. 

Referensi:
Skin Cancer Foundation. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.
WebMD. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.
Healthline. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.